• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Miconazole: Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Miconazole: Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya

Miconazole: Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 25 Agustus 2022

“Miconazole sering digunakan untuk mengobati infeksi jamur. Cek aturan pakainya guna mencegah efek samping.”

Miconazole: Kegunaan, Dosis, dan Efek SampingnyaMiconazole: Kegunaan, Dosis, dan Efek Sampingnya

Halodoc, Jakarta – Miconazole adalah obat anti jamur yang bekerja dengan merusak struktur kulit sel jamur supaya tidak mampu berfungsi lagi. Ketika fungsinya menghilang, sel jamur akan kekurangan senyawa penting sehingga berhenti tumbuh.

Jenis jamur yang efektif diobati miconazole, antara lain Candida spp., Microsporum spp., Epidermophyton spp., Trichophyton spp., dan Pityrosporon orbiculare (Malassezia furfur).

Kegunaan dan Cara Pakai Obat Miconazole

Miconazole mampu mengobati infeksi jamur pada kulit seperti kurap (tinea), kutu air, panu, dan candidiasis.  Infeksi jamur yang menyasar mulut, kuku, selangkangan dan vagina juga bisa diobati dengan miconazole. Begini cara pemakaian miconazole:

  • Cuci tangan sampai bersih sebelum dan sesudah menggunakan obat ini. 
  • Bersihkan kulit yang terinfeksi jamur terlebih dahulu. Oleskan miconazole setelah kulit dikeringkan. 
  • Oleskan tipis-tipis krim atau salep miconazole ke area infeksi. 
  • Gunakan hanya area kulit saja dan hindari bagian mulut, hidung, dan mata karena bisa menimbulkan sensasi terbakar.
  • Hindari menutupi kulit yang terinfeksi dengan perban atau zat-zat kimia seperti make-up.
  • Jangan hentikan pemakaiannya meski infeksi sudah mulai membaik. Tunggu saran dari dokter saat pemeriksaan selanjutnya. 
  • Selalu ikuti instruksi dan anjuran dokter selama menggunakan obat ini. 

Sebaiknya oleskan obat ini dengan aplikator jika infeksi jamur terdapat di vagina. Untuk infeksi jamur di area mulut, hindari konsumsi apa pun selama 30 menit setelah menggunakan oral gel atau gel mulut. Tujuannya agar obat tidak tersapu oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Simpan obat ini di dalam tempat kering dan sejuk. Hindari area lembap dan suhu panas seperti terpapar sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.  

Dosis Pemakaian Miconazole

Setiap orang dapat menerima dosis yang berbeda-beda, tergantung jenis infeksi jamur, tingkat keparahan infeksi dan usia.  dosis umum penggunaan miconazole:

1. Candidiasis mulut dan tenggorokan

Umumnya dokter meresepkan gel mengandung 20 mg/g miconazole untuk mengobati jamur di bagian mulut atau tenggorokan. Dosis untuk dewasa dan anak-anak 2 tahun ke atas adalah  2,5 ml yang dioleskan 4 kali sehari.

2. Infeksi jamur pada kulit (tinea pedis, tinea cruris, tinea corporis, panu, candidiasis)

Jika jamur menyasar di kulit, jenis miconazole yang diresepkan bisa berupa krim, salep atau bedak yang mengandung 2% miconazole. Oleskan 2 kali sehari selama 2–6 minggu. Pemakaiannya sekitar 1 minggu sampai keluhan hilang.

3. Infeksi jamur pada kuku

Sama seperti di atas, infeksi jamur pada kuku diobati menggunakan krim yang mengandung 2% miconazole. Oleskan krim 1–2 kali sehari sampai setidaknya 10 hari.

4. Infeksi jamur pada vagina  

Vagina yang terinfeksi jamur diobati dengan krim yang mengandung 2% miconