Lebih Bahaya Mana, Hepatitis A, B, atau C?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Lebih Bahaya Mana, Hepatitis A, B, atau C?

Halodoc, Jakarta - Virus yang menyerang organ hati membuat organ satu ini mengalami infeksi dan peradangan. Kondisi ini dikenal dengan hepatitis, terbagi menjadi hepatitis kronis dan akut. Tidak hanya satu, penyakit hepatitis terbagi menjadi lima jenis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Ini disebabkan karena jenis virus yang menginfeksi hati. 

Nah, masing-masing jenis dari penyakit hati ini memiliki gejala yang tidak jauh berbeda. Namun, dari kelima jenis ini, tidak ada satu yang boleh disepelekan. Kamu harus tahu, peradangan pada organ hati yang terjadi karena virus hepatitis memicu munculnya jaringan parut atau fibrosis, sirosis hati, hingga kanker hati. Tentu saja, kondisi ini membutuhkan pertolongan segera. 

Mana yang Lebih Berbahaya, Hepatitis A, B, atau C?

Mengenali gejala dari penyakit hepatitis, baik A sampai E, memang wajib. Kamu bisa melakukan deteksi dini dan mendapatkan penanganan segera. Jadi, komplikasi buruk yang terjadi karena hepatitis bisa dihindari. Melakukan skrining kesehatan tentu diperlukan. Kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan saran dan diagnosis yang lebih akurat. 

Baca juga: Fakta Tentang Penyakit Hepatitis

Lalu, mana di antara penyakit hepatitis A, B, dan C yang lebih berbahaya? Sebelum sampai pada pembahasan tersebut, kamu perlu tahu dulu ketiga jenis hepatitis ini, yaitu:

  • Hepatitis A

Hepatitis jenis ini menginfeksi seseorang melalui perantara makanan yang terkontaminasi oleh feses pengidap hepatitis A. Hepatitis ini masuk ke dalam kategori akut, karena mayoritas pengidap hepatitis A bisa sembuh dengan sendirinya. Kelainan ini pun tidak berkembang menjadi hepatitis yang bersifat kronis. 

Tidak hanya itu, hepatitis A bisa ditularkan melalui hubungan intim pada pasangan yang salah satunya mengidap penyakit ini. Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena sekarang telah ada vaksin yang bisa mencegah kamu terinfeksi virus hepatitis A. 

Baca juga: 10 Tanda Hepatitis yang Tidak Boleh Diabaikan

  • Hepatitis B

Virus hepatitis bisa ditularkan melalui kontak darah dari seseorang yang sudah terinfeksi. Biasanya, proses penularan ini terjadi melalui transfusi darah yang terkontaminasi, penggunaan peralatan medis, air mani, jarum suntik, atau cairan tubuh lainnya. Bayi yang berada di dalam kandungan pun bisa ditularkan melalui darah ibu yang terinfeksi hepatitis B.

Jenis hepatitis ini termasuk berbahaya, karena bisa menimbulkan komplikasi berupa kematian. Sama halnya dengan hepatitis A, pencegahannya bisa dilakukan dengan vaksin virus hepatitis B.

  • Hepatitis C

Lalu, ada lagi hepatitis C. Penularannya tidak jauh berbeda dengan hepatitis B, yaitu melalui kontak darah. Meski begitu, hubungan intim juga bisa meningkatkan risiko penularan hepatitis C, walaupun penularan ini terbilang jarang terjadi. Hepatitis tipe ini pada mulanya akan tampak ringan, tetapi seiring waktu akan berubah menjadi penyakit kronis. Sayangnya, sejauh ini belum ada vaksin yang bisa mencegah infeksi virus hepatitis ini. 

Baca juga: 2 Perbedaan Hepatitis dan Sirosis Hati

Dari ketiga penjelasan spesifik mengenai masing-masing jenis hepatitis tadi, ternyata hepatitis B adalah jenis yang paling berbahaya, disusul hepatitis C. Pasalnya, hepatitis B cenderung berkembang menjadi kanker hati, sementara hepatitis C lambat laun berubah menjadi penyakit kronis, ditambah lagi dengan belum adanya vaksin sebagai upaya pencegahan penularannya. 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Hepatitis Health Center. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hepatitis B.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hepatitis A.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hepatitis C.