Lebih Baik Mana? Minum Air Putih Atau Teh Hangat Saat Sahur

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Puasa, Menu Sehat, dehidrasi saat puasa, AIr putih vs Teh hangat untuk sahur

Halodoc, Jakarta - Bulan puasa menjadi momen krusial bagi tubuh kita, karena pola makan dan tingkat nafsu makan setiap orang menjadi berubah. Hal ini bisa berdampak bagi kesehatan tubuh setiap orang. Untuk itu, kamu perlu lebih pandai dalam menjaga kesehatan dan mengatur pola makan, agar tetap terjaga kesehatannya.

Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, yaitu di saat kamu dapat makan dan minum setiap saat, kini kamu harus lebih pandai menyiasati waktu makan dan minum. Tujuannya adalah supaya di siang hari kamu tidak merasa lemas atau bahkan mengalami dehidrasi. Di samping itu, saat sahur dan berbuka juga sebaiknya tidak membuat kamu menjadi kalap karena terlalu banyak makan.

Salah satu cara sehat yang dapat dilakukan saat sahur adalah dengan meminum minuman hangat. Air putih hangat menjadi rekomendasi utama untuk dikonsumsi saat sahur. Dengan meminum air putih hangat saat sahur, khususnya saat kamu baru saja bangun tidur dan belum menyantap makanan, maka kamu dapat membuat perut menjadi lebih nyaman. Tidak perlu banyak-banyak, cukup satu gelas air putih hangat saja untuk membuat perut kamu merasa nyaman saat sahur.

Baca juga: 3 Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi

Meski demikian, beberapa orang ada yang lebih memilih meminum teh hangat ketika sahur. Meminum teh saat sahur sebenarnya tidak dianjurkan, karena teh mengandung kafein yang bersifat diuretik, sehingga dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.

Ketika kamu meminum satu gelas teh hangat, maka rasa haus yang datang perlu digantikan dengan tiga gelas air putih dalam takaran yang sama. Cairan pengganti rasa haus sebaiknya memang langsung dikonsumsi saat sahur, tetapi kebanyakan orang sudah kembung karena terlalu banyak minum. Jika rasa haus tersebut tidak dipenuhi saat ibadah puasa berlangsung, kemungkinan leher dan mulut akan terasa kering. Rasa haus pun semakin kuat dirasakan, karena belum sempat mengganti efek teh dengan air putih.

Berikut beberapa risiko apabila meminum teh hangat di saat sahur:

  1. Lemas

Teh mungkin memberikan kekuatan pada seseorang, karena mengandung kafein. Sayangnya, sifatnya hanya sementara. Hal inilah yang menyebabkan rasa lemas muncul saat puasa sudah mulai dijalankan sejak pagi hingga sore hari. Terutama teh yang diberikan gula, sifatnya hanya memberikan energi selama setengah jam saja. Setelah satu hingga dua jam kemudian, tubuh akan kembali menurun tenaganya.

Baca juga: Khasiat Madu yang Tak Perlu Diragukan Bagi Pria

  1. Diuretik

Sifat teh adalah diuretik atau membuat seseorang ingin buang air kecil. Cairan tubuh akan terkuras lebih cepat akibat sifat diuretik tersebut. Rasa haus akan menjadi lebih cepat datang dan asupan cairan dalam tubuh semakin cepat berkurang, karena perasaan ingin buang air kecil yang menjadi lebih besar.

Daripada meminum teh, lebih baik kamu meminum susu rendah lemak hangat yang ternyata juga sangat direkomendasikan saat sahur. Susu termasuk dalam minuman yang dapat mencegah kamu mengalami dehidrasi selama berpuasa. Susu pun memiliki banyak nutrisi yang dapat menjaga tubuh tetap bugar seharian penuh.

Baca juga: 6 Manfaat Madu untuk Anak

Itulah yang perlu menjadi pertimbangan kamu dalam memilih minuman saat sahur. Karena minuman saat sahur juga dapat menentukan bagaimana kondisi tubuh kamu ketika puasa di siang harinya. Apabila kamu mengalami gangguan kesehatan yang diakibatkan dari minuman yang kamu konsumsi, kamu dapat mengadukan keluhan kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.