20 March 2019

Luka Susah Sembuh Akibat Hemofilia, Harus Apa?

Luka Susah Sembuh Akibat Hemofilia, Harus Apa?

Halodoc, Jakarta – Hemofilia merupakan jenis penyakit yang menyebabkan tubuh pengidapnya mengalami kesulitan dalam menyembuhkan luka. Hal itu terjadi karena pengidap penyakit ini kekurangan suatu protein di dalam darahnya. Protein yang “hilang” tersebut memiliki fungsi untuk membantu menggumpalkan darah. Alhasil, saat terluka, pengidap hemofilia akan mengalami perdarahan lebih lama dibanding orang pada umumnya.

Kabar buruknya, penyakit ini lebih sering dialami pria dibandingkan wanita. Penyakit hemofilia adalah jenis penyakit bawaan yang bisa diturunkan karena mutasi gen yang menyebabkan perubahan dalam untaian kromosom atau DNA. Mutasi yang terjadi menyebabkan proses dalam tubuh tidak berjalan dengan normal yang bisa berasal dari ayah, ibu, atau keduanya.

Baca juga: Darah Encer Akibat Hemofilia, Apa Bahayanya?

Ada beberapa jenis penyakit hemofilia, namun yang paling banyak terjadi dan umum ditemui adalah hemofilia A dan B. Hingga kini masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan gangguan ini. Meski demikian, pengidapnya tetap bisa dengan normal selama menerapkan pola hidup yang sehat dan selalu menangani gejala yang muncul dengan tepat. Pengidap hemofilia juga sebaiknya menghindari hal-hal yang bisa memicu terjadinya perdarahan.

Mengatasi Perdarahan Luka Berlebih pada Pengidap Hemofilia

Karena tubuh tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan perdarahan dengan cepat, maka menghindari luka adalah hal yang sebaiknya dilakukan pengidap hemofilia. Tapi, jika perdarahan terlanjur terjadi, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu luka lebih cepat kering. Apa saja?

1. Istirahatkan Bagian yang Terluka

Salah satu penanganan luka yang bisa dilakukan pada pengidap penyakit ini adalah mengistirahatkan sendi atau bagian tubuh yang mengalami perdarahan. Setelah itu, secara perlahan letakkan lengan atau kaki yang terluka ke atas bantal. Agar luka cepat kering, hindari menggerakkan persendian yang terluka untuk beberapa saat.

Baca juga: Ibu Perlu Tahu Cara Pencegahan Pendarahan pada Hemofilia

2. Kompres Luka dengan Es

Pertolongan luka pada pengidap hemofilia juga bisa dilakukan dengan meletakkan kantong es di bagian tubuh yang terluka. Diamkan dan kompres bagian tersebut selama lima menit, kemudian angkat dan beri jeda sekitar 10 menit sebelum kembali mengompres luka.

Ulangi kompres bagian luka selama beberapa kali, terutama jika bagian yang terluka masih terasa panas. Nyatanya, mengompres bagian yang terluka bisa membantu meringankan rasa sakit dan memperlambat laju perdarahan.

3. Balut Luka

Agar perdarahan bisa segera berhenti, coba beri tekanan dengan menggunakan perban elastis. Balut persendian atau bagian yang terluka secara lembut alias tidak terlalu keras. Tekanan yang tidak terlalu keras bisa memperlambat laju perdarahan.

4. Posisi yang Lebih Tinggi

Agar perdarahan cepat berhenti, posisikan bagian tubuh yang terluka lebih tinggi. Ini bisa membantu menurunkan tekanan pada bagian yang terluka, sehingga laju keluarnya darah menjadi lebih lambat dan bisa segera berhenti.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini mungkin diturunkan dari wanita atau ibu ke anaknya, sekalipun sang ibu tidak pernah mengalami gejala hemofilia. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan hemofilia bisa terjadi pada orang yang bahkan tidak memiliki riwayat keluarga terhadap penyakit ini. Salah satu cara berdamai dan hidup nyaman dengan hemofilia adalah selalu menangani gejala dengan tepat. Dengan kata lain, pengidapnya harus selalu mewaspadai kondisi tubuh, menghindari pemicu perdarahan, dan harus selalu mengetahui cara mengatasi gejala akibat penyakit ini.

Baca juga: Darah Sulit Membeku, Apa Akibatnya?

Cari tahu lebih lanjut mengenai hemofilia dan cara menangani gejalanya dengan bertanya ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi hidup sehat dan informasi seputar kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!