Marah Dipanggil Nenek, Usia Pengaruhi Tingkat Emosi? 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Marah Dipanggil Nenek, Usia Pengaruhi Tingkat Emosi? 

Halodoc, Jakarta – Video seorang perempuan marah-marah viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat perempuan tersebut marah setelah dipanggil nenek oleh perempuan lainnya. Dia pun meluapkan rasa marahnya dengan menginjak kaki perempuan yang memanggilnya dengan sebutan nenek. Belum diketahui usia perempuan yang marah tersebut, tetapi dalam video terlihat seperti sudah berumur lanjut. 

Marah merupakan cara seseorang untuk meluapkan emosi negatif yang sebenarnya bersifat normal. Amarah juga disebut sebagai salah satu emosi primitif yang sudah tertanam sejak dulu kala. Namun hati-hati, menjadi seseorang yang terlalu mudah marah nyatanya tidak terlalu baik, bahkan bisa membawa dampak pada kesehatan tubuh. Jika dilihat dari video viral tersebut, apakah usia bisa memengaruhi dan membuat seseorang menjadi mudah marah? 

Baca juga: 8 Tips Mengontrol Kemarahan Agar Tidak Berlebihan

Alasan Seseorang Menjadi Lebih Mudah Marah 

Meluapkan amarah sebenarnya adalah hal yang wajar dan baik selama dilakukan dalam batas yang wajar. Berlebihan dalam meluapkan emosi negatif ini, nyatanya bisa memberi dampak yang buruk, termasuk dalam hubungan sosial dengan orang lain. Ada beberapa faktor yang bisa membuat seseorang menjadi lebih mudah marah, salah satunya adalah faktor usia. 

Seiring bertambahnya usia, seseorang mungkin akan mengalami berbagai perubahan dan membutuhkan adaptasi. Proses adaptasi tersebutlah yang mungkin membuat seseorang menjadi lebih mudah marah. Meski begitu, tidak semua orang lanjut usia pasti akan mengalami hal yang sama dan menjadi pemarah. Nyatanya, ada berbagai faktor lain yang bisa membuat seseorang menjadi cepat marah, di antaranya: 

1. Kurang Tidur 

Salah satu faktor yang bisa membuat seseorang mudah marah adalah kurang tidur. Hal tersebut membuat tubuh menjadi mudah lelah dan tanpa sadar bisa menyebabkan emosi meledak tanpa sadar. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat otak ikut kelelahan, sehingga menurunkan kinerjanya. Hal ini membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, bingung, hingga sulit berpikir jernih, dan memicu seseorang menjadi mudah marah. 

Baca juga: Emosi Meledak-Ledak, Tanda Mental yang Tidak Stabil?

2. Depresi 

Marah tanpa sebab atau karena hal yang sebenarnya sepele bisa saja menjadi tanda seseorang tengah merasa tertekan dan depresi. Kondisi ini memang sering tidak disadari, terutama oleh pengidapnya. Saat sedang depresi, seseorang menjadi lebih mudah mengalami putus asa, selalu bersedih, bahkan menjadi lebih mudah marah-marah dan meluapkan emosi negatif lain. Depresi juga bisa membuat seseorang lebih mudah melakukan hal-hal yang berisiko serta tidak terduga, seperti marah-marah di tempat umum. 

3. Gangguan Kecemasan 

Orang yang mengalami gangguan kecemasan juga mungkin kesulitan untuk mengatur emosinya. Alhasil, orang dengan gangguan ini akan mudah meledak, serta rasa cemas yang dialami bisa membuatnya merasa mudah terganggu dan akhirnya meluapkan emosi negatif. 

4. Penyakit Tertentu

Seseorang bisa menjadi lebih mudah marah jika mengalami penyakit tertentu, misalnya Alzheimer atau demensia. Nyatanya, ada jenis penyakit tertentu, terutama yang berkaitan dengan penurunan kemampuan otak, yang bisa membuat seseorang menjadi lebih mudah marah. Hal ini mungkin berkaitan dengan rasa frustasi akibat tidak bisa mengingat sesuatu atau memori tertentu. 

Baca juga: Cemas Berlebihan, Waspadai Penyakit Gangguan Kecemasan

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Medical Daily. Diakses pada 2019. Eight Medical Reasons Why You May Be Always Angry.
The Guardian. Diakses pada 2019. Science of anger: how gender, age and personality shape this emotion.
Healthline. Diakses pada 2019. The Stages of Dementia.
Medscape. Diakses pada 2019. Alzheimer Disease.