14 May 2019

Langsung Merokok Saat Buka Puasa, Ini Bahayanya

Langsung Merokok Saat Buka Puasa, Ini Bahayanya

Halodoc, Jakarta - Bagi seseorang yang sudah kecanduan rokok, biasanya mereka melakukan kebiasaan buruk ini sesegera saat buka puasa tiba. Masalahnya, belum banyak yang tahu kalau merokok dalam kondisi perut kosong, seperti saat berbuka puasa, bahayanya bisa berlipat ganda.

Ketika berpuasa, kita tidak mengonsumsi makanan dan minuman kira-kira selama 14 jam. Artinya, perut berada dalam keadaan kosong dan tak ada nutrisi yang masuk. Nah, ketika buka puasa langsung merokok, maka yang kita masukan pertama ke dalam tubuh adalah zat-zat beracun.

Lalu, apa lagi sih bahaya merokok saat buka puasa?

Baca juga: 7 Kiat Berhenti Merokok

Mual hingga Pusing karena Karbon Monoksida

Ingat, karbon monoksida merupakan zat beracun yang bisa mengingat hemoglobin darah 300 kali lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Nah, ketika sirkulasi karbon monoksida dalam tubuh sangat banyak, maka tubuh bisa kekurangan oksigen dan membuat terasa pusing.

Ketika berbuka puasa sebenarnya tubuh membutuhkan nutrisi dan cairan untuk mengganti energi yang hilang selama puasa. Nah, bila kita langsung merokok saat berbuka puasa dalam keadaan perut kosong, maka kita berisiko mengalami mual, muntah, kelelahan, dan pusing akan meningkat.

Di samping itu, banyaknya kadar karbon monoksida yang bisa membuat sel-sel tubuh kekurangan oksigen, bisa menurunkan fungsi otot dan jantung. Enggak cuma itu, karbon monoksida dalam darah juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Baca juga: Kelamaan Duduk Sambil Merokok Bisa Kena Penyakit Mematikan

Awas, lama-kelamaan kondisi ini bisa menyebabkan penumpukkan plak di pembuluh darah arteri. Di samping itu, kondisi ini juga bisa membuat pembuluh darah arteri mengeras, kaku, dan kurang elastis. Ujung-ujungnya, hal ini bisa membuat pembuluh darah menyempit dan akhirnya mengarah pada penyakit jantung dan stroke.

Iritasi Saluran Napas karena Nikotin

Merokok saat buka puasa atau dalam keadaan perut kosong, juga bisa meningkatkan risiko terserang kanker paru-paru. Kok bisa? Sebab, nikotin yang diserap tubuh dalam keadaan perut kosong, bisa lebih besar dibandingkan dengan dalam keadaan perut sudah terisi. Nah, inilah yang bisa meningkatkan risiko terserang kanker paru.

Enggak cuma itu, nikotin yang mengalir dalam tubuh juga bisa meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan aliran darah ke jantung. Bahkan, nikotin juga bisa menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Semua hal ini ujung-ujungnya bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Ingat, merokok saat buka puasa atau dalam keadaan perut kosong, berarti racun akan masuk dalam darah dengan cepat. Selain itu, kebiasan merokok saat berbuka puasa juga lebih mudah memicu batuk akibat iritasi saluran napas. Ini disebabkan karena saat berbuka tenggorokan masih dalam keadaan kering. Nah, alhasil iritasi saluran napas lebih mudah terjadi bila kita merokok.

Baca juga: Sering Merokok Buat Produksi Lendir Meningkat

Di samping itu, efek nikotin juga bisa langsung masuk ke otak karena ada reseptornya. Bila kita memasukkan nikotin dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, maka tubuh bisa menjadi mual dan sakit kepala.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!