Kulit Meradang, Begini Cara Obati Rambut Tumbuh ke Dalam

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kulit Meradang, Begini Cara Obati Rambut Tumbuh ke Dalam

Halodoc, Jakarta – Rambut yang tumbuh ke dalam adalah rambut yang tumbuh kembali ke kulit yang dapat menyebabkan gundukan kecil dan seringkali gatal atau menyakitkan. Benjolan rambut yang tumbuh ke dalam dapat terjadi di mana saja rambut tumbuh, termasuk kulit kepala dan bagian belakang leher.

Pencabutan rambut, seperti mencukur, bisa meningkatkan risiko rambut tumbuh ke dalam. Rambut yang tumbuh ke dalam juga lebih umum bagi orang yang memiliki rambut kasar atau keriting. Jika rambut yang tumbuh ke dalam tidak hilang tanpa perawatan dalam beberapa hari, berikut cara yang dapat kamu lakukan untuk mempercepat proses penyembuhan:

Baca juga: 3 Cara Perawatan Rambut Tumbuh ke Dalam

  1. Berikan kompres panas ke area setidaknya tiga kali sehari. Ini akan membantu melembutkan kulit agar rambut lebih mudah lepas.

  2. Tindak lanjuti kompres panas dengan menggosok lembut menggunakan handuk basah.

  3. Kamu juga bisa menggunakan scrub wajah atau scrub di rumah yang terbuat dari gula atau garam dan minyak.

  4. Oleskan asam salisilat ke area tersebut untuk mengangkat sel kulit mati. Kamu juga bisa menggunakan sampo yang diformulasikan dengan asam salisilat.

  5. Jangan terus mencukur area tersebut karena akan semakin memperburuk kulit yang berpotensi menyebabkan infeksi.

  6. Keramas setiap hari dengan sampo antiseptik yang menenangkan, seperti sampo yang mengandung minyak pohon teh.

  7. Jangan lupa untuk melembapkan kulit kepala setiap kali kamu keramas.

  8. Jangan menutupi kepala dengan topi atau bandana. Apa pun yang menyebabkan gesekan pada kulit dapat menyebabkan iritasi yang bisa memperpanjang penampilan rambut yang tumbuh ke dalam.

Untuk menghindari infeksi dan peradangan semakin dalam, lakukan beberapa hal ini:

  • Jangan menggaruknya

Ujung jari dan kuku dapat memasukkan bakteri ke dalam folikel rambut dan juga dapat merusak kulit yang memungkinkan terjadinya infeksi.

  • Jangan  dicukur

Mencukur dapat memotong kulit yang bisa menyebabkan iritasi tambahan.

  • Jangan berusaha mencabutnya

Jangan memaksa ambil rambut yang tumbuh ke dalam untuk membawanya keluar dari bawah kulit

Baca juga: 6 Tips Sederhana untuk Cepat Menumbuhkan Rambut

  • Sampo setiap hari

Jaga kulit kepala kamu bersih dengan keramas setiap hari.

  • Gunakan antiseptik

Secara proaktif, gunakan krim atau pencuci antiseptik topikal. Kamu  dapat menerapkan ini dengan jari bersih atau dengan bola kapas.

Jika rambut yang tumbuh ke dalam terinfeksi meskipun kamu sudah berusaha keras, obati dengan antibiotik topikal. Jaga kebersihannya dan cobalah membujuk rambut dengan lembut. Jika infeksi berlanjut, dokter akan dapat meresepkan obat yang dapat membantu.

Cegah Infeksi Rambut yang Tumbuh ke dalam

Keinginan untuk menyentuh benjolan-benjolan kecil itu mungkin sulit dilawan, terutama jika kamu bisa melihat rambut di bawahnya. Tapi, kamu harus mengontrol diri, pastikan untuk tidak menyentuh permukaan kulit kepala dengan tangan yang belum dicuci.

Berikut ini hal-hal lain yang dapat kamu lakukan untuk mencegah memburuknya rambut yang tumbuh ke dalam dan menghindari infeksi:

Baca juga: 4 Akibat Jika Sering Ganti-Ganti Shampo

  • Hindari membiarkan kulit kepala berkeringat. Usahakan agar area itu tetap kering dan juga bersih.

  • Simpan antiseptik atau losion antibakteri setiap saat, dan gunakan secara bebas di area tersebut setelah kamu menyentuhnya.

  • Jika rambut yang tumbuh ke dalam mencuat keluar dari kulit, kamu bisa mengambilnya dengan penjepit, lakukanlah. Pastikan untuk mensterilkan penjepit terlebih dahulu dan jangan menggali rambutnya jika tidak mau keluar.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara mengobati rambut tumbuh ke dalam, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.