Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Merokok Tingkatkan Risiko Kanker Paru

Halodoc, Jakarta – Kebiasaan merokok sudah lama diketahui memiliki dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada paru-paru. Merokok nyatanya bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru pada seseorang. Mengapa demikian? 

Dalam satu batang rokok, terdapat sejumlah kandungan yang bersifat racun dan berpotensi merusak sel-sel tubuh. Tak hanya itu, senyawa yang ada pada asap rokok ternyata memiliki sifat karsinogenik alias memicu kanker. Dari 250 jenis zat beracun yang ada dalam sebatang rokok, diketahui setidaknya ada 70 jenis zat yang bisa memicu kanker. Beberapa jenis senyawa dalam rokok yang bisa memicu penyakit adalah karbon monoksida, nikotin, tar, benzena, serta kadmium, dan amonia. 

Sayangnya, meski sudah banyak studi yang membuktikan bahaya rokok, kesadaran untuk berhenti merokok masih sangat rendah, terutama di Indonesia. Organisasi kesehatan dunia alias world health organization (WHO) menyebut Indonesia menjadi negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia. Artinya, banyak orang Indonesia yang juga berpotensi terserang penyakit kanker paru-paru. 

Baca juga: Dapatkan 5 Hal Ini Jika Berhenti Merokok

Selain memicu kanker paru-paru, menjadi perokok aktif ternyata juga bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada hampir semua bagian tubuh, mulai dari jantung, ginjal, pembuluh darah, kesehatan reproduksi, tulang, hingga otak. Salah satu cara terbaik untuk mencegah kanker paru-paru menyerang adalah dengan menjauhi atau berhenti merokok. 

Bahaya Kanker Paru-paru yang Harus Diwaspadai 

Kanker paru-paru merupakan jenis penyakit yang bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih berisiko menyerang perokok. Kebiasaan merokok memang bukan satu-satunya penyebab kanker paru-paru, tapi hal ini bisa menjadi penyebab utama atau faktor risiko terbesar penyakit ini. 

American Cancer Society menyebut bahwa ada sekitar 20 persen kasus kematian karena kanker paru-paru, bahkan terjadi pada orang yang tak pernah merokok. Kanker paru-paru bisa saja terjadi karena adanya paparan zat tertentu yang tanpa disadari dapat menyebabkan kanker, misalnya polusi udara. 

Baca juga: Perokok Pasif Juga Harus Tahu, 8 Tanda Kanker Paru

Kabar buruknya, kebanyakan kanker paru-paru sering muncul tanpa menunjukkan gejala sama sekali, sehingga sulit untuk dideteksi. Hal itu membuat jenis kanker ini baru bisa dideteksi saat sudah memasuki stadium yang lebih parah, dan berubah menjadi salah satu jenis penyakit yang paling mematikan. 

Kanker paru-paru seringnya memunculkan gejala khas, yaitu batuk yang tidak kunjung reda. Batuk yang terjadi terus-menerus bisa menjadi tanda adanya tumor yang menghalangi jalur napas sehingga memicu batuk. Hal itu bisa menjadi lebih parah jika batuk yang terjadi disertai dengan keluarnya darah. Batuk yang disertai dengan keluarnya darah bisa jadi tanda bahwa sel kanker telah menyerang jaringan sehat paru-paru. 

Selain batuk, penyakit ini juga sering memicu gejala lain seperti suara serak, keluar lendir berwarna kemerahan, sakit saat menelan hingga nyeri dada. Nyeri pada kanker paru-paru terjadi karena serangan sel kanker pada dinding dada, di mana terdapat banyak ujung saraf. Hal itu yang menjadi penyebab munculnya rasa sakit yang tak tertahankan, dan menjadi lebih parah saat menarik napas dalam-dalam, batuk, ataupun tertawa. 

Baca juga: Batuk Terus? Waspada Kanker Paru-paru

Masih penasaran soal kanker paru-paru dan kaitannya dengan kebiasaan merokok? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!