Menstruasi Tidak Teratur, Gejala Perimenopause?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Menstruasi Tidak Teratur, Gejala Perimenopause?

Halodoc, Jakarta – Kesuburan wanita akan semakin menurun seiring bertambahnya usia. Sebelum mencapai waktu menopause, wanita mengalami perimenopause. Perimenopause adalah waktu ketika tubuh wanita mengalami transisi alami menuju menopause. Setiap wanita pasti mengalami perimenopause pada usia yang berbeda-beda. Ada yang mengalami perimenopause sekitar usia 40-an, ada pula yang mengalaminya pada pertengahan 30-an.

Baca Juga: Ini Alasan Wanita Perimenopause Rentan Alami Menoragia

Selama perimenopause tingkat estrogen dalam tubuh wanita akan naik dan turun secara timpang. Gejala perimenopause sama dengan menopause, seperti munculnya hot flashes, masalah tidur dan kekeringan pada vagina. Katanya, perimenopause juga ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur. Benarkah demikian? Ini ulasannya.

Menstruasi Tidak Teratur Menandai Perimenopause?

Tingkat estrogen yang naik turun membuat siklus menstruasi memanjang atau memendek. Wanita yang mengalami perimenopause mungkin mulai memiliki siklus menstruasi di mana ovarium tidak melepaskan sel telur (ovulasi). Darah yang keluar dapat  ringan sampai berat dan seorang wanita juga melewatkan periode menstruasi. 

Apabila seorang wanita mengalami perubahan selama tujuh hari atau lebih dalam lamanya siklus menstruasi secara terus menerus, bisa jadi Ia mengalami perimenopause dini. Jika wanita memiliki waktu 60 hari atau lebih antar periode, kemungkinan ia mengalami perimenopause yang terlambat. Setelah wanita melewati 12 bulan berturut-turut tanpa periode menstruasi, maka ia telah secara resmi mencapai menopause dan periode perimenopause telah berakhir.

Jika kamu mengalami periode menstruasi yang tidak teratur yang disertai nyeri panggul dan darah berbau amis, sebaiknya periksakan ke dokter karena hal tersebut mengindikasikan penyakit tertentu. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc.

Baca Juga: 4 Cara Hadapi Menopause Bagi Wanita Berusia 40an

Ketahui Gejala Perimenopause Lainnya

Selama masa transisi menopause, ada beberapa perubahan yang terlihat maupun tidak terlihat di dalam tubuh seorang wanita. Selain menstruasi yang tidak teratur, berikut ini gejala perimenopause lainnya:

1. Munculnya Hot Flashes dan Masalah Tidur

Hot flashes atau semburan panas sering terjadi selama perimenopause. Semburan panas terjadi ketika seorang wanita merasa hangat secara tiba-tiba, sehingga mengeluarkan keringat yang cukup banyak. Rasa hangat ini biasanya dirasakan pada bagian wajah, leher dan dada. Intensitas, panjang, dan frekuensinya bervariasi pada setiap wanita. Masalah tidur sering disebabkan oleh hot flashes yang membuat wanita berkeringat di malam hari.

2. Perubahan Suasana Hati

Perubahan suasana hati, lekas marah atau peningkatan risiko depresi dapat terjadi selama perimenopause. Penyebab gejala ini mungkin disebabkan oleh gangguan tidur yang dipicu oleh hot flashes. Perubahan suasana hati juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak terkait dengan perubahan hormon perimenopause.

3. Perubahan Vagina dan Kandung Kemih

Ketika kadar estrogen berkurang, jaringan vagina wanita mulai kehilangan lubrikasi dan elastisitas. Kondisi ini membuat hubungan intim terasa menyakitkan. Estrogen yang rendah juga membuat seorang wanita lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih atau vagina. Kehilangan tonus jaringan dapat menyebabkan inkontinensia urine.

4. Menurunnya Kesuburan

Ketika ovulasi menjadi tidak teratur, kemampuan seorang wanita untuk hamil otomatis menurun. Namun, selama mengalami menstruasi, kehamilan masih mungkin terjadi. Jika wanita ingin menghindari kehamilan, gunakan alat kontrasepsi sampai tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan.

5. Perubahan Fungsi Seksual

Selama perimenopause, gairah dan keinginan seksual dapat berubah. Tetapi jika seorang wanita memiliki keintiman seksual yang memuaskan sebelum menopause, ini kemungkinan akan berlanjut melalui perimenopause dan seterusnya.

6. Tulang Rapuh

Menurunnya kadar estrogen membuat wanita mulai kehilangan tulang lebih cepat daripada pembentukan tulang. Kondisi ini meningkatkan risiko osteoporosis, yaitu penyakit yang menyebabkan tulang rapuh.

Baca Juga: Begini Siklus Menstruasi Menjelang Menopause

Itulah informasi terkait perimenopause yang perlu wanita ketahui. Konsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan dapatkan waktu tidur yang cukup untuk mengelola gejala di atas. Jangan lupa untuk menggunakan pelumas agar hubungan intim tidak terasa menyakitkan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Perimenopause.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2019. Perimenopause: Rocky road to menopause.