Mengapa Gangguan Pembekuan Darah Terjadi?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
pembekuan darah, penyakit pembekuan darah

Halodoc, Jakarta - Gangguan pembekuan darah dapat terjadi ketika kamu mengalami pendarahan hebat saat menstruasi, darah yang keluar terus-menerus saat terjadi luka ringan, sering mengalami mimisan, bahkan memar tanpa sebab yang jelas. Nah, mengapa gangguan pembekuan darah dapat terjadi? Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

Baca juga: Ini Bahaya Pembekuan Darah bagi Kesehatan

Apa Itu Gangguan Pembekuan Darah?

Gangguan pembekuan darah bisa disebut juga trombofilia atau hiperkoagulasi. Kondisi ini merupakan penyakit pembekuan pada darah secara berlebihan, bahkan pada area yang tidak seharusnya. Di samping itu, trombofilia yang terjadi pada daerah yang tidak seharusnya, seperti pembuluh darah, dapat membahayakan nyawa.

Mengapa Gangguan Pembekuan Darah Terjadi?

Pembekuan darah merupakan cara alami tubuh untuk mencegah kehilangan darah secara berlebihan. Trombofilia biasanya terjadi saat seseorang sedang cabut gigi, terluka, bahkan melahirkan. Trombofilia dapat terjadi ketika trombosit menuju ke daerah yang terluka dan berkumpul hingga membentuk sumbatan. Proses penyumbatan ini disebut dengan koagulasi. Protein juga terlibat dalam proses pembekuan darah, untuk memastikan trombosit saling melekat.

Ketika gumpalan darah telah terbentuk dan pendarahan telah berhenti, gumpalan darah akan kembali diserap oleh tubuh dan menimbulkan jaringan luka. Mereka yang mengalami gangguan pembekuan darah, trombosit cenderung mengalami gumpalan, bahkan pada saat tidak ada pendarahan. Selain itu, darah yang menggumpal pun tidak diserap kembali seutuhnya oleh tubuh. Dalam beberapa kasus, gumpalan ikut ke dalam aliran darah dan menempel pada pembuluh dan dinding darah yang ditemukan di daerah otak, paru-paru, dan daerah lainnya.

Baca juga: Disseminated Intravascular Coagulation, Gangguan di Pembuluh Darah

Apa Gejala yang Timbul saat Seseorang Mengalami Pembekuan Darah?

Gangguan pembekuan darah dapat terjadi tergantung dari kondisi yang mendasarinya. Gejala umum yang dari trombofilia, antara lain:

  • Sering mimisan.

  • Mudah memar tanpa alasan.

  • Pendarahan berat saat menstruasi.

  • Darah yang terus menerus keluar dari luka kecil.

  • Hipertensi selama kehamilan.

  • Keguguran saat kehamilan berusia 6-9 bulan.

  • Batuk, sesak napas, terasa pusing.

  • Kulit terasa hangat tepat di atas gumpalan.

Darah bisa menggumpal dengan baik jika ada platelet dan protein yang disebut sebagai faktor pembeku. Gangguan pembekuan darah ini terjadi ketika seseorang tidak memiliki platelet dan protein, atau keduanya tidak bekerja dengan baik.

Apa Penyebab dari Gangguan Pembekuan Darah?

Kebanyakan kasus dari trombofilia merupakan kondisi genetik yang diwariskan dari orangtua pada anak. Namun, trombofilia juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti:

  • Tingginya kadar homosistein. Homosistein merupakan asam amino yang dihasilkan tubuh dengan menggunakan metionin. Dengan bantuan vitamin B6, homosistein diubah menjadi sistein, yaitu asam amino yang bertanggung jawab untuk menjaga bentuk atau susunan protein yang ada pada sel tubuh.

  • Kurang protein S dan C. Protein ini dibutuhkan untuk mencegah penggumpalan darah pada aliran darah, atau saat sel darah berjalan melalui pembuluh darah.

Baca juga: Ibu Perlu Tahu Cara Pencegahan Pendarahan pada Hemofilia

Gangguan darah tidak bisa disembuhkan total, tetapi terapi pengobatan dapat meredakan gejala yang dialami. Bila keadaannya ringan, dan apabila gumpalan darah masih belum terbentuk, kemungkinan tidak membutuhkan pengobatan apapun. Kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!