12 June 2018

Ini Penjelasan Puasa dapat Menyembuhkan Maag

Ini Penjelasan Puasa dapat Menyembuhkan Maag

Halodoc, Jakarta – Menjalankan ibadah puasa sebulan penuh bagi pemeluk agama Islam tidak hanya mendatangkan pahala bagi mereka, melainkan juga memberikan manfaat bagi kesehatan. Bayangkan saja, efek apa yang akan tubuh rasakan saat sebulan penuh berhenti atau mengurangi rokok, minuman berkafein tinggi, dan menjaga pola makan secara teratur.

Namun, bagi penderita maag mungkin akan ragu menjalankan ibadah puasa sebab bisa saja maag mereka akan menjadi semakin parah. Sebetulnya, wajar jika pengidap maag akan merasa cemas saat menjalani puasa, sebab mereka akan tidak makan dan minum selama kurang lebih 13 jam. Itu berarti selama waktu tersebut sistem tubuhmu akan beristirahat dan tidak menerima makanan atau minuman, termasuk diantaranya obat-obatan.

(Baca juga: 4 Tips Cegah Maag Kambuh saat Puasa)

Cara Puasa Menyembuhkan Maag

Membayangkan kondisi seperti di atas, mungkin kamu akan mengambil kesimpulan bahwa puasa berbahaya bagi pengidap maag. Namun, kamu tidak boleh ambil keputusan seperti itu. Sebab, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ternyata puasa menyembuhkan maag secara perlahan, lho. Kok bisa? Begini penjelasannya:

Maag (indigestion) adalah istilah yang menggambarkan nyeri yang berasal dari lambung, usus halus, atau bahkan kerongkongan akibat sejumlah kondisi. Sebutan lain sakit maag adalah dispepsia. Maag biasanya ditandai dengan gejala rasa sakit atau perih di daerah ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sering bersendawa, nafsu makan menurun, nyeri atau panas dada, dan mulut terasa pahit.

Nah, sebuah penelitian yang dilakukan di Paris mengungkapkan bahwa ternyata peningkatan asam lambung hanya akan terjadi pada minggu awal puasa saja. Setelah memasuki minggu kedua pun asam lambung akan kembali normal. Sebab dengan berpuasa, kadar hormon gastrin dalam tubuh akan membantu menurunkan asam lambung.

Maag termasuk penyakit umum di Indonesia. Menurut data yang dilakukan di beberapa pusat endoskopi di Indonesia terdapat sekitar 7000 kasus maag dengan 86,4 persen dari jumlah tersebut merupakan dispepsia fungsional.

Dispepsia fungsional sendiri ialah kondisi sakit maag yang tidak diketahui penyebabnya atau pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan kelainan yang bermakna pada saluran cerna atas. Sakit maag fungsional ini terjadi karena kebiasaan makan yang tidak teratur dan konsumsi camilan untuk lambung yang tidak sehat, seperti makan yang mengandung coklat dan keju serta makanan yang mengandung minyak, konsumsi kopi dan minuman bersoda sepanjang hari, merokok, dan stres.

Sementara pada kelompok yang menderita sakit maag organik semisal adanya luka dalam di kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari juga tetap dianjurkan berpuasa, tetapi wajib disertai dengan konsumsi obat tertentu. Karena tahapan awal dalam mengobati maag adalah keteraturan makan, menghindari camilan, menghindari makanan yang mengandung coklat, keju, dan lemak, serta menghindari stres.

(Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Maag)

Selama puasa pun pasti kamu akan makan dengan sangat teratur. Saat berbuka kamu harus berusaha mengonsumsi makanan manis nan ringan, baru setelah salat magrib makan dengan porsi normal. Jadi, selama kamu menghindari hal-hal buruk seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bukan tidak mungkin puasa menyembuhkan maag itu benar adanya, sehingga kamu akan dapat menjalani puasa sebulan penuh tanpa beban.

Jika suatu waktu maag tiba-tiba saja kambuh, kini kamu bisa beli produk kesehatan yang kamu butuhkan lewat aplikasi Halodoc. Pesananmu akan diantar dalam waktu kurang dari satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!