• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Lansia Kerap Mengalami Depresi, Ini Penjelasannya

Lansia Kerap Mengalami Depresi, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Lansia Kerap Mengalami Depresi, Ini Penjelasannya

“Rasa kesepian dan terisolasi, berbagai perubahan pada fisik, dan faktor lainnya dapat menjadi penyebab depresi pada lansia. Memahami penyebab dan apa yang perlu dilakukan sangat penting. Termasuk mengetahui kapan harus mencari bantuan profesional, seperti psikiater.”


Halodoc, Jakarta - Banyak jatuh, bangun, sedih dan bahagia yang dialami selama hidup, membuat lansia terbentuk menjadi pribadi yang kuat. Namun, bukan berarti hal tersebut membuat mereka bebas dari masalah kesehatan mental, seperti depresi. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh National Association of Chronic Disease Directors, banyak lansia mengalami depresi karena situasi yang tidak sama ketika masih muda dulu. Pertambahan usia melambatkan metabolisme dan fisik. Aktivitas yang dulunya diminati bisa jadi tidak lagi nyaman dilakukan ketika usia sudah senior. 

Baca juga: Ini 7 Alasan Lansia Kerap Mengalami Gangguan Jiwa

Penyebab Depresi pada Lansia

Depresi pada lansia sebenarnya lebih dari sekadar suasana hati yang down. Seiring bertambahnya usia, perubahan hidup yang signifikan meningkatkan risiko depresi, yang mencakup:

1.Masalah Kesehatan

Penyakit dan kecacatan, sakit kronis atau berat, penurunan kognitif, kerusakan bentuk tubuh akibat pembedahan atau penyakit dapat berkontribusi pada depresi.

2.Kesepian dan Rasa Terisolasi

Faktor-faktor, seperti hidup sendirian, lingkaran sosial yang semakin kecil akibat kematian atau perpindahan tempat tinggal, mobilitas yang menurun karena sakit sangat dapat memicu depresi.

3.Tujuan Hidup yang Tak Lagi Jelas

Masa pensiun dapat menyebabkan hilangnya identitas, status, kepercayaan diri, keamanan finansial, dan meningkatkan risiko depresi. Keterbatasan fisik pada aktivitas yang biasanya dinikmati juga memengaruhi tujuan hidup para lansia.

4.Ketakutan

Depresi ini juga dapat disebabkan oleh ketakutan akan kematian serta kecemasan atas masalah keuangan ataupun masalah kesehatan.

5.Ditinggalkan Orang yang Disayangi 

Kematian teman, anggota keluarga, dan hewan peliharaan, atau kehilangan pasangan adalah penyebab umum depresi pada orang dewasa yang lebih tua.

Depresi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang signifikan. Jika lansia di dekatmu ada yang mengalami tanda-tanda depresi, segera buat janji dengan psikiater di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, dan dampingi mereka menjalani pengobatan.

Baca juga: Tips Mencegah Malnutrisi pada Lansia

Penanganan yang Bisa Dilakukan

Ada yang beranggapan kalau menginjak usia tertentu akan sulit buat seseorang untuk mempelajari keterampilan baru, mencoba kegiatan baru, atau membuat perubahan gaya hidup.

Sebenarnya, otak manusia tidak pernah berhenti berubah, di usia senior sekalipun, orang-orang tetap bisa mempelajari hal-hal baru dan beradaptasi dengan ide-ide baru, sehingga membantu pencegahan depresi.

Mengatasi depresi akan melibatkan aktivitas-aktivitas baru yang disukai, belajar beradaptasi dengan perubahan, tetap aktif secara fisik dan sosial, dan merasa terhubung dengan komunitas dan orang-orang yang disayangi.

Berikut ini beberapa tips untuk menangani gejala depresi yang dialami:

  • Tetap terhubung. Meski rasanya ingin mengisolasi diri sendiri, lawanlah perasaan ini. Berusahalah untuk terhubung dengan orang lain dan batasi waktu sendirian. Jika tidak bisa keluar untuk bersosialisasi, undang orang yang dicintai untuk berkunjung, atau berhubungan melalui telepon.
  • Pelihara hewan. Hewan peliharaan dapat menemani lansia menjalani kehidupan sehari-hari. Misalnya, menjadi teman olahraga yang baik dan cara yang bagus untuk bertemu orang lain atau penyuka hewan lain.
  • Temukan makna dan tujuan hidup. Ada banyak cara untuk menemukan makna baru dalam hidup dan terus merasa terlibat di dunia. Fokuslah pada apa yang masih bisa dilakukan, bukan apa yang dulu bisa dilakukan.
  • Bepergian. Setelah pensiun dan anak-anak punya kehidupannya masing-masing, lansia mungkin memiliki lebih banyak waktu untuk mengunjungi tempat-tempat yang selalu ingin dikunjungi.
  • Terapkan kebiasaan sehat. Semakin baik lansia merawat tubuhnya, semakin baik suasana hati yang dimiliki. Jadi, cobalah untuk rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan istirahat yang cukup.

Perawatan depresi sama efektifnya pada orang berusia muda dan lansia. Namun, karena depresi pada lansia sering dipicu atau diperparah oleh situasi atau tantangan hidup yang sulit, rencana perawatan apa pun harus mengatasi masalah itu juga. Satu hal yang penting adalah, kenali gejalanya dan segera cari bantuan saat dirasa perlu.

Referensi:
National Association of Chronic Disease Directors. Diakses pada 2021. The State of Mental Health and Aging in America.
Help Guide. Diakses pada 2021. Depression in Older Adults: Signs, Symptoms, Treatment.