15 March 2018

Macam-macam Metode Melahirkan yang Perlu Ibu Tahu

Macam-macam Metode Melahirkan yang Perlu Ibu Tahu

Halodoc, Jakarta – Melahirkan adalah momen paling berharga yang saking sakralnya sampai-sampai pasangan mengabadikannya lewat video. Bahkan seiring dengan kecanggihan teknologi dan gencarnya kampanye go green membuat ragam metode melahirkan semakin bervariasi. Yuk, simak di sini macam-macam metode melahirkan yang perlu ibu tahu.

  1. Lotus Birth

Lotus birth adalah metode melahirkan dengan membiarkan tali pusat bayi tetap terhubung dengan plasenta. Metode ini diyakini dapat meningkatkan imun bayi secara natural. Bayi sudah terhubung dengan plasenta selama 9 bulan, melepas paksa hanya akan membuat bayi trauma. Sebaiknya biarkan plasenta terlepas sendiri, ini yang terbaik untuk masa transisi bayi dari dalam perut ibu kemudian pindah ke dunia luar.

Namun ternyata Dr. William Schweizer, pakar kelahiran dan dokter kandungan dari New York University Langone Medical Center berpendapat bayi yang tetap terhubung dengan jaringan mati (plasenta) berkemungkinan tertular infeksi.

Kalau ibu ingin tahu lebih banyak mengenai metode melahirkan ini atau metode lainnya bisa ajukan langsung ke Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih ngobrol lewat Video/Voice Call atau Chat dan langsung terhubung dengan dokter-dokter spesialis di bidangnya.

  1. Water Birth

Metode ini sesuai dengan namanya dimana proses melahirkan dilakukan di dalam air. Cara ini dipercaya dapat menghilangkan trauma bayi yang dibawa keluar dari ruang nyaman rahim ibu ke dunia luar. Proses yang dilakukan di dalam air juga memberikan kenyamanan dan meminimalisir rasa sakit ibu saat proses persalinan berlangsung. Meski begitu British Medical Journal meyakini tetap saja ada kemungkinan 5 persen dimana proses persalinan ini terhambat ketika bayi tanpa sengaja menghirup air ataupun tali pusar yang tak sengaja patah sehingga membuat bayi kehilangan oksigen.

  1. Vaginal Birth

Ataupun kelahiran normal adalah proses kelahiran biasa melalui vagina ibu. Metode melahirkan tipe ini memang yang paling disarankan karena proses kesembuhan yang cepat. Selain itu metode melahirkan dengan vaginal birth juga minim komplikasi, ibu bisa langsung memegang bayi dan menyusuinya.

Walaupun begitu risiko untuk vaginal birth tetap saja ada. Terutama untuk wanita di atas 30 tahun yang melahirkan dengan metode ini. Usia yang bertambah membuat otot ligamen tidak lagi sefleksibel dulu, sehingga ada saja kemungkinan otot robek ketika mengejan.

  1. Gentle Birth

Metode melahirkan ini meyakini kalau bayi bisa mencari jalan keluarnya sendiri. Bahkan proses melahirkan tidak ubahnya seperti dorongan BAB atau buang air kecil yang bisa dilakukan tanpa bantuan medis. Peran ibu adalah membantu bayi menemukan jalan keluarnya tanpa perlu dipaksa.

Proses melahirkan dengan metode gentle birth sejatinya sudah lama dilakukan oleh manusia zaman purba. Dimana ibu hamil tidak harus melahirkan dengan cara tidur melainkan bisa berdiri, jongkok ataupun setengah duduk, senyamannya ibu hamil. Bahkan konsep ini dianggap tidak melawan gravitasi dan menghindari vagina koyak secara berlebihan.

  1. Caesar

Metode melahirkan tipe ini biasanya menjadi pilihan ketika terjadi komplikasi sehingga bayi tidak bisa keluar secara normal. Cara ini tak ubahnya seperti operasi dimana bagian perut ibu disayat sebagai jalan keluar untuk bayi. Maksimal melakukan caesar adalah tiga kali. Lebih dari angka tersebut akan berisiko pada ibu. Juga, wanita yang menjalani caesar tidak disarankan untuk menjalani kelahiran normal dengan alasan yang sama. (Baca juga Yang Dilakukan Jika Ingin Berhubungan Intim Usai Keguguran)