Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Adenomyosis N80.0 dan Gejalanya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Memahami Kode ICD 10 Adenomyosis dalam Diagnosis Medis

Mengenal Kode ICD 10 Adenomyosis N80.0 dan GejalanyaMengenal Kode ICD 10 Adenomyosis N80.0 dan Gejalanya

DAFTAR ISI


Kesehatan reproduksi wanita sering kali menyimpan berbagai misteri, salah satunya adalah rasa nyeri hebat saat menstruasi yang tidak kunjung membaik. Jika kamu sering mengalami perdarahan menstruasi yang sangat banyak (menorrhagia) disertai kram perut yang menyiksa, kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda dari adenomyosis. Penyakit ini terjadi ketika jaringan endometrium (lapisan pelindung bagian dalam rahim) tumbuh menembus ke dalam dinding otot rahim (miometrium). Akibatnya, rahim akan membesar dan memicu rasa sakit yang luar biasa pada siklus bulanan.

Dalam dunia medis internasional, setiap diagnosis penyakit memiliki kode standarnya masing-masing agar mudah diklasifikasikan oleh tenaga kesehatan. Jika kamu melihat catatan medis dan ingin tahu lebih lanjut mengenai diagnosis medis seperti icd 10 adenomyosis, kamu perlu mengetahui bahwa kondisi ini tergabung dalam kategori N80.0 yang merujuk pada endometriosis pada rahim (Endometriosis of uterus). Penggunaan kode International Classification of Diseases versi ke-10 (ICD-10) ini sangat penting untuk keperluan pencatatan riwayat kesehatan, klaim asuransi, hingga penentuan rencana tindakan medis yang tepat oleh dokter spesialis kandungan.

Gejala adenomyosis bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Mulai dari kram perut bawah yang terasa seperti ditusuk-tusuk, perdarahan hebat hingga harus sering mengganti pembalut, perut yang terasa membesar (kembung), hingga rasa nyeri saat berhubungan intim (dispareunia). Karena lapisan rahim yang tumbuh di dalam otot tetap menebal, meluruh, dan berdarah setiap siklus menstruasi, otot rahim akan mengalami peradangan kronis yang memicu bengkak dan nyeri hebat.

Bagi sebagian wanita, kondisi ini dapat diatasi dengan obat pereda nyeri yang tepat, sementara yang lain mungkin memerlukan terapi hormon atau bahkan tindakan bedah, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan rencana kehamilan di masa depan. Untuk langkah penanganan awal, mengonsumsi obat pereda nyeri sangat dianjurkan untuk menekan produksi prostaglandin, yakni hormon yang menyebabkan otot rahim berkontraksi terlalu kuat.

Rekomendasi Obat Pereda Nyeri Adenomyosis

Berikut adalah beberapa pilihan obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat adenomyosis. Pastikan kamu selalu membaca aturan pakai sebelum mengonsumsinya.

1. Panadol Extra

Panadol Extra merupakan obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun panas) yang mengandung kombinasi Paracetamol 500 mg dan Caffeine 65 mg. Cara kerjanya berfokus pada penghambatan enzim di otak yang memberikan sinyal rasa sakit. Tambahan kafein dalam obat ini berfungsi untuk mempercepat dan memperkuat efek paracetamol dalam mengatasi nyeri, termasuk kram perut ringan hingga sedang akibat adenomyosis.

Dosis umum untuk orang dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 1 kaplet, diminum 3-4 kali sehari jika diperlukan. Jangan mengonsumsi lebih dari 8 kaplet dalam 24 jam. Obat ini aman dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, namun hindari konsumsi minuman berkafein berlebih selama menggunakan obat ini agar tidak memicu jantung berdebar.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol Extra di Toko Kesehatan Halodoc

2. Proris Ibuprofen

Proris mengandung zat aktif Ibuprofen 200 mg yang masuk dalam golongan Nonsteroidal Anti-inflammatory Drugs (NSAID). Obat ini sangat efektif untuk masalah adenomyosis karena cara kerjanya secara langsung menghambat produksi prostaglandin, senyawa kimia alami tubuh yang menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan kram hebat pada rahim saat menstruasi. Dengan menurunnya prostaglandin, volume darah haid terkadang juga bisa sedikit berkurang.

Dosis untuk dewasa umumnya adalah 1-2 kaplet, diminum 3-4 kali sehari sesudah makan untuk menghindari iritasi pada lambung. Jangan gunakan obat ini jika kamu memiliki riwayat tukak lambung akut tanpa anjuran dokter.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Proris Ibuprofen di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Nyeri dan Tips Meredakannya Secara Alami
  1. Suhu Dingin: Paparan dingin berlebih bisa membuat otot menegang. Gunakan botol air hangat (heating pad) pada area perut bawah atau panggul untuk melancarkan aliran darah dan merelaksasi otot rahim yang kram.
  2. Stres Berlebih: Stres emosional memicu hormon kortisol yang dapat memperparah persepsi nyeri. Cobalah teknik pernapasan dalam, yoga, atau meditasi.
  3. Kurang Gerak: Meski rasanya ingin rebahan terus, melakukan olahraga ringan seperti peregangan, jalan santai, atau senam kegel dapat melepaskan hormon endorfin yang bertindak sebagai pereda nyeri alami tubuh.

3. Ponstan 500 mg Tablet

Jika kram perut dan nyeri punggung bawah terasa sangat parah dan tidak mempan dengan obat pereda nyeri biasa, dokter sering kali meresepkan Ponstan. Obat ini mengandung Asam Mefenamat (Mefenamic Acid) 500 mg. Obat ini juga masuk dalam kelas NSAID yang ampuh memblokir enzim siklooksigenase (COX), sehingga produksi prostaglandin penyebab rasa sakit dan peradangan dapat dihentikan dengan lebih kuat dan efektif.

