Cara Melatih Perkembangan Mata Anak Lewat Permainan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Cara Melatih Perkembangan Mata Anak Lewat Permainan

Halodoc, Jakarta – Anak-anak menghadapi banyak tantangan pada hari pertama terlahir di dunia dan membuka mata. Ada banyak adaptasi yang perlu dilakukan. Walaupun sebenarnya secara natural hal ini bisa dilakukan, tapi membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka menjadi tugas orang tua.

Beberapa caranya adalah mengajak anak berbicara secara efektif, memperkenalkan dengan interaksi bersama orang asing, memulai percakapan, mendengarkan, bergaul, bertanggung jawab atas perilaku mereka, berteman (dan menjaga mereka juga), berurusan dengan situasi yang tidak nyaman, ejekan, intimidasi, canggung atau tidak populer, ikatan, berinteraksi, menerima dan menemukan penerimaan, empati, dan memberikan pujian.

Baca juga: Tak Lagi Misterius, Ikuti Tahapan Perkembangan Bayi Dari Usia 0-3 Bulan

Sejatinya dengan orang tua memberikan pelatihan sosial kepada anak, ini sedikit banyak juga membantu anak memaksimalkan panca indranya, termasuk perkembangan mata. Ingin tahu lebih banyak bagaimana mengembangkan kemampuan mata anak lewat permainan? Berikut ini cara-caranya:

  1. Melakukan Kontak Mata

Ketika berbicara dengan seseorang, dorong anak-anak untuk menatap mata rekannya berbicara secara langsung. Ini sedikit banyak juga membantu mata anak untuk fokus, percaya diri, dan lebih komunikatif terhadap lingkungan sekitar.

Tidak hanya saat berbicara dengan orang, orang tua juga bisa meminta anak untuk melakukan kontak mata saat mendengarkan cerita dari orang tua. Biasakan sebelum ia tidur, ibu atau ayah melakukan dongeng malam dan ajak anak untuk melakukan kontak mata saat diminta.

Baca juga: Ini Penjelasan Kenapa Bayi Tersenyum Saat Tidur

Bila ini dibiasakan bisa membantu koordinasi telinga dan mata di mana anak menatap dan mendengarkan lawan bicaranya, sehingga informasi yang diperoleh bisa sampai secara lengkap.

  1. Buku Bergambar

Buku bergambar adalah media yang baik untuk melatih perkembangan mata anak. Jadinya visualisasi anak bisa lebih kaya dengan melihat cerita bergambar. Ada hewan-hewan, ragam bentuk yang jarang dilihatnya yang bila dibiasakan akan membuat anak bisa tahu apa nama dari sesuatu tersebut. Misalnya, segitiga, bujur sangkar, lingkaran, dan lain-lain.

Baca juga: Pahami 5 Etika Menjenguk Bayi yang Baru Lahir

Pembelajaran melalui buku bergambar juga membantu anak meluaskan pemahamannya mengenai warna. Ini akan sangat membantu ketika anak berada di dunia nyata, melihat warna-warna, misalnya daun berwarna hijau, tomat berwarna merah, dan lain-lain.

  1. Melukis Bersama

Tidak hanya melihat dengan mengajak anak melukis bersama, orang tua membantu mengembangkan imajinasi anak yang dimulai dari mata. Biasanya, anak mulai melukis dari apa yang dilihatnya, tapi kerap apa yang dilukis tidak persis sama seperti apa yang dilihat anak. Di sinilah anak mengembangkan kemampuan imajinasi dan visualisasinya. Sejatinya, aktivitas ini akan merangsang perkembangan mata anak untuk menilai dan memvisualisasikan memori secara lebih baik dan maksimal.

  1. Lego

Permainan Lego juga dinilai sebagai bentuk permainan yang positif dalam mengembangkan dan melatih mata anak supaya bisa bekerja lebih maksimal. Dalam permainan Lego ada bentuk dan warna, kemudian membangun sesuatu dari kepingan Lego yang berbeda tersebut.

Wujud yang dibentuk bisa diperoleh dari yang sudah ada (biasanya Lego menyediakan contoh bangunan untuk ditiru beserta petunjuknya) atau membuat yang belum ada. Bentuk permainan Lego ini dapat membantu anak untuk mengamati, mencerna, serta mewujudkan bentuk sesuai dengan apa yang diinginkannya. Jadi, ada kerja kognitif juga di sana.

Diskusikan masalah tumbuh-kembang anak di rumah sakit yang dengan dokter pilihan ibu sesuai domisili melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.