Bukan Depresi, Hati-Hati Emosi Bisa Menular

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bukan Depresi, Hati-Hati Emosi Bisa Menular

Halodoc, Jakarta – Ketika kamu sedang berdekatan dengan seseorang yang merasa cemas berlebih, depresi, atau emosi berlebihan, terkadang kamu juga akan merasakannya. Bukan, kamu bukan sedang ketularan cemas atau depresi, meski kamu tetap bisa merasakan apa yang sedang orang lain tersebut rasakan. Wajar saja, kamu adalah makhluk sosial dengan berbagai keunikan. Salah satunya adalah selalu merespons apa yang dilakukan oleh lingkungan. 

Namun, bukan depresi atau cemas yang menular, melainkan apa yang sedang dirasakan alias emosi yang muncul dari seseorang yang mengalami hal tersebut. Ya, emosi memang menular, karena apa yang dirasakan oleh orang lain membuat kamu menjadi lebih percaya bahwa kamu harus memiliki reaksi yang sama terhadap hal yang sedang terjadi. 

Merasa Bukan Berarti Mengalami

Sebagai bentuk dari rasa simpati, kamu akan mengeluerkan reaksi yang sama dengan orang yang sedang cemas atau depresi. Namun, bukan berarti kamu akan mengalami cemas dan depresi yang sama, ya. Pasalnya, gangguan mental tidak bisa ditularkan dari seseorang ke orang lain, setidaknya begitulah yang dikatakan Gail Saltz, profesor psikiatri di New York-Presbyterian/Weill Cornell School of Medicine. 

Baca juga: Depresi dan Cemas Berlebihan Dapat Memicu Mimpi Buruk

Masalah yang berkaitan dengan disfungsi kejiwaan dan psikologis tidak terjadi karena infeksi, sehingga tidak bisa ditularkan ke orang lain. Jika kamu seperti merasa atau mengalami hal yang sama, kamu hanya mengalami penularan dari sisi emosi, bukan gangguan mentalnya. Dengarkan saja apa yang orang tersebut ceritakan, atau kamu bisa menyarankannya untuk langsung bercerita pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Apa Sih Penyebab Depresi dan Kecemasan Berlebihan?

Ada banyak hal yang membuat seseorang mengalami depresi dan kecemasan berlebihan. Biasanya, ini terjadi karena ada masalah yang menjadi beban pikiran dan belum bisa terselesaikan. Entah itu masalah finansial, hubungan dengan pasangan, masalah keluarga, masalah pekerjaan, atau masalah lain yang terasa seperti beban yang tidak berkesudahan.

Jika tidak segera ditangani, kamu bisa mengalami dampak yang lebih negatif lagi, terlebih kalau kamu juga mengalami depresi. Suasana hati menjadi lebih buruk, stamina menurun, nafsu makan berkurang, emosional, temperamen, dan sangat mudah marah. Ini adalah beberapa dampak yang terjadi kalau stres dan kecemasan berlebihan tidak segera mendapatkan pertolongan. 

Baca juga: 5 Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan

Sayangnya, depresi terkadang membuat kamu tidak tahu apa sebenarnya masalah yang sedang terjadi, dan reaksi yang muncul inilah yang menjadi masalah serius. Kamu akan kehilangan semangat, bahkan pada kondisi yang sangat parah, depresi bisa membuat kamu mengalami halusinasi dan keinginan yang jauh dari akal sehat. 

Emosi Menular, Bagaimana Mencari Lingkungan yang Baik?

Emosi memang menular, dan sayangnya, emosi negatif jauh lebih mudah diserap daripada emosi positif. Selain itu, pengalaman buruk di masa lalu akan menghasilkan energi negatif dan sangat mudah tersebar kepada orang lain. Ini artinya, sangat penting untuk kamu memilih lingkungan yang tepat untuk berinteraksi dan sosialisasi. 

Baca juga: Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengalami Trauma atau Depresi

Memang, tidak mudah untuk mengambil pelajaran dari perjalanan hidup yang pernah terjadi, terlebih ketika pengalaman itu sangat menakutkan dan membuat kamu merasa begitu trauma. Namun, kamu selalu bisa keluar dan mencari jalan terbaik, sehingga tidak turut tersulut atau terpapar energi dan emosi negatif tersebut. 

Referensi: 
Medical Daily. Diakses pada 2019. Difference between Anxiety and Nervousness.
Psychology Today. Diakses pada 2019. Emotions are Contagious, Choose Your Company Wisely.
NewScientist. Diakses pada 2019. Even Online, Emotions Can be Contagious.