Melena Dapat Menyerang Bayi, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Melena Dapat Menyerang Bayi, Ini Penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Pernahkah ibu mendapati feses bayi berwarna gelap? Feses berwarna gelap bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga adanya gangguan pada saluran pencernaan bayi.

Jika kondisi ini berlangsung cukup lama, sebaiknya jangan sepelekan kondisi feses anak yang berwarna gelap. Apalagi jika disertai adanya gangguan pernapasan pada bayi karena bisa jadi ia mengalami kondisi melena.

Baca juga: Bagaimanakah Cara Mengobati Melena?

Ketahui Penyebab Melena pada Bayi

Melena adalah kondisi ketika feses anak berwarna gelap akibat bercampur dengan darah. Kondisi melena bisa disebabkan karena gangguan pada saluran cerna. Tidak hanya bayi dan anak-anak, melena dapat dialami oleh siapa saja, termasuk para lansia.

Melena bisa menjadi kondisi yang sangat membahayakan apabila perdarahan terjadi secara tiba-tiba dan dalam jumlah yang banyak. Penyebab melena pada bayi maupun orang dewasa nyatanya berbeda.

Meskipun umumnya, penyebab melena pada orang dewasa disebabkan karena perdarahan pada saluran cerna bagian atas, namun ada penyebab lain yang perlu diketahui, seperti:

1. Gangguan Tukak Lambung

Biasanya, gangguan tukak lambung yang menyebabkan seseorang mengalami melena adalah kondisi luka yang terjadi pada bagian dinding lambung. Ada berbagai penyebab dinding tukak lambung mengalami luka, seperti infeksi yang disebabkan oleh bakteri maupun penggunaan obat antiinflamasi.

2. Pecah Varises pada Kerongkongan

Varises adalah pelebaran pembuluh darah vena. Bagian ini rentan mengalami robekan atau pecah khususnya pada pengidap penyakit sirosis.

3. Peradangan Kerongkongan

Peradangan kerongkongan dialami oleh pengidap gangguan lambung seperti GERD. Asam lambung yang naik dan tidak segera diatasi dapat menyebabkan peradangan pada kerongkongan.

Sedangkan bayi yang baru lahir berpotensi untuk mengalami melena. Pada bayi yang baru dilahirkan, biasanya melena disebabkan karena bayi menelan darah ketika proses persalinan. Sebaiknya ibu periksakan kondisi kesehatan bayi yang mengalami melena, ketika muncul gejala lainnya seperti gangguan pernapasan, demam, anak lemas sepanjang hari dan diare.

Caranya mudah, periksakan ke rumah sakit terdekat dengan membuat janji dengan dokter terlebih dulu. Atau bisa juga melakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc di smartphone, kapan saja dan di mana saja. 

Baca juga: Mengidap Wasir Rentan Mengalami Melena

Pemeriksaan Melena pada Bayi

Tidak ada salahnya untuk memastikan kondisi kesehatan anak dengan melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk memastikan penyebab gejala yang dialami anak. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa digunakan untuk memastikan kondisi penyebab melena pada anak.

Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada anak yang mengalami melena. Pemeriksaan fisik akan meliputi tes hitung darah serta pengambilan sampel feses untuk mengetahui penyebab kondisi melena.

Endoskopi dapat dilakukan untuk melihat kondisi saluran cerna bagian atas. Pemeriksaan ini dilakukan ketika mengalami gejala yang cukup parah untuk memastikan ada atau tidaknya perdarahan yang terjadi pada saluran cerna.

Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk menghentikan perdarahan yang terjadi pada anak. Perdarahan yang terjadi dalam jumlah banyak tentu membahayakan nyawa anak sehingga perlu penanganan yang tepat.

Pemberian cairan dalam infus atau transfusi darah menjadi pengobatan yang perlu dilakukan dengan cepat untuk menggantikan darah maupun cairan yang keluar pada anak yang mengalami melena. Tidak hanya itu, penggunaan obat-obatan bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi melena.

Sedangkan pada orang dewasa, kondisi melena dapat dicegah dengan mengurangi kebiasaan konsumsi alkohol maupun kebiasaan merokok. Selain itu, konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan cukupi kebutuhan air putih perharinya.

Baca juga: Inilah 6 Hal yang Sebabkan Melena