Maag Kambuh Saat Puasa, Apa Sebabnya?

Maag Kambuh Saat Puasa, Apa Sebabnya?

Halodoc, Jakarta – Sebentar lagi bulan Ramadan tiba. Umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri menyambut bulan penuh rahmat karena sebentar lagi, mereka akan berpuasa sebulan penuh.

Sayangnya ada beberapa kondisi yang terkadang memaksa seseorang membatalkan puasa atau bahkan memutuskan tidak berpuasa. Salah satunya karena penyakit maag atau dispepsia. Lantas, mengapa maag bisa kambuh saat puasa? Adakah cara untuk mencegahnya?

Baca Juga: Jangan Khawatir Sakit, 6 Manfaat Berpuasa

Mengenal Dua Tipe Maag dan Penyebabnya

Sebelum membahas alasan maag kerap kambuh saat puasa, kamu perlu tahu kalau ternyata, ada dua tipe maag yang diidap seseorang, yakni maag fungsional dan maag organik. Klasifikasi ini diketahui setelah kamu melakukan pemeriksaan endoskopi. Ini perbedaannya:

  • Maag fungsional disebabkan karena pola makan yang tidak teratur, kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta konsumsi makanan yang bisa mencetus maag. Di antaranya meliputi kebiasaan konsumsi makanan terlalu pedas, asam, dan berbumbu. Berpuasa justru diklaim mampu membuat gejala maag tipe ini berkurang.
  • Maag organik terjadi ketika ada kerusakan struktural dalam lambung. Misalnya ketika dilakukan endoskopi, ada bercak luka, polip, atau tumor di lambung. Pada maag tipe ini, biasanya aktivitas berpuasa bisa memperberat gejala yang timbul, sehingga tidak diwajibkan.

Berbeda dengan maag organik yang bisa ditangani secara medis dan disembuhkan total, maag fungsional kerap kambuh saat puasa. Hal ini karena dipicu beberapa faktor, yakni pola makan saat puasa dan gaya hidup.

Baca Juga: Ini Penjelasan Puasa dapat Menyembuhkan Maag

Gejala Maag Kambuh Saat Puasa

Selama berpuasa, kamu tidak makan dan minum selama hampir 14 jam. Sementara asam lambung tetap diproduksi, meski tidak ada asupan yang bisa dicerna.

Gejala maag fungsional saat kambuh meliputi nyeri ulu hati, perih, mual, muntah, kembuh, dan perasaan tidak nyaman saat sahur ataupun berbuka. Pada kasus yang berat, terjadi muntah darah atau feses bercampur darah. Lantas, bagaimana cara mencegah maag kambuh saat puasa?

  • Usahakan selalu sahur. Sebaiknya pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks atau lambat dicerna, sehingga tubuh tidak mudah lapar pada siang hari. Misalnya kentang, beras merah, roti gandum, dan oatmeal. Minum minimal dua gelas air putih agar tubuh tidak dehidrasi selama menjalani puasa. Jangan langsung tidur setelah sahur karena berpotensi menaikkan asam lambung ke kerongkongan.
  • Menyegerakan berbuka. Namun, mulai makan dengan porsi kecil dan beri jeda 30 menit sebelum makan porsi besar. Minum minimal dua gelas air putih saat berbuka dan empat gelas air putih saat makan malam.
  • Hindari makanan pemicu, seperti makanan terlalu pedas, asam, bersantan, dan berlemak. Makanan yang digoreng juga tidak terlalu dianjurkan karena cenderung tinggi lemak jenuh. Lebih baik konsumsi makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang saat berbuka. Pastikan kamu memasukkan buah dan sayuran ke dalam menu sahur dan berbuka.
  • Hindari minuman pemicu, yaitu minuman yang meningkatkan asam lambung seperti kopi, teh, atau minuman asam.

Baca Juga: Alasan Buka Puasa Dianjurkan Tidak Langsung Makan Berat

Itulah alasan maag rentan kambuh saat puasa. Kalau kamu mengalami kondisi serupa, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!