20 February 2019

Mengidap Striktur Uretra, Begini Cara Penanganannya

Striktur Uretra

Halodoc, Jakarta - Uretra merupakan saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari tubuh. Nah, dalam striktur uretra, saluran ini akan menyempit dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada saluran urine, seperti infeksi atau peradangan. Kamu mengidap striktur uretra? Begini cara penanganannya!

Baca juga: 4 Fakta tentang Striktur Uretra yang Perlu Diketahui

Striktur Uretra, Penyempitan pada Saluran Kencing

Kondisi inilah yang menyebabkan peradangan atau masalah lain yang terjadi pada saluran kencing kamu. Jika uretra menyempit, aliran urine menjadi lemah dan menghambat aliran urine kamu. Penyakit ini umumnya terjadi pada pria dibanding wanita.

Gejala Umum yang Muncul pada Pengidap Striktur Uretra

Gejala umum yang akan dirasakan saat kamu mengidap penyakit ini, antara lain:

  • Retensi urine, yaitu adanya gangguan pada kandung kemih, sehingga kesulitan untuk mengeluarkan atau mengosongkan urine.

  • Keinginan buang air kecil yang sering dan secara mendadak.

  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil dan mengontrol prosesnya.

  • Disuria, yaitu rasa sakit dan tidak nyaman saat buang air kecil.

  • Warna urine agak gelap.

  • Keluarnya darah dari cairan urine atau sperma.

  • Sensasi rasa panas pada Mr P saat buang air kecil.

  • Mr P terasa nyeri dan bengkak.

  • Kemampuan ejakulasi berkurang.

  • Infeksi saluran kemih.

Gejala yang muncul pada setiap orang akan berbeda-beda tergantung pada keparahan kondisi yang dialami. Kamu disarankan untuk segera mendiskusikan pada dokter ahli jika mengalami salah satu dari gejala striktur uretra.

Baca juga: Ini Cara untuk Mencegah Terjadinya Striktur Uretra

Penyebab Terjadinya Striktur Uretra

Penyakit ini disebabkan oleh radang atau adanya bekas luka yang terjadi pada uretra. Radang atau luka yang terjadi pada uretra bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

  • Penggunaan kateter dalam jangka panjang.

  • Mengidap kanker uretra atau kanker prostat.

  • Menjalani prosedur medis yang memasukkan alat ke uretra, seperti endoskopi uretra.

  • Cedera atau retak pada tulang panggul.

  • Infeksi saluran kemih yang sering kambuh dan tidak ditangani dengan baik.

  • Pernah menjalani operasi prostat, atau radioterapi.

Selain itu, striktur uretra juga lebih rentan terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit seksual, dan pria yang memiliki prostat yang besar.

Kamu Mengidap Striktur Uretra? Begini Cara Penanganannya!

Beberapa langkah pengobatan yang bisa kamu tempuh untuk mengatasi striktur uretra, antara lain:

  • Pemasangan kateter permanen. Kondisi ini hanya bisa dilakukan pada kasus striktur uretra yang sudah parah.

  • Pelebaran uretra, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan kabel kecil ke dalam uretra hingga kandung kemih.

  • Pembelokan aliran urine, yaitu prosedur yang dilakukan dengan membuat lubang pada perut dengan melibatkan usus untuk menghubungkan uretra ke lubang di perut. Prosedur ini hanya bisa dilakukan jika kandung kemih sudah rusak dan perlu diangkat.

Kamu mengalami salah satu gejala dari striktur uretra? Segera diskusikan dengan dokter! Penanganan dini dibutuhkan untuk mencegah kondisi lain yang lebih berbahaya. Bila kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, retensi urine dapat memicu gangguan permanen pada ginjal dan kandung kemih.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terkena Striktur Uretra

Penyakit menular seksual merupakan salah satu penyebab dari penyakit ini. Oleh karena itu, lakukanlah hubungan intim yang sehat dan aman sebagai langkah pencegahan utama. Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call mengenai masalah kesehatan kamu. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!