29 March 2019

Lebih Bahaya Mana Anemia Pernisiosa Vs Anemia Defisiensi Besi?

Lebih Bahaya Mana Anemia Pernisiosa Vs Anemia Defisiensi Besi?

Halodoc, Jakarta – Anemia adalah suatu kondisi medis di mana darah dalam sel darah merah normal rendah. Anemia pernisiosa adalah salah satu anemia defisiensi vitamin B-12. Ini disebabkan oleh ketidakmampuan untuk menyerap vitamin B-12 yang dibutuhkan tubuh dalam membuat sel-sel darah merah yang cukup sehat.

Anemia pernisiosa adalah kondisi yang langka dengan prevalensi 0,1 persen pada populasi umum dan 1,9 persen pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun, menurut sebuah studi tahun 2012 dalam Journal of Blood Medicine.

Jenis anemia ini disebut "merusak" karena pernah dianggap sebagai penyakit mematikan. Ini karena kurangnya perawatan yang tersedia. Tapi, hari ini penyakit ini relatif mudah diobati dengan suntikan atau suplemen B-12. Jika tidak diobati, kekurangan vitamin B-12 dapat menyebabkan komplikasi parah.

Baca juga: 3 Fakta Tentang Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

Setiap organ dan jaringan dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk bekerja. Sel darah merah adalah sistem transportasi yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ketika kamu mengidap anemia, tubuh tidak memiliki cukup sel-sel darah ini.

Kamu akan mendapatkan anemia defisiensi besi ketika tubuh kekurangan zat besi. Kamu membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin dan protein yang membantu sel darah merah membawa oksigen. Tanpa cukup oksigen dalam darah, kamu mungkin merasa lelah, lemah, dan napas pendek.

Dokter akan mencari tahu mengapa zat besimu rendah. Biasanya, kamu dapat mengobati anemia defisiensi besi dengan suplemen. Setelah tingkat zat besi meningkat, kamu akan mulai merasa lebih baik.

Penyebab anemia defisiensi besi bisa terjadi jika kamu tidak makan cukup makanan yang mengandung zat besi, sehingga tubuh tidak dapat menyerap zat besi dengan baik. Dampaknya kamu kehilangan zat besi melalui darah apalagi kalau sedang dalam kondisi hamil.

Berapa banyak zat besi yang kamu butuhkan tergantung pada usia dan jenis kelaminmu. Laki-laki membutuhkan setidaknya 8 miligram setiap hari. Perempuan usia 50 tahun dan lebih muda membutuhkan lebih banyak yaitu 18 miligram.

Baca juga: Orang yang Berpotensi Terkena Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

Ketika tubuh tidak dapat menyerap zat besi, itu bisa menjadi pertanda kalau kamu sedang mengalami penyakit seliaka, kolitis ulserativa, atau penyakit Crohn yang dapat mempersulit usus untuk menyerap zat besi. Pembedahan, seperti bypass lambung yang menghilangkan bagian dari usus, dan obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan asam lambung juga dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi.

Anemia Pernisiosa Vs Anemia Defisiensi Besi

Kekurangan vitamin B-12 lainnya, seperti yang disebabkan oleh pola makan yang buruk sering dikacaukan dengan anemia pernisiosa. Anemia pernisiosa merupakan gangguan autoimun. Ini hasil dari kurangnya IF (sejenis protein yang dibutuhkan oleh tubuh) dan penyerapan B-12 yang buruk.

Kekurangan vitamin ini dapat diobati dengan mengubah diet atau menambahkan suplemen B-12 atau injeksi B-12 ke dalam pola makanmu. Pada orang dengan defisiensi B-12 atau anemia rutin, tubuh dapat menyerap B-12. Di sisi lain, seseorang dengan anemia pernisiosa kesulitan melakukannya. Anemia pernisiosa juga terlihat pada anak-anak yang dilahirkan dengan cacat genetik yang mencegah mereka membuat IF.

Baca juga: Waspada, Ini 5 Gejala Anemia Defisiensi Vitamin B12 dan Folat

Untuk anemia pernisiosa, dokter perlu melakukan pemantauan kesehatan jangka panjang. Ini akan membantu mengidentifikasi kemungkinan dampak serius dari anemia pernisiosa. Komplikasi paling berbahaya adalah kanker lambung.  Sedangkan komplikasi potensial lainnya, termasuk kerusakan saraf, masalah saluran pencernaan, masalah memori, kebingungan, atau gejala neurologis lainnya, dan kerusakan jantung.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak perbedaan antara anemia pernisiosa dan anemia defisiensi besi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.