Ini Alasan Wanita Perimenopause Rentan Alami Menoragia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Wanita Perimenopause Rentan Alami Menoragia

Halodoc, Jakarta – Wanita perimenopause disebut lebih rentan mengalami menoragia. Perimenopause merupakan periode transisi alias masa-masa sebelum seorang wanita memasuki masa menopause, yaitu masa berakhirnya menstruasi. Menjelang masa menopause, wanita memang lebih rentan mengalami gangguan siklus menstruasi, salah satunya adalah menoragia. 

Menoragia alias menorrhagia merupakan gangguan haid yang menyebabkan pengidapnya mengalami perdarahan berlebihan dalam satu periode menstruasi. Selain perdarahan berlebihan, pengidap menoragia juga akan mengalami gejala lain, seperti jangka menstruasi yang lebih panjang, anemia, rasa lemas, kesulitan bernapas, hingga timbul rasa nyeri selama haid. Menoragia bisa terjadi saat seorang wanita sudah mendekati masa menopause. 

Baca juga: Usia Berapa Wanita Alami Perimenopause?

Mengenal Perimenopause dan Gejalanya 

Perimenopause terjadi sebelum seorang wanita memasuki masa menopause, yaitu sekitar 4–10 tahun sebelum menopause. Biasanya, perimenopause mulai terjadi di usia 30–40 tahun, atau bisa juga muncul lebih awal karena faktor tertentu. Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda seorang wanita mengalami perimenopause. 

Gejala utama dari kondisi ini adalah gangguan pada siklus menstruasi, salah satunya memicu menoragia. Masa transisi ini bisa menyebabkan ketidakteraturan siklus, seperti menstruasi yang tiba lebih cepat atau lambat serta menstruasi berlangsung lebih singkat atau lebih lamas. Bahkan, semakin mendekati masa menopause, maka menstruasi akan menjadi semakin jarang dan hanya terjadi beberapa bulan sekali. 

Perimenopause tidak hanya memicu gejala gangguan siklus menstruasi, tetapi juga ada beberapa gejala lain yang sering muncul. Kondisi ini ditandai dengan gejala berupa: 

  • Hot flashes

Wanita yang mengalami perimenopause sering mengeluhkan gejala sensasi gerah atau kepanasan alias hot flashes. Biasanya, sensai ini akan muncul secara mendadak dan bisa sangat mengganggu. 

Baca juga: Waspada 6 Penyakit Berbahaya yang Ditandai dengan Menoragia

  • Insomnia

Menjelang menopause, seorang wanita rentan mengalami gangguan tidur di malam hari alias insomnia. Biasanya, gangguan tidur juga disertai dengan rasa resah dan keluar keringat saat tidur di malam hari.

  • Perubahan Mood 

Suasana hati alias mood yang berubah-ubah juga sering dialami wanita yang mengalami perimenopause. Pada masa ini, seorang wanita cenderung menjadi lebih mudah tersinggung, serta meningkatnya risiko wanita mengalami depresi. 

  • Sakit Kepala 

Rasa tidak nyaman tidak hanya terasa pada perut, tetapi juga di beberapa bagian tubuh lain. Perimenopause bisa menyebabkan wanita mengalami sakit kepala yang tidak tertahankan. 

  • Masalah Seksual 

Semakin mendekati masa menopause, seorang wanita biasanya akan mengalami masalah seksual. Pada wanita yang mengalami perimenopause, rentan terjadi penurunan gairah seksual dan kesuburan. Kondisi ini juga menyebabkan seorang wanita mengalami nyeri saat berhubungan seksual akibat berkurangnya cairan pelumas pada Miss V. 

  • Kadar Kolesterol 

Perimenopause ternyata juga bisa berdampak pada kadar kolesterol dalam darah. Wanita yang mengalami kondisi ini biasanya disertai dengan peningkatan kadar kolesterol jahat alias LDL. Sayangnya, hal ini juga dibarengi dengan menurunnya kadar kolesterol baik atau HDL. Hal ini harus diwaspadai, sebab tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit menular, terutama penyakit kardiovaskular. 

Baca juga: Benarkah Menoragia Bisa Disebabkan Alat Kontrasepsi IUD?

Masih penasaran tentang perimenopause dan risiko menoragia atau gangguan siklus haid lainnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter kapan dan di mana saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Premenopause, Perimenopause, and Menopause.
Web MD. Diakses pada 2019. Perimenopause.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Menorrhagia (heavy menstrual bleeding).