Mengapa Air Kelapa Digunakan Sebagai Obat Keracunan Makanan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengapa Air Kelapa Digunakan Sebagai Obat Keracunan Makanan?

Halodoc, Jakarta -  Siapa yang tidak menyukai air kelapa? Tanpa dicampur dengan es, air kelapa mampu menjadi minuman favorit untuk menyegarkan dahaga. Selain menyegarkan, air kelapa memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Buah ini mengandung potasium yang cukup tinggi bahkan lebih tinggi daripada buah pisang. Kelapa juga termasuk buah yang rendah kalori, bebas lemak, dan kolesterol.

Baca Juga : Mitos & Fakta Air Kelapa untuk Ibu Hamil

Karbohidrat yang terkandung dalam air kelapa mudah dicerna dalam bentuk gula dan elektrolit. Itu sebabnya, air kelapa sering dianggap sebagai sumber elektrolit yang baik. Kandungan elektrolit di dalam kelapa sering digunakan untuk mencegah maupun menangani dehidrasi. Katanya, air kelapa juga ampuh untuk mengobati seseorang yang mengalami keracunan makanan. Benarkah demikian? Berikut penjelasannya.

Benarkah Air Kelapa Mampu Mengatasi Keracunan Makanan?

Ada sejumlah gejala yang timbul akibat keracunan makanan, mulai dari sakit kepala, diare, muntah-muntah dan lain-lain. Jika tidak segera ditangani, gejala-gejala tersebut menimbulkan dehidrasi parah. Untuk mencegah terjadinya dehidrasi, seseorang yang mengalami keracunan makanan harus minum air putih agar cairan tubuh tetap normal. Namun, minum air putih saja terkadang tidak cukup untuk mengembalikan elektrolit yang hilang akibat diare maupun muntah-muntah.

Oleh sebab itu, air kelapa sering dicari untuk menangani masalah kurangnya elektrolit akibat keracunan makanan. Kandungan elektrolit di dalam air kelapa mampu mengembalikan jumlah elektrolit yang telah hilang, sehingga seseorang bisa pulih lebih cepat. Air kelapa mengandung sejumlah zat yang membantu proses detoksifikasi dalam saluran pencernaan yang terpapar racun dari makanan. 

Baca Juga: Konsumsi Air Kelapa saat Sahur, Benarkah Cegah Dehidrasi?

Kandungan gula dalam air kelapa juga mampu menambah energi dari tubuh yang lemas sekaligus menghilangkan sensasi mual dan muntah dan berbagai dampak keracunan makanan lainnya. Jadi, itulah penjelasan mengapa air kelapa selalu dicari-cari saat seseorang mengalami keracunan makanan. 

Jika setelah minum air kelapa gejala keracunan makanan tidak kunjung membaik atau malah semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc

Aturan Mengonsumsi Air Kelapa Saat Keracunan Makanan

Saat keracunan makanan, sebaiknya minum air kelapa satu sampai dua gelas saja. Namun, saat mengalami keracunan makanan, seseorang perlu mendapatkan perawatan lain selain minum air kelapa. Sebab, air kelapa hanya meringankan gejala keracunan makanan dan tidak bisa menyembuhkan kondisinya secara total. 

Minum air kelapa yang tidak dibarengi dengan perawatan lain justru membatasi pengidap terhadap nutrisi lain yang sama pentingnya. Akibatnya, seseorang yang keracunan makanan tidak kunjung membaik atau bahkan kondisinya bisa memburuk. Air kelapa hanya mengandung sedikit karbohidrat. Nah, untuk memenuhi energi tubuh secara menyeluruh, seseorang yang mengalami keracunan makanan perlu mengonsumsi makanan dan minuman lainnya.

Baca Juga: Ini 6 Efek Samping Air Kelapa Bagi Kesehatan

Air kelapa juga tidak dianjurkan untuk diminum berlebihan.  Minum air kelapa terlalu banyak tidak disarankan karena buah ini mengandung potasium yang cukup tinggi. Mendapatkan jumlah potasium dalam waktu singkat berisiko menyebabkan penumpukan kalium dalam tubuh yang kondisi dikenal dengan hiperkalemia.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. The Truth About Coconut Water.
Shape. Diakses pada 2019. What to Eat After the Stomach Flu or Food Poisoning.