Mengidap Neuroblastoma, Tubuh Akan Mengalami Ini

Mengidap Neuroblastoma, Tubuh Akan Mengalami Ini

Halodoc, Jakarta - Salah satu jenis kanker langka yang sebagian besar kasusnya terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun adalah neuroblastoma. Kanker ini berkembang dari neuroblast atau sel-sel saraf yang belum matang. Pada kasus neuroblastoma, neuroblast yang seharusnya tumbuh dan berfungsi sebagai sel saraf justru membentuk benjolan berupa tumor padat.

Kanker langka ini sering berkembang pada salah satu kelenjar adrenal di atas ginjal, atau pada jaringan saraf tulang belakang yang membentang dari leher, dada, perut, hingga panggul. Parahnya, penyakit ini menyebar dengan cepat ke organ lain, seperti sumsum tulang, kelenjar getah bening, tulang, hati, serta kulit.

Baca Juga: 10 Gejala Kanker Pada Anak, Jangan Abaikan!

Gejala Neuroblastoma

Saat terserang penyakit ini, pengidap merasakan beberapa gejala yang muncul pada tubuhnya seperti mudah merasa lelah, hilang nafsu makan, perut terasa kembung, demam dan nyeri tulang. Sementara terkait dengan penyebaran tumor, tubuh pengidapnya mengalami beberapa gejala juga, seperti:

  • Distensi perut, adalah kondisi yang menandai kanker berasal dari perut. Gejala yang muncul adalah rasa penuh pada perut, sulit buang air besar, dan tekanan darah meningkat.

  • Nyeri tulang, menandai terjadinya hubungan dengan penyakit metastasis.

  • Gangguan pernapasan, tanda bahwa kanker telah menyebar ke organ paru-paru.

  • Benjolan pada kulit, disebabkan oleh kanker yang menyebar ke bagian kulit.

  • Kelumpuhan, gejala ini muncul karena kanker neuroblastoma menyerang foramen saraf dan sumsum tulang belakang.

  • Anemia.

  • Memar, hal ini disebabkan karena berkurangnya jumlah sel darah putih.

  • Sindrom Horner.

  • Perubahan defekasi dan buang air kecil, karena kompresi Spinal Cord dari tumor paraspinal.

Gejala lain yang muncul adalah kulit pucat, lingkaran hitam di sekeliling mata, rasa lelah berlebihan, demam naik turun, rasa nyeri gangguan pencernaan berupa diare, keluarnya keringat berlebihan. Gejala neuroblastoma bervariasi sehingga tidak dapat disamakan pada setiap anak yang mengalaminya.

Baca Juga: Harus Tahu, Inilah 4 Stadium Neuroblastoma

Apa yang Menyebabkan Penyakit Ini?

Para ahli sepakat bahwa hal yang menyebabkan kondisi ini muncul adalah karena kelainan pada gen. Neuroblastoma berasal dari neuroblastoma – sel saraf imatur – bagian dari proses perkembangan janin. Saat hamil cukup bulan, neuroblastoma berubah menjadi sel saraf dan serat serta sel yang menutupi kelenjar adrenal.

Kebanyakan kasus neuroblastoma pada orang dewasa, terdapat sel imatur tersebut saat lahir walaupun dalam jumlah kecil. Pada kebanyakan kasus, sel ini akan osteoblast mature atau menghilang. Sisanya, akan mengidap tumor yang dikenal dengan neuroblastoma. Tumor terus membelah secara tak terkendali dan dapat berkembang menjadi kanker.

Langkah Pengobatan Neuroblastoma

Untuk mengatasi penyakit ini, maka disesuaikan dengan kondisi pasien seperti usia saat didiagnosis, stadium penyakit, lokasi tumor, metastasis, dan tingkat aktivitas tumor. Nah, beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi neuroblastoma antara lain:

  • Obat (kemoterapi) untuk membunuh sel kanker.

  • Terapi radiasi untuk menyusutkan ukuran tumor dan mengurangi nyeri.

  • Operasi pengangkatan tumor jika tumor belum menyebar dan mengurangi gejala saat obat-obatan tidak dapat digunakan untuk terapi (surgical mitigation).

Jika anak terserang penyakit ini, ia membutuhkan asupan nutrisi yang cukup serta dukungan moril dari pihak keluarganya. Selain itu, kini telah ditemukan sebuah terapi baru yaitu imunoterapi untuk membuat imunitas pada penyakit ini semakin meningkat.

Reaksi ini membantu tubuh melawan penyakit. Umumnya, peningkatan kelangsungan hidup bisa sebanyak 40 persen. Pada bayi di bawah 1 tahun bisa meningkat hingga 90 persen.

Baca Juga: Kenali 8 Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak dan Gejalanya


Jika kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai penyakit ini, jangan ragu untuk segera mengkomunikasikannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.