• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Hepatitis A

Hepatitis A

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hepatitis A

Pengertian Hepatitis A

Hepatitis A adalah infeksi hati akibat virus dari feses pengidap yang terinfeksi. Gejala biasanya tidak serius dan kebanyakan pengidap bisa sembuh total dalam waktu beberapa bulan. Dalam kasus yang jarang terjadi, hepatitis A dapat mengancam jiwa akibat hati tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Proses penularan penyakit dapat terjadi akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi feses pengidap, atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Salah satu upaya membentengi diri dari paparan virus adalah dengan melakukan vaksinasi.

Penyebab Hepatitis A

Hepatitis tipe ini disebabkan oleh virus yang menginfeksi sel hati dan menyebabkan peradangan. Peradangan dapat memengaruhi cara kerja hati, sehingga sejumlah gejala bisa muncul. Penyakit ini tidak menyebar melalui bersin atau batuk, tetapi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. 

Berikut ini beberapa cara spesifik penyebaran virus hepatitis A:

  • Mengonsumsi makanan yang disediakan oleh pengidap tanpa mencuci tangan terlebih dulu.
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi feses pengidap.
  • Mengonsumsi kerang mentah dari air yang sudah tercemar limbah
  • Berinteraksi dengan pengidap atau seseorang yang memiliki gejala.
  • Berhubungan seksual dengan pengidap.

Faktor Risiko Hepatitis A

Seseorang yang belum melakukan vaksinasi memiliki risiko tinggi untuk terpapar virus. Sebagian besar kasusnya terjadi pada anak-anak dan beberapa orang dengan faktor risiko berikut ini:

  • Bepergian atau bekerja di wilayah dengan kasus hepatitis yang tinggi.
  • Bekerja atau menitipkan anak di daycare.
  • Tinggal dengan seorang pengidap.
  • Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis.
  • Positif mengidap HIV.
  • Memiliki kelainan faktor pembekuan darah, seperti hemofilia.
  • Memakai segala jenis obat-obatan terlarang atau narkotika.

Gejala Hepatitis A

Gejala bisa berkembang sekitar 4 minggu setelah seseorang terinfeksi dan biasanya dapat berlangsung selama beberapa bulan. Gejalanya meliputi:

  • Mengalami rasa lelah berlebihan.
  • Mengalami nyeri sendi dan otot.
  • Mengalami kenaikan suhu tubuh.
  • Mengalami penurunan nafsu makan.
  • Mengalami rasa sakit di bagian kanan atas perut.
  • Mengalami sakit kuning.
  • Mengalami perubahan warna pada urine atau feses menjadi lebih gelap.
  • Mengalami gatal-gatal pada kulit.

Diagnosis Hepatitis A

Diagnosis dilakukan dengan mendeteksi antibodi imunoglobulin G (IgM) spesifik HAV dalam darah. Tes tambahan yang dilakukan termasuk reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk mendeteksi RNA virus hepatitis A yang dilakukan di laboratorium khusus.

Pengobatan Hepatitis A

Penyakit ini tidak memiliki langkah penanganan khusus, karena sistem kekebalan tubuh akan melenyapkan virus dengan sendirinya. Langkah pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk meringankan gejala yang dialami. Jika kamu merasa tidak enak badan, ini beberapa hal yang sebaiknya dilakukan:

  • Banyak beristirahat.
  • Konsumsi obat penghilang rasa nyeri, seperti ibuprofen dan paracetamol.
  • Perhatikan lingkungan tempat tinggal. Pastikan memiliki ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara.
  • Kurangi gejala mual dan muntah-muntah dengan mengonsumsi makanan ringan atau buah-buahan.
  • Hindari konsumsi alkohol.
  • Jangan berhubungan seksual terlebih dulu sampai waktu yang ditentukan.
  • Terapkan langkah kebersihan yang baik, seperti rajin mencuci tangan.

Pencegahan Hepatitis A

Penyebaran virus hepatitis dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Melakukan vaksinasi.
  • Perbaikan sanitasi di lingkungan tempat tinggal.
  • Perhatikan pembuangan limbah.
  • Terapkan praktik kebersihan pribadi.
  • Jangan berbagi penggunaan barang pribadi.

Komplikasi 

Pengidap biasanya sembuh dari penyakit ini tanpa komplikasi. Dalam kasus yang jarang terjadi,  kondisi ini dapat menyebabkan gagal hati. Gagal hati karena hepatitis A lebih sering terjadi pada orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun dan pada pengidap penyakit hati lain.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri di rumah sakit terdekat jika mengalami sejumlah gejala yang disebutkan. Segera dapatkan vaksin hepatitis atau suntikan imunoglobulin (antibodi) dalam waktu dua minggu setelah mencurigai adanya paparan virus. Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, dan pola hidup sehat lainnya, silahkan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2022. Hepatitis A.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Hepatitis A.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Hepatitis.
National Health Service UK. Diakses pada 2022. Hepatitis.