Hati-Hati, Hal ini yang Terjadi Saat Lansia Alami Patah Kaki

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hati-Hati, Hal ini yang Terjadi Saat Lansia Alami Patah Kaki

Halodoc, Jakarta - Lansia sangat rentan terhadap patah tulang dan sangat membutuhkan perawatan ekstra ketika mengalaminya. Sebab, seiring bertambahnya usia, mereka akan kehilangan kemampuan untuk menahan tekanan dan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan patah tulang.

Lansia yang mengidap osteoporosis atau kondisi lain yang menyebabkan penurunan kepadatan tulang memiliki risiko paling tinggi untuk mengalami patah tulang. Ini karena, pengidap osteoporosis memiliki kadar kalsium, fosfor, dan mineral yang rendah dalam tulang. Wanita lansia yang mengidap osteoporosis berpotensi mengalami patah tulang dua kali lipat ketimbang pria lansia pengidap osteoporosis.

Baca Juga : Ini Cara Membedakan Kaki Keseleo atau Patah Tulang

Patah kaki bisa terjadi pada lansia yang mengalami osteoporosis maupun disebabkan oleh kecelakaan. Patah kaki bukan hanya terjadi pada bagian kaki saja, melainkan pada tulang paha, tulang kering, dan tulang betis.

Gejala Patah Kaki

Gejala patah kaki yang paling terlihat jelas umumnya pada bagian tulang paha. Ini karena, tulang paha termasuk jenis tulang yang kuat, sehingga perlu tekanan yang besar untuk mematahkannya.  Gejalah patah kaki di bagian tulang lainnya biasanya tidak begitu jelas. Gejala umum dari patah kaki, yakni :

  • Rasa sakit hebat di area yang patah.

  • Rasa sakit akan meningkat saat ingin menggerakan bagian yang patah.

  • Pembengkakan.

  • Memar.

  • Kaki tampak cacat.

  • Kaki tampak memendek.

  • Kesulitan dalam berjalan atau ketidakmampuan untuk berjalan.

Perawatan Patah Kaki pada Lansia

Perawatan untuk patah tulang tergantung pada lokasi terjadinya. Sebagian besar patah tulang  yang terjadi pada tungkai dan kaki, perawatan awalnya dengan cara memelintir anggota gerak yang terluka dan melumpuhkan sendi diatas dan dibawah cedera untuk mencegah gerakan di lokasi fraktur. Kemudian, belat akan dihapus dan diganti dengan gips.

Beberapa patah tulang mungkin juga memerlukan pembedahan untuk menyelaraskan fragmen tulang dengan tepat, meningkatkan stabilitas, dan memastikan bahwa tulang akan sembuh dengan baik. Kondisi lainnya mungkin membutuhkan perangkat keras dari logam (pin, pelat, atau batang) untuk menahan tulang di tempatnya.

Baca Juga: Alami Patah Kaki Dilarang Minum Es, Mitos atau Fakta?

Komplikasi Patah Kaki

Lansia yang mengalami patah kaki mungkin sembuh lebih lambat daripada orang yang lebih muda. Selain itu, lansia juga berpotensi mengalami komplikasi tambahan dan masalah mobilitas. Berikut komplikasi yang mungkin timbul selama dan setelah proses penyembuhan :

  • Osteomielitis (infeksi tulang).

  • Kerusakan saraf dari patah tulang dan melukai saraf di dekatnya.

  • Kerusakan otot dari patah tulang di dekat otot yang berdekatan.

  • Nyeri sendi.

  • Pengembangan osteoartritis bertahun-tahun kemudian dari penyelarasan tulang yang buruk selama proses penyembuhan.

Perawatan Patah Kaki

Perawatan patah kaki tergantung pada lokasi dan jenis patah tulang. Sebelumnya, dokter perlu mendiagnosis untuk jenis tulang yang mengalami patah. Setelah menentukan jenisnya, tindakan yang mungkin dilakukan, yaitu :

1. Operasi

Dalam beberapa kasus, perangkat fiksasi internal, seperti batang, pelat, atau sekrup, perlu ditanamkan melalui prosedur pembedahan. Operasi sering diperlukan untuk jenis patah tulang, seperti :

  • Patah tulang ganda.

  • Displaced fracture, di mana kedua ujung tulang yang patah terpisah satu sama lain.

  • Fraktur yang merusak ligamen di sekitarnya.

  • Fraktur yang memanjang sampai ke bagian sendi.

  • Tulang hancur akibat kecelakaan.

  • Fraktur di area tertentu, seperti tulang paha.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan perangkat fiksasi eksternal. Perangkat ini merupakan bingkai yang berada di luar kaki dan melekat melalui jaringan kaki ke dalam tulang.

2. Obat

Pemberian obat-obatan yang dijual bebas seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil) dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan. Apabila rasa sakit menjadi sangat hebat, dokter mungkin meresepkan obat penghilang rasa sakit dalam dosis yang lebih kuat.

3. Terapi Fisik

Setelah belat, gips, atau perangkat fiksasi eksternal telah dilepas, dokter akan merekomendasikan terapi fisik untuk mengurangi kekakuan dan membantu gerakan dan kekuatan ke kaki menjadi normal kembali.

Baca Juga: Ini Waktu yang Dibutuhkan untuk Sembuh dari Patah Kaki

Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar kondisi patah tulang yang dialami lansia, diskusi saja dengan dokter Halodoc. Pakai fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!