• Home
  • /
  • Mengapa Ada Orang yang Alergi Makan Alpukat?

Mengapa Ada Orang yang Alergi Makan Alpukat?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengapa Ada Orang yang Alergi Makan Alpukat?

Halodoc, Jakarta – Alergi makan alpukat ditandai ketika tubuh bereaksi ringan sampai parah, seperti gatal di bibir, mulut, dan tenggorokan saat makan alpukat. Reaksi alergi terhadap alpukat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh dan antibodi. 

Biasanya orang yang alergi makan alpukat juga mengalami alergi terhadap pisang, pepaya, dan kiwi. Reaksi yang serius terhadap makan alpukat sangat jarang terjadi. Informasi selengkapnya mengenai alpukat dan alergi, bisa dibaca di bawah ini!

Alpukat dan Alergi

Ternyata selain kandungan dari alpukat, bisa jadi faktor higienitas yang memicu reaksi alergi. Bisa jadi pestisida dan bahan kimia tanaman lainnya di permukaan alpukatlah yang menjadi faktor penyebab.

Mencuci alpukat dengan pencuci yang aman untuk makanan dan dirancang untuk menghilangkan bahan kimia menjadi salah satu upaya lain. Selain memilih alpukat organik, yang belum terpapar bahan kimia juga dapat mencegah reaksi alergi alpukat ini.

Baca juga: 7 Manfaat dan Khasiat Alpukat pada Tubuh

Tidak ada tes kulit untuk alergi alpukat. Jika terdapat gejala yang serius ada baiknya kamu menghindari makan alpukat. Butuh informasi lebih lengkap mengenai rekomendasi makanan sehat, bisa ditanyakan langsung di Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. 

Ingin merasakan sensasi alpukat, tetapi tidak bisa mengonsumsinya, kamu bisa mengganti alpukat dengan jenis makanan lain.  Misalnya, labu yang dimasak. Untuk varian rasa kamu bisa mencampurnya dengan bawang putih, tomat, bawang, dan jeruk nipis. 

Jika kamu menginginkan warna yang lebih menyerupai alpukat, bisa dilakukan dengan penambahan ulekan kacang polong, atau asparagus dan brokoli yang dihaluskan untuk warna dan rasa yang lebih kuat. 

Baca juga: Tidak Lezat, Buah Bit Justru Punya Banyak Manfaat

Jenis Alergi pada Alpukat

Ada dua jenis alergi alpukat. Jenis pertama adalah alergi oral terhadap alpukat karena sindrom alergi oral. Kamu bisa memiliki alergi oral terhadap alpukat jika kamu juga alergi terhadap serbuk sari birch. 

Buah dan sayuran yang tumbuh di dekat serbuk sari dapat menyebabkan reaksi alergi pada mereka yang sensitif terhadap serbuk sari. Gejala alergi jenis ini memengaruhi mulut dan tenggorokan.

Jenis alergi kedua adalah karena reaktivitas silang dengan lateks. Beberapa orang dengan alergi lateks bisa mengalami reaksi yang sama terhadap buah lain termasuk pisang, kiwi, dan melon. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom buah lateks. Sekitar 35–50 persen orang yang alergi terhadap lateks menunjukkan sensitivitas terhadap beberapa makanan nabati.

Gejala alergi oral terhadap alpukat meliputi mulut gatal, tenggorokan yang juga gatal, serta pembengkakan di dalam dan sekitar mulut dan tenggorokan Sedangkan gejala alergi lateks-alpukat, meliputi pembengkakan bibir, bersin, mata gatal, ketidaknyamanan perut, dan hives.

Untuk pemeriksaan apakah kamu masuk golongan alergi lateks, dokter dapat menggunakan tes tusuk kulit untuk menguji alergi ini. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Allergy & Sinus Centers disebutkan kalau alergi alpukat kerap terkait dengan alergi kacang pohon. 

Studi menunjukkan bahwa alpukat memiliki protein yang mirip dengan chestnut. Jadi, jika kamu alergi terhadap chestnut, ini bisa menjelaskan alergi terhadap alpukat. Alergi ini cenderung lebih parah dan bisa memicu lebih banyak kasus anafilaksis (reaksi alergi berat).

Referensi:

Noted.co.nz. Diakses pada 2020. I'm allergic to avocados. Help!
Healthline. Diakses pada 2020. Dealing with an Avocado Allergy.
Allergy & Sinus Centers. Diakses pada 2020. Avocado Allergy.