Kurang Pelumas Sebabkan Dispareunia, Atasi dengan 5 Cara Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kurang Pelumas Sebabkan Dispareunia, Atasi dengan 5 Cara Ini

Halodoc, Jakarta – Nyeri saat berhubungan intim nggak boleh dianggap sepele. Pasalnya kondisi ini bisa menjadi tanda dispareunia, penyakit yang menyebabkan rasa nyeri berulang ketika akan, sedang, dan setelah berhubungan intim. Selain pada Miss V, rasa nyeri bisa muncul di area kandung kemih, saluran lubang kencing, dan panggul.

Baca Juga: Miss V Sakit Saat Hubungan Intim, Bisa Jadi Dispareunia

Cara Mengatasi Kurangnya Pelumas Penyebab Dispareunia

Salah satu penyebab dispareunia adalah kurangnya pelumas ketika berhubungan intim. Hal ini terjadi karena kurangnya pemanasan atau foreplay sebelum berhubungan intim, menurunnya kadar estrogen dalam tubuh akibat menopause, serta efek samping konsumsi obat antihipertensi, penenang, antihistamin, atau pil KB.

Jika akhir-akhir ini kamu sering merasa nyeri saat berhubungan intim, bisa jadi karena kurangnya pelumas yang membuat Miss V kering. Kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa cara ini.

1. Pakai Pelumas

Pelumas biasanya berbahan dasar air dan berbentuk krim. Kamu bisa menggunakan pelumas selama berhubungan intim karena selain melembapkan Miss V, pelumas juga memudahkan pembukaan Miss V dan proses penetrasi. Hal ini mencegah timbulnya rasa nyeri saat berhubungan intim.

2. Memanfaatkan Pelembap Miss V

Pelembap digunakan untuk membantu memasukkan air ke dalam jaringan Miss V, sehingga mencegah kekeringan pada Miss V selama beberapa hari dengan satu kali pemakaian.

3. Gunakan Estrogen Vaginal

Terdapat tiga jenis estrogen vaginal yang bisa digunakan, antara lain:

  • Estrogen vaginal berbentuk cincin (estring). Alat ini dimasukkan ke dalam Miss V, berfungsi untuk melepaskan hormon estrogen secara bertahap ke jaringan Miss V. Cincin estrogen perlu diganti tiap 12 minggu karena efeknya tidak maksimal.

  • Estrogen vaginal berbentuk tablet (vagifem). Tablet ini bukan untuk diminum, melainkan dengan memasukkannya ke dalam Miss V sebanyak satu kali sehari dalam dua minggu. Setelahnya kamu tinggal menggunakan vagifem dua minggu sekali hingga waktu yang ditentukan dokter.

  • Estrogen vaginal berbentuk krim (estrace, premarin), digunakan tiap hari selama 1-2 minggu. Kemudian kurang frekuensi penggunaan menjadi 1-3 kali seminggu atau sesuai anjuran dokter.

Perlu diketahui bahwa ketiga jenis estrogen vaginal tidak dianjurkan untuk wanita dengan riwayat kanker endometrium, pernah mengalami perdarahan Miss V, mengidap kanker payudara, serta wanita hamil dan menyusui.

Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Gairah Seksual

4. Hindari Mencuci Miss V dengan Sabun

Sebisa mungkin hindari kebiasaan membersihkan Miss V dengan sabun banyak baunya, sabun dengan pewangi, atau losion. Pasalnya sabun ini bisa memperparah kekeringan pada Miss V. Jika ingin mencegah infeksi Miss V oleh jamur dan bakteri, gunakan pembersih kewanitaan yang mengandung povidone-iodine. Selama digunakan di bagian luar Miss V, cairan ini terbukti ampuh mematikan parasit penyebab infeksi, menjaga keseimbangan pH Miss V, dan mencegah  Miss V kering.

5. Terapi Hormon

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan, yakni obat oral dan transdermal dengan mengaplikasikan hormon pada kulit agar terserap ke dalam tubuh. Metode transdermal tidak berdampak pada ginjal, sedangkan obat oral berdampak negatif pada hati. Hal yang perlu diingat adalah, terapi hormon memiliki efek samping berupa perdarahan pada Miss V dan nyeri payudara. Maka itu, bicara pada dokter sebelum kamu melakukannya.

Baca Juga: Ketahui 4 Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Intim

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah Miss V kering, penyebab nyeri saat berhubungan intim. Kalau kamu punya keluhan saat berhubungan intim, jangan ragu berdiskusi dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!