Kaya Antioksidan, Ini Manfaat Temulawak untuk Kulit Wajah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kaya Antioksidan, Ini Manfaat Temulawak untuk Kulit Wajah

Halodoc, Jakarta – Temulawak memiliki beragam manfaat mulai dari menjaga nafsu makan, mendukung pencernaan yang sehat, menjaga kesehatan hati, menjaga daya tahan tubuh, hingga mencegah kanker. 

Tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, nyatanya temulawak juga baik untuk kulit wajah. Ekstrak temulawak memiliki sifat menenangkan, sehingga berguna untuk merilekskan kulit. Terutama untuk kamu yang mengalami kulit  kering, iritasi, pecah-pecah, termasuk jerawat dan eksim. Untuk tahu manfaat temulawak lainnya untuk wajah, berikut ini penjelasannya!

Kenapa Temulawak Baik untuk Kulit

Terlihat seperti jahe, tanaman herbal temulawak ini memiliki sejumlah kandungan bermanfaat, mulai dari antidiuretik, antiinflamasi, antioksidan, antihipertensi, antihepatotoksik, antibakteri, dan antijamur. 

Menurut National Institutes of Health, curcumene adalah salah satu unsur yang ditemukan dalam minyak esensial temulawak dengan kandungan tinggi mulai dari 2,6–13, 6 persen.  Kandungan inilah yang memberikan pelbagai manfaat yang sudah disebutkan sebelumnya, terutama perannya sebagai antioksidan.

Baca juga: Manfaat Temulawak untuk Kecantikan

Selain sebagai antioksidan, manfaat curcumene yang lain adalah anti-peradangan alami yang dapat membantu tubuh benda asing yang masuk ke tubuh serta memperbaiki kerusakan. Tanpa anti radang, patogen seperti bakteri dapat dengan mudah mengambil alih tubuh.

Lantas, bagaimana penggunaan temulawak yang baik untuk kulit wajah? Selain menumbuknya secara langsung dan dijadikan masker wajah, kamu juga bisa melakukan pengobatan dari dalam. Caranya adalah dengan mengonsumsi ramuan temulawak. Tumbuk temulawak secukupnya, lalu campurkan dengan asam dan gula aren, biarkan mendidih sampai hanya tersisa setengah baru diminum selagi hangat. 

Juga Bisa Meningkatkan Fungsi Otak

Neuron pada otak tidak bisa membelah dan berkembang biak setelah masa kanak-kanak. Karena itulah, beberapa gangguan otak, seperti Alzheimer, umum terjadi seiring bertambahnya usia. Curcumene pada temulawak juga dapat dapat meningkatkan memori membantu fungsi kerja otak lebih maksimal. 

Penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang paling umum di dunia dan merupakan penyebab utama demensia. Belum ada pengobatan yang sempurna untuk mengobati alzheimer. Karena itu, pencegahan adalah metode yang paling penting. 

Penumpukan plak amyloid pada otak menjadi salah satu pemicu terjadinya Alzheimer dan curcumene pada temulawak dapat membersihkan plak ini.  

Baca juga: Dikenal Sebagai Jamu, Ini 4 Manfaat Temulawak bagi Kesehatan

Masih Banyak Herbal Lain yang Bermanfaat

Gangguan kulit umum yang kita semua hadapi adalah jerawat, jerawat, alergi kulit, dan infeksi virus. Infeksi kulit ini terjadi karena beberapa faktor seperti perawatan yang berlebihan, pola makan yang tidak sehat, air yang tercemar, radiasi, dan paparan sinar matahari. 

Nah selain temulawak ada banyak tanaman herbal lain yang mengandung nutrisi untuk kesehatan kulit. Misalnya, kemangi yang juga bisa mengobati alergi kulit tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit.

Selain itu, ada juga lidah buaya yang sangat kaya akan antioksidan, protein, mineral, antibakteri, dan sifat anti-inflamasi. Kandungan lidah buaya juga bisa menembus jauh ke dalam pori-pori kulit dan membantu menghilangkan bakteri. Penggunaan lidah buaya dapat merawat kondisi kulit, seperti bintik-bintik putih, komedo, jerawat, jerawat, dan lepuh di kulit.

Kalau ingin tahu lebih banyak mengenai manfaat temulawak, bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter ataupun psikolog yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). 10 Proven Health Benefits of Turmeric and Curcumin
Soho Global Health (Diakses pada 2019).  Organic Temulawak
The Herbarie (Diakses pada 2019). Curcuma Xanthorrhiza CO2 Extract