Menyebar Cepat, Kanker Tulang Menguras Biaya dan Tenaga

Menyebar Cepat, Kanker Tulang Menguras Biaya dan Tenaga

Halodoc, Jakarta - Kanker, penyakit ganas yang banyak kasus cukup sulit disembuhkan bahkan menyebabkan kematian. Pasalnya, sel kanker tidak akan mati selayaknya sel sehat pada tubuh. Malah ia akan memperbanyak dirinya dan memakan sel-sel sehat tersebut, salah satu jenis kanker yang cepat menyebar adalah kanker tulang.

Kanker tulang salah satu jenis kanker yang tergolong langka yang berawal dari tumor ganas yang tumbuh di dalam tulang. Penyakit ini muncul akibat adanya pertumbuhan sel tulang yang tidak normal.

Jenis kanker ini  bisa menyerang bagian tulang mana pun di dalam tubuh, akan tetapi kebanyakan kasus, tulang kaki dan lengan merupakan area yang paling sering diserang.

Kanker tulang pun dibagi menjadi dua, yakni:

  • Kanker tulang primer. Muncul dan tumbuh pertama kali di jaringan tulang.

  • Kanker tulang sekunder. Kanker yang muncul akibat penyebaran dari kanker lain yang sebelumnya sudah terjadi. Misalnya kanker usus, kanker paru-paru, atau kanker payudara yang kemudian menyebar ke tulang. Kondisi ini disebut kanker metastasis atau kanker yang menyebar.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Keseleo Bisa Berakibat Fatal

Stadium Kanker Tulang

Kanker tulang cenderung cepat menyebar. Ada empat tahap stadium kanker tulang yang wajib kamu ketahui, yaitu:

  • Stadium I. Sel kanker pada tahap ini masih sedikit jumlahnya dan belum menyebar ke bagian mana pun. Tahap ini paling rendah dan sel kanker yang ada tidak terlalu agresif dan belum menekan sel-sel yang normal.

  • Stadium II. Pada tahap ini sel kanker hanya ada di permukaan tulang dan belum menyebar ke bagian lain. Pada stadium II sel kanker tumbuh lebih agresif dan siap untuk melakukan penyebaran.

  • Stadium III.  Pada tahap ini sel kanker menyebar ke beberapa bagian di tulang. Stadium tiga dapat dibagi menjadi stadium III awal dan stadium III akhir.

  • Stadium IV. Tahapan ini mengindikasikan bahwa kanker menyebar ke area yang lebih luas, tidak lagi bersarang pada jaringan tulang, namun ke bagian tubuh lain, seperti organ-organ tubuh. Organ yang paling sering diserang adalah paru-paru.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Tulang

Belum ada yang menjadi penyebab pasti kemunculan kanker tulang. Namun, kanker tulang diduga muncul karena adanya kesalahan dalam melakukan replikasi DNA pada sel tulang. Saat DNA yang terbentuk salah atau abnormal, hal ini mengakibatkan sel tulang berkembang secara tidak terkendali dan tumbuh dalam jumlah banyak. Sel-sel tulang yang tidak terkendali tersebut berkumpul menjadi sebuah tumor ganas yang melakukan penyebaran ke jaringan-jaringan lainnya. Terdapat beberapa hal yang meningkatkan risiko kanker tulang, antara lain:

  • Genetik. Genetik adalah penyebab kanker tulang yang jarang ada di dalam kasus kanker tulang primer. Namun, orang yang memiliki gen atau riwayat kanker mata dan Li-Fraumeni syndrome memiliki kemungkinan alami kanker di tulang di kemudian hari.

  • Penyakit tulang Paget. Penyakit ini adalah kondisi pre-kanker yang jinak. Penyakit Paget mengganggu proses daur ulang dalam tubuh yang normal, ketika jaringan tulang baru perlahan menempati jaringan tulang lama. Sepanjang waktu, penyakit yang menyebabkan tulang yang terpengaruh menjadi rapuh. Penyakit Paget lebih umum pada orang dewasa, terutama di atas 50 tahun.

  • Paparan radiasi. Radiasi dan beberapa obat kemoterapi meningkatkan risiko terkena kanker di tulang, contohnya pengobatan dengan alkylating agents.

Baca Juga: Osteogenesis Imperfecta, Penyakit yang Bikin Tulang Mr Glass Mudah Patah

Demi sembuh dari kanker tulang, tidak sedikit usaha yang dibutuhkan. Seperti perjuangan Chacha, gadis kecil yang seketika hidupnya berubah ketika terkena kanker tulang. Ikuti kisahnya dalam melawan kanker tulang yang menyerangnya sejak Desember 2017 lalu. Bagi kamu yang masih ingin tahu lebih banyak mengenai kanker tulang, kamu bisa cari tahu lebih lanjut dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!