Kulit Kering setelah Mudik, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kulit Kering setelah Mudik, Apa Penyebabnya?

Halodoc, Jakarta - Sebenarnya bukan cuma masalah kolesterol tinggi dan diabetes saja yang kerap dikeluhkan setelah Idulfitri atau lebaran. Sebab, ada pula masalah kesehatan lainnya yang bisa saja terjadi, seperti kulit kering. Nah, kira-kira apa sih yang menyebabkan kulit kering setelah mudik? Penasaran? Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Suhu Dingin

Berada di ruang ber-AC seperti mobil atau kamar dalam waktu yang cukup lama, bisa berdampak bagi kesehatan kulit. Melansir Men’s Health, kulit kita akan terganggu ketika suhu udara dingin. Udara yang dingin ini akan menyedot kelembapan kulit, sehingga menyebabkan retakan di lapisan terluarnya. Kata ahli dari Departemen Dermatologi di Mount Sinai Hospital, ujung-ujungnya bisa membuat kulit mulai rusak dan mengelupas.

2. Suhu Panas

Suhu panas juga bisa menyebabkan kulit kering. Suhu panas di sini bukan hanya karena kampung halaman yang kebetulan berada di wilayah yang terbilang panas (contoh, daerah pantai). Namun, bisa juga karena terlalu lama berjemur atau beraktivitas di bawah terik matahari, mandi air panas, hingga paparan suhu panas dari kompor.

3. Stres

Ada kesamaan antara arus mudik dan balik, yaitu sama-sama berkawan dengan kemacetan. Nah, inilah yang bisa menyebabkan stres untuk sebagian orang. Ketika stres melanda, kelenjar adrenalin akan melepaskan steroid kortisol untuk menstabilkan organ-organ tubuh. Namun, kelemahan dari fungsi ini bisa menghambat produksi kolagen di kulit kita.

Baca juga: 7 Cara Atasi Kulit Kusam

4. Kurang Tidur

Tidur banyak menyimpan manfaat bagi kesehatan kulit. Kata ahli sekaligus pendiri pendiri The Sleep School seperti dikutip dari Telegraph, tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk menyembuhkan dan menghilangkan racun dari kulit. Bagaimana dengan dampak kekurangan tidur bagi kulit?

Kurang tidur bisa meningkatkan hormon kortisol yang memperburuk kondisi inflamasi kulit. Pendek kata, kurang tidur yang berlangsung lama, ujung-ujungnya bisa memengaruhi kesehatan kulit.

5. Tak Menggunakan Pelembap

Mousturaizer atau pelembap amat membantu kulit untuk menjaga kelembapan dan melindunginya dalam waktu yang lama. Namun, bila wajahmu berjerawat pilihlah pelembap kulit dengan cermat. Kondisi kulit yang berjerawat sebaiknya menggunakan moisturizer dengan kandungan glycolic acid atau salicylic acid. Selain membantu melembapkan kulit, kedua bahan itu juga baik untuk mengatasi jerawat.

Agar hasilnya maksimal, gunakanlah pelembap kulit selagi kulit masih basah. Misalnya, setiap setelah mandi atau membersihkan muka. Kondisi kulit yang masih agak basah, bisa membantu moisturizer menembus kulit, sehingga lebih efektif untuk memperbaiki dan membantu mencegah pengelupasan lebih lanjut.

Baca juga: 6 Hal yang Bikin Kulit Kusam dan Enggak Glowing

6. Kekurangan Cairan

Dehidrasi bisa membuat kulit kering dan kusam. Sebab, masalah kulit kering pada dasarnya disebabkan akibat kurangnya cairan pada lapisan luar kulit. Biasanya, lengan tangan dan kaki merupakan bagian kulit yang paling rentan mengalami masalah ini. Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi selama berpuasa.

Mau tahu cara jitu untuk mengatasi kulit kering atau masalah kulit lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!