Kurma Ampuh Atasi Anemia, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kurma Ampuh Atasi Anemia, Mitos atau Fakta?

Halodoc, Jakarta –  Anemia adalah suatu kondisi di mana tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh. Memiliki anemia dapat membuat kamu merasa lelah dan lemah.

Ada banyak bentuk anemia, masing-masing dengan penyebabnya sendiri. Anemia bisa bersifat sementara atau jangka panjang, dan bisa berkisar dari ringan hingga berat. Perawatan untuk anemia berkisar dari mengonsumsi suplemen hingga menjalani prosedur medis. Kamu mungkin dapat mencegah beberapa jenis anemia dengan makan-makanan yang sehat dan bervariasi.

Baca juga: Inilah Jenis-Jenis Anemia yang Merupakan Penyakit Keturunan

Seseorang dengan anemia dapat mengambil manfaat dari menambahkan makanan kaya zat besi ke dalam makanan. Selain itu, makanan tertentu dapat membantu tubuh menyerap zat besi, sedangkan yang lain dapat memblokir proses ini dan membuat anemia menjadi lebih buruk.

Di momen puasa seperti ini, lantas benarkah kurma ampuh mengatasi anemia? Dikenal karena rasanya yang manis dan lezat, kurma adalah buah-buahan yang diperoleh dari pohon palem dan diperkirakan berasal dari tanah di dekat Irak, berabad-abad yang lalu. Meskipun buah dapat dimakan segar, sering dinikmati dalam bentuk kering dan menyerupai kismis atau prem.

Baca juga: 5 Khasiat Kurma Tak Sekadar Manis

Selain kaya akan gula dan serat alami, kurma juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral. Namun, komponennya yang paling terkenal, yang bermanfaat bagi pengidap anemia adalah zat  besi. Sajian kurma 100 gram mengandung sekitar 1 gram zat besi. Juga kaya akan tembaga, yang penting untuk produksi sel darah merah, dosis kurma setiap hari akan membuat memberikan tambahan asupan zat besi di dalam tubuh, dan membuatmu terlindung dari anemia.

Kamu dapat mengonsumsi kurma sebagai takjil dengan langsung memakannya. Bisa juga dengan rendam sekitar 2 kurma tanpa biji dalam secangkir susu semalaman. Campurkan campuran tersebut di pagi hari dan minumlah dengan perut kosong, sebelum sahur. Jika kamu tidak toleran laktosa, kamu dapat merendam kurma dalam air alih-alih susu.

Manfaat Kurma yang Lain

Selain efektif membantu mengatasi anemia, kurma juga melindungi terhadap stres oksidatif dan peradangan di otak. Buah kurma adalah sumber serat makanan yang baik dan kaya akan fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulic, asam protocatechuic, dan asam caffeic. Kehadiran senyawa polifenol juga berpotensi membantu memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer dan demensia.

Kurma juga bisa membantu mengobati sembelit yang dapat membantu meningkatkan pergerakan usus yang sehat dan memastikan perjalanan makanan yang nyaman melalui saluran usus. Buah-buahan kering, termasuk kurma memiliki tingkat serat makanan dan serat yang tidak larut. Serat tidak larut yang ditemukan pada kurma meningkatkan pencernaan yang sehat dengan menumpuk kotoran dan juga dapat membantu meringankan gejala sembelit.

Baca juga: 4 Kebiasaan yang Salah saat Makan

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Columbia University Medical Center makanan yang kaya akan kalium seperti kurma dapat membantu menggantikan dan melengkapi elektrolit yang mungkin hilang karena diare kronis. Berkat kandungan seratnya yang tinggi, kurma juga dapat membantu pencernaan dan dapat mengurangi diare kronis yang tidak terduga.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai manfaat kurma lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.