Dosis umum dewasa untuk mengatasi nyeri haid (dismenorea) adalah 1 tablet (500 mg) sebagai dosis awal, dilanjutkan dengan 250 mg atau 500 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Wajib dikonsumsi setelah makan atau bersama makanan untuk mencegah efek samping pada saluran pencernaan. Obat ini sebaiknya tidak digunakan lebih dari 7 hari berturut-turut tanpa anjuran dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ponstan di Toko Kesehatan Halodoc

Perawatan Mandiri dan Penanganan Medis

Selain mengandalkan obat-obatan, melakukan modifikasi gaya hidup dan perawatan mandiri di rumah sangat penting untuk wanita yang hidup dengan adenomyosis. Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, seperti bayam, hati ayam, dan daging merah tanpa lemak sangat dianjurkan. Hal ini karena perdarahan hebat saat menstruasi (menorrhagia) akibat adenomyosis sering kali menyebabkan penderitanya mengalami anemia defisiensi besi yang ditandai dengan rasa lemas, pucat, dan mudah lelah.

Dari sisi medis, jika penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) tidak memberikan perbaikan yang berarti, dokter akan mempertimbangkan terapi hormonal. Penggunaan pil KB kombinasi, plester hormon, atau ring vagina dapat membantu mengontrol siklus menstruasi dan mengurangi ketebalan endometrium. Selain itu, pemasangan Intrauterine Device (IUD) yang melepaskan hormon levonorgestrel sering menjadi pilihan pengobatan lini pertama untuk adenomyosis karena terbukti efektif menipiskan lapisan rahim, mengurangi perdarahan, dan meredakan kram secara signifikan dalam jangka panjang.

Namun, jika gejala terus memburuk dan mengganggu kualitas hidup, serta kamu sudah tidak merencanakan kehamilan lagi, dokter mungkin akan mendiskusikan opsi prosedur bedah. Pilihan non-invasif seperti embolisasi arteri rahim (memutus aliran darah ke jaringan adenomyosis) atau pengangkatan rahim sepenuhnya (histerektomi) menjadi solusi permanen untuk menyembuhkan penyakit ini.

Studi Terkait

Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam Journal of Minimally Invasive Gynecology pada awal tahun 2026 menyoroti kemajuan metode non-bedah untuk pasien adenomyosis. Penelitian klinis multisenter ini mengevaluasi efektivitas penggunaan High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) yang dipandu oleh MRI dibandingkan dengan terapi hormonal konvensional.

Hasil studi 2026 tersebut mengungkapkan bahwa pasien yang menjalani terapi HIFU mengalami penurunan volume jaringan adenomyosis secara signifikan hingga 65% dalam enam bulan pertama, disertai dengan pengurangan skor dismenorea (nyeri haid) dan menorrhagia secara drastis. Peneliti menyimpulkan bahwa HIFU berpotensi kuat menjadi standar baru perawatan rahim-sparing (mempertahankan rahim) bagi wanita usia subur yang menderita adenomyosis parah, menjembatani kesenjangan antara pengobatan medis berbasis hormon dan operasi histerektomi.

Sering Nyeri Haid Tak Tertahankan? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti kram perut hebat saat menstruasi, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami nyeri panggul yang tajam dan semakin parah setiap siklus menstruasi, atau volume darah haid sangat banyak hingga harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam, jangan dibiarkan saja. Segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat guna mencegah risiko komplikasi seperti anemia berat.

Referensi

  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Adenomyosis – Symptoms and causes.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10) – N80 Endometriosis.
  • Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI). Diakses pada 2024. Gangguan Haid dan Penanganannya.
  • PubMed Central (PMC). Diakses pada 2024. Adenomyosis: Pathogenesis, Diagnosis, and Treatment Options.

FAQ

1. Apa perbedaan antara adenomyosis dan endometriosis?
Meskipun mirip, keduanya berbeda lokasinya. Endometriosis terjadi ketika jaringan mirip lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim (seperti pada ovarium atau saluran tuba). Sedangkan adenomyosis terjadi ketika jaringan tersebut tumbuh menebus ke dalam dinding otot rahim itu sendiri.

2. Apakah kondisi adenomyosis bisa disembuhkan?
Satu-satunya cara untuk menyembuhkan adenomyosis secara permanen adalah dengan prosedur pengangkatan rahim (histerektomi). Namun, gejala nyeri dan perdarahan dapat dikelola secara efektif dengan obat pereda nyeri, terapi hormon, atau tindakan minimal invasif, serta kondisi ini biasanya akan mereda dengan sendirinya setelah wanita memasuki masa menopause.

3. Apakah wanita dengan adenomyosis bisa hamil?
Bisa, namun adenomyosis dapat menurunkan tingkat kesuburan dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan tertentu seperti keguguran atau kelahiran prematur. Jika kamu memiliki kondisi ini dan sedang merencanakan kehamilan, sangat penting untuk berkonsultasi secara rutin dengan dokter spesialis kandungan.

4. Mengapa kode medis ICD-10 untuk adenomyosis sering disamakan dengan endometriosis?
Pada sistem klasifikasi ICD-10, adenomyosis dikategorikan di bawah N80.0 yang secara spesifik disebut “Endometriosis of uterus”. Hal ini karena secara patologis, kondisi ini melibatkan jaringan endometrium (mirip dengan endometriosis), hanya saja letak pertumbuhannya yang spesifik berada di dalam lapisan otot rahim ibu.