Mengenal Bahaya Hipertensi Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengenal Bahaya Hipertensi Saat Hamil

Halodoc, Jakarta – Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Wanita hamil termasuk kelompok yang berisiko mengalami hipertensi. Kondisi ini bisa terjadi sebelum atau saat kehamilan berlangsung. Mengapa begitu? Adakah bahaya hipertensi pada wanita hamil yang perlu diwaspadai? Ketahui faktanya di sini.

Baca Juga: Tekanan Darah Tinggi Membahayakan Kesehatan, Ini Buktinya

Jenis Hipertensi yang Rentan Terjadi Saat Hamil

Ada beberapa jenis hipertensi yang rentan terjadi selama kehamilan, di antaranya meliputi:

  • Hipertensi kronis. Jenis hipertensi ini terjadi sebelum kehamilan atau sebelum usia kehamilan mencapai lima bulan. Kebanyakan wanita hamil tidak mengetahui penyebab hipertensi kronis, karena memang jarang menimbulkan gejala fisik. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, hipertensi kronis berlanjut selama kehamilan, dikenal dengan hipertensi kronis dengan preeklampsia.

  • Hipertensi gestasional, merupakan kondisi tingginya tekanan darah akibat kehamilan. Wanita hamil dicurigai mengidap hipertensi jenis ini jika tekanan darah meningkat setelah lima bulan kehamilan, kemudian kembali normal setelah persalinan.

  • Preeklampsia. Hipertensi kronis, hipertensi kronis dengan preeklampsia, dan hipertensi gestasional yang tidak ditangani bisa berkembang menjadi preeklampsia. Pada kasus ini, tingginya tekanan darah menyebabkan kerusakan organ dan ditemukannya protein dalam urine. Biasanya, preeklampsia terjadi setelah usia kehamilan mencapai lima bulan.

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Tekanan Darah Selama Kehamilan

Bahaya Hipertensi Saat Kehamilan

Tekanan darah yang tidak terkendali selama kehamilan berpotensi menyebabkan berbagai perkembangan janin. Semakin tinggi tekanan darah dan semakin lama durasinya, risiko komplikasi pada janin semakin tinggi. Berikut ini bahaya hipertensi saat kehamilan yang perlu diwaspadai:

  • Aliran darah ke plasenta menurun. Jika plasenta tidak mendapat cukup darah, janin di dalam kandungan hanya menerima sedikit oksigen dan nutrisi. Akibatnya, perkembangan janin terganggu (intrauterine growth restriction/IUGR), berat bayi lahir rendah (BBLR), dan kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur nantinya berisiko mengalami gangguan pernapasan, meningkatnya risiko infeksi, dan komplikasi lain yang berbahaya.

  • Abrupsio plasenta adalah kondisi terlepasnya plasenta sebelum waktu persalinan. Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak bisa menempel kembali, sehingga janin berisiko kekurangan oksigen dan nutrisi penting bagi perkembangannya.

  • Pada ibu hamil, hipertensi berisiko mengalami kerusakan organ (misalnya pada otak, jantung, paru-paru, ginjal, hati) dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari.

Hipertensi Saat Hamil Bisa Dicegah dan Diobati

Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi atau mengidap hipertensi, bicara pada dokter terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko hipertensi saat hamil dan mencegah komplikasi bahaya yang ditimbulkannya. Pada kebanyakan kasus, hipertensi saat hamil diatasi dengan konsumsi obat penurun tekanan darah. Obat harus dikonsumsi sesuai resep dan anjuran dokter.

Selain konsumsi obat, hipertensi saat hamil bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat berikut”

  • Cek tekanan darah secara rutin (setidaknya enam bulan sekali), sebelum dan saat hamil.

  • Konsumsi obat tekanan darah sesuai anjuran dokter (jika kamu mengidap hipertensi sebelum hamil).

  • Menjaga berat badan ideal sebelum hamil. Caranya dengan rutin berolahraga (setidaknya 30 menit per hari) dan mengonsumsi makanan sehat.

  • Hindari gaya hidup kurang sehat yang berpotensi menaikkan tekanan darah, seperti merokok, konsumsi alkohol, atau minum obat sembarangan.

Baca Juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Hipertensi

Itulah alasan mengapa ibu hamil berisiko terkena hipertensi. Kalau kamu punya keluhan tekanan darah tinggi, jangan ragu untuk berbicara pada dokter ahli. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.