Mengapa Ada Orang yang Tidur Sambil Berjalan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengapa Ada Orang yang Tidur Sambil Berjalan?

Halodoc, Jakarta - Tidak hanya dalam kondisi sadar, terjadinya kelainan atau gangguan kesehatan bisa dialami ketika sedang tidur, seperti tidur berjalan atau sleepwalking. Kondisi ini adalah ketika kamu sedang tidur, tetapi berjalan-jalan tanpa disadari. Sebenarnya, apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan tidur ini?

Faktanya, kondisi berjalan sambil tidur lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama yang berada pada usia 3 (tiga) hingga 7 (tujuh) tahun. Hal ini juga bisa menyerang remaja dan dewasa, umumnya karena terbawa kebiasaan masa kecilnya. Ini penyebab seseorang bisa tidur sambil berjalan.

  • Pengaruh Lingkungan

Ternyata, tidur berjalan bisa terjadi karena pengaruh lingkungan, seperti stres, kurang tidur, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, dan waktu tidur yang tidak menentu. Pasalnya, anak usia 3 hingga 8 tahun yang mengalami kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan tidur sambil berjalan.

Kondisi ini bisa terbawa hingga dewasa karena kebiasaan masa kecil. Beberapa remaja dan dewasa yang mengalami gangguan tidur ini bisa disebabkan karena konsumsi obat tidur, stimulan, obat antialergi, dan obat penenang.

Baca juga: Bagaimana Pengobatan Gangguan Tidur Berjalan?

  • Pengaruh Genetik

Pada beberapa kasus, ternyata gangguan tidur sambil berjalan bisa terjadi karena faktor genetik alias keturunan. Risiko lebih tinggi dialami oleh anak kembar, dan anak yang keluarganya memiliki riwayat kelainan ini. Risikonya juga mencapai 10 kali lebih besar.

  • Kondisi Medis

Adanya gangguan kesehatan turut memicu seseorang mengalami tidur berjalan. Beberapa kondisi yang mungkin berisiko adalah demam, kondisi ketika jantung tidak berdetak dengan normal (aritmia), asma yang terjadi pada malam hari, hamil atau menstruasi, gangguan mental (PTSD dan multiple personality disorder), dan seseorang yang tidur mendengkur.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Gangguan Tidur Berjalan Bisa Bahayakan Nyawa

Lalu, Bolehkah Dibangunkan?

Banyak kasus tidur berjalan yang terlihat, tetapi mereka yang melihat tidak berani untuk menghentikan keadaan tersebut dengan membangunkan pengidap. Padahal, membangunkan seseorang yang mengalami tidur sambil berjalan tidak menimbulkan masalah atau komplikasi serius, meski terkadang dibutuhkan waktu yang cukup lama hingga orang tersebut menyadari apa yang sedang terjadi.

Di sisi lain, membangunkan pengidap sleepwalking yang sedang kumat bisa menjadi tindakan pencegahan terbaik. Dengan begitu, pengidap terhindar dari berbagai kondisi yang bisa menimbulkan masalah serius, seperti cedera karena menabrak sesuatu atau karena tak sengaja tertusuk ketika sedang berjalan sambil tidur.

Bagaimana Pencegahannya?

Sebenarnya, tidur berjalan lebih sering terjadi karena berbagai faktor eksternal atau pengaruh dari lingkungan. Oleh karena itu, tindakan pencegahan terbaik adalah dengan tidur tepat waktu dan cukup, kurangi menonton televisi atau berinteraksi dengan ponsel sebelum tidur, simpan semua benda yang berbahaya, tutup dan kunci semua pintu dan jendela, serta lakukan meditasi sebelum tidur untuk merilekskan pikiran.

Baca juga: 5 Gangguan yang Bisa Terjadi Saat Tidur

Kamu juga bisa menanyakan pada dokter apa saja penyebab lain dari tidur berjalan, bagaimana mengatasi dan mencegahnya melalui aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa kamu download di ponsel kamu melalui App Store maupun Play Store. Tidak hanya itu, aplikasi Halodoc bisa kamu pakai untuk beli obat, vitamin, dan melakukan cek lab rutin jika kamu tidak sempat ke apotek atau ke laboratorium, kapan saja dan di mana saja.