• Home
  • /
  • Mengenal Cataplexy, Kelumpuhan Otot karena Rangsangan Emosi

Mengenal Cataplexy, Kelumpuhan Otot karena Rangsangan Emosi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Mengenal Cataplexy, Kelumpuhan Otot karena Rangsangan Emosi

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu mendengar tubuh mengalami kelumpuhan tanpa adanya gejala dan tidak mampu dikendalikan setiap mendapatkan rangsangan emosi yang kuat seperti menangis, marah, dan tertawa? Kondisi ini disebut cataplexy, kelainan langka yang membuat otot tubuh lumpuh setiap kali pengidapnya tertawa, menangis atau marah. 

Cataplexy sering dikaitkan dengan narkolepsi, kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang mengantuk di siang hari. Narkolepsi bisa membuat pengidapnya jatuh tertidur bahkan ketika sedang beraktivitas. Tentu saja, cataplexy sangat membahayakan dan mengganggu aktivitas, termasuk larangan untuk mengemudi. 

Sebenarnya, Apa Penyebab Seseorang Alami Cataplexy?

Belum lama ini, remaja di Inggris didiagnosis mengidap cataplexy karena mengalami kelumpuhan dan tidak mampu mengontrol tubuh ketika tertawa. Artinya, ia harus menghindari hal yang memicu rangsangan emosi yang hebat, termasuk tertawa, marah, dan menangis. Sebenarnya, apa yang menyebabkan kondisi langka ini terjadi?

Baca juga: Yang Perlu Diketahui Tentang Narkolepsi

Dilansir dari Healthline, jika seseorang mengalami narkolepsi dengan cataplexy, otak tidak memiliki cukup hypocretin atau orexin. Zat kimia yang ada di otak ini membantu kamu tetap terjaga dan mengendalikan siklus tidur pada tahapan rapid eye movement atau REM. Bagian lain dari otak yang mengendalikan siklus tidur juga dianggap berperan menyebabkan narkolepsi yang diikuti dengan cataplexy. 

Sebagian besar kasus narkolepsi tidak diwariskan. Namun, sekitar 10 persen dari pengidap yang mengalami narkolepsi dan cataplexy memiliki kerabat dekat yang menunjukkan gejala dan kondisi yang sama. Faktor risiko lainnya yang berperan dalam kondisi langka ini adalah cedera kepala atau otak, tumor atau pertumbuhan di dekat area otak yang bertugas untuk mengontrol tidur, kondisi autoimun, dan pernah mengalami infeksi.

Baca juga: Waspada Kelumpuhan Tidur yang Terjadi Akibat Narkolepsi

Bagaimana Mengenali Gejala Cataplexy?

Apabila kamu mengalami narkolepsi, ada kemungkinan kamu mengalami episode cataplexy di beberapa titik dalam hidup. Meski begitu, Medical News Today mengatakan tidak semua orang dengan narkolepsi juga mengalami cataplexy, meski kedua penyakit langka ini sering dihubungkan satu sama lain. Sayangnya, cataplexy sering disalahartikan sebagai kejang ketika episode yang terjadi cukup parah. 

Bedanya, ketika kejang, kamu masih sadar dan mungkin dapat mengingat hal yang terjadi selama episode berlangsung. Sementara episode cataplexy memiliki durasi yang berbeda. Artinya, setiap episode bisa berlangsung selama beberapa detik atau sampai beberapa menit. Rasa gembira, bahagia, tertekan, takut, marah, tertawa menjadi pemicu terjadinya cataplexy. Namun, tidak semuanya mengalami penyebab yang sama. 

Lalu, bagaimana mengenali gejalanya? Laman Everyday Health menuliskan bahwa gejala cataplexy bisa berbeda untuk setiap orang dan biasanya terjadi ketika remaja atau dewasa muda. Gejala yang bisa dikenali adalah kelopak mata terkulai, rahang jatuh, kepala jatuh ke samping karena otot leher melemah, seluruh tubuh jatuh ke tanah, dan berbagai otot tubuh bergerak tanpa penyebab yang jelas. 

Baca juga: Tidak Bisa Sembuh, tetapi Narkolepsi Bisa Diobati

Jika kamu mengalami salah satu dari gejala tersebut ketika tertawa atau merasakan emosi kuat lainnya, segera buat janji dengan dokter untuk mendapatkan penanganan. Gunakan saja aplikasi Halodoc yang mempermudah kamu untuk mendapatkan solusi kesehatan. Selain membuat janji di rumah sakit, aplikasi Halodoc juga bisa dipakai untuk tanya jawab dengan dokter, beli obat, dan cek lab

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. What Is Cataplexy?
Everyday Health. Diakses pada 2020. Cataplexy: Everything You Need to Know About This Narcolepsy Symptom.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything You Need to Know about Cataplexy.