Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Pengertian Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Penyakit paru obstruktif kronis merupakan penyakit yang menyerang paru-paru dalam jangka panjang yang menghalangi aliran udara di dalam paru-paru, sehingga mengalami kesulitan saat bernapas. Penyakit ini adalah gabungan dari dua penyakit pernapasan, yaitu bronkitis kronis dan emfisema.

Gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Gejala penyakit paru obstruktif kronis terjadi ketika adanya kerusakan pada paru-paru yang berlangsung selama bertahun-tahun. Beberapa gejala yang terjadi dapat berupa:

  • Badan lemas.
  • Penurunan berat badan.
  • Sering mengalami infeksi paru
  • Batuk berdahak yang tak kunjung sembuh.
  • Sesak napas dan berbunyi.

Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu risiko seseorang terkena paru obstruktif kronis, di antaranya yaitu:

  • Usia. Gejala penyakit paru obstruktif kronis umumnya mengenai usia 35 hingga 40 tahun.
  • Faktor keturunan. Anggota keluarga yang terkena penyakit paru obstruktif kronis, juga mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit yang sama.
  • Rokok. Asap rokok menjadi faktor utama penyebab terkena penyakit paru obstruktif kronis.
  • Polusi udara. Polusi udara merupakan salah satu faktor risiko yang berasal dari asap kendaraan bermotor, debu atau bahan kimia lainnya.

Pengobatan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Pengobatan pada penyakit parkinson dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul, agar pengidap masih bisa beraktivitas secara normal. Pengobatan yang dilakukan dapat meliputi:

  • Melakukan interaksi secara rutin dengan dokter.
  • Menjalankan terapi.
  • Mengonsumsi obat-obatan.
  • Melakukan tahap operasi.
  • Menjalani terapi pisau gamma.

Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Hindari aktivitas yang dapat menyebabkan penumpukan zat asing di paru-paru seperti merokok, terpapar langsung debu. Karena jika  terjadi penumpukan di paru-paru, jalan pernapasan akan terhambat dan terjadinya penyakit paru obstruktif kronis.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berbicata dengan dokter jika mengalami tanda dan gejala di atas.