Mengapa Anak-Anak Rentan Terkena Cutaneous Larva Migrans?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
 Mengapa Anak-Anak Rentan Terkena Cutaneous Larva Migrans?

Halodoc, Jakarta - Masa kanak-kanak adalah fase yang penting karena otak akan mengalami perkembangan. Cara untuk merangsang perkembangan tersebut maka anak-anak harus aktif bermain untuk melatih kemampuan motorik. Namun, sebagai orangtua wajib melindungi anak saat bermain, salah satunya dengan memastikan anak menggunakan sandal dan memintanya membersihkan diri usai bermain. Hal ini penting untuk menghindari infeksi yang menyebar dari tanah, seperti infeksi cacing. 

Salah satu infeksi yang terjadi adalah cutaneous larva migrans. Namun, penyakit ini berbeda dengan kebanyakan infeksi cacing yang kerap menyerang pencernaan. Cacing tambang sebagai salah satu penyebabnya bisa masuk ke dalam kulit. Larva menembus permukaan kulit melalui folikel rambut, kulit yang retak, atau kulit yang sehat sekalipun. Tidak seperti siklus pada binatang, larva tidak dapat menembus dermis. Oleh karena itu, penyakit ini hanya menimbulkan gejala di bagian lapisan luar kulit.

Baca Juga: Awas, Inilah Cara Penularan Cacing Kremi

Saat Anak Terserang Cutaneous Larva Migrans, Apa Gejalanya?

Tidak semua anak langsung menunjukkan gejala, jika muncul umumnya hanya gejala ringan. Namun, jika infeksi yang dialami cukup parah, anak bisa merasakan sensasi gatal, geli atau seperti ditusuk dalam waktu 30 menit pertama setelah terkontaminasi. Perhatikan kulit anak, tanda kemerahan bisa muncul yang kemudian diikuti benjolan padat pada kulit. Lama kelamaan permukaan kulit menjadi kasar layaknya kulit ular selebar 2-3 mm setelah beberapa jam. Permukaan kulit kasar ini memburuk dan melebar mulai dari 2 mm hingga 2 cm per hari, tergantung dari jenis parasit yang menyerang.

Penanganan wajib segera dilakukan karena gejala lain seperti anemia, batuk, dan pneumonia juga bisa terjadi jika larva telah menyebar ke paru-paru manusia melalui pembuluh darah dan berpindah ke mulut hingga tertelan ke usus kecil. 

Jika gejala seperti yang disebutkan di atas sudah muncul, maka segera bawa anak menemui dokter di rumah sakit terdekat. Kini kamu juga bisa buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc supaya tidak repot dan antre terlalu lama.

Baca Juga: Bahaya, Cacing Kremi Bisa Menular

Apa Saja Komplikasi yang Mungkin Terjadi Saat Mengalami Cutaneous Larva Migrans?

Pada banyak kasus, infeksi cacing pada kulit bisa pulih dengan sendirinya. Namun, terdapat beberapa potensi komplikasi akan yang dapat terjadi, antara lain: 

  • Infeksi kulit sekunder;
  • Penyakit Loeffler, yaitu menumpuknya infiltrat dan eosinofil pada paru akibat adanya infeksi cacing dalam jumlah banyak;
  • Migrasi parasit ke organ tubuh lainnya sehingga mengganggu fungsinya.

Bagaimana Langkah Pengobatan Cutaneous Larva Migrans yang Tepat?

Secara umum, anak yang mengalami penyakit ini bisa pulih dengan sendirinya dalam waktu 4-8 minggu dikarenakan ketidakmampuan parasit untuk hidup lama di jaringan kulit manusia. Namun, dokter mungkin meresepkan obat anticacing (antihelmintik), seperti albendazole atau ivermectin. Sementara itu, untuk meredakan rasa gatal, dokter juga akan meresepkan antihistamin atau kortikosteroid topikal. Pada kondisi yang parah, tindakan cryotherapy atau terapi beku menggunakan nitrogen cair dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan parasit secara bertahap.

Bagaimana Cara Mencegah Cutaneous Larva Migrans?

Masa bermain adalah proses belajar yang penting bagi anak, maka melindungi anak selama bermain adalah langkah utama dalam mencegah infeksi cacing saat ia bermain. Kamu bisa menerapkan beberapa langkah berikut untuk menekan risikonya. Caranya antara lain:

  • Pastikan anak selalu menggunakan alas kaki saat berjalan atau berjemur di pantai;
  • Selalu menjaga kebersihan tubuh setelah melakukan aktivitas dari luar;
  • Hindari membawa binatang peliharaan, seperti anjing dan kucing, ke pantai atau taman untuk mencegah terjadinya kontaminasi fasilitas umum;
  • Memberikan obat cacing pada binatang peliharaan secara teratur.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Cacing Kremi Pada Anak

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention (Diakses pada 2019). Cutaneous Larva Migrans. 
Centers for Disease Control and Prevention (Diakses pada 2019). Outbreak of Cutaneous Larva Migrans at a Children's Camp.
MSD Manuals (Diakses pada 2019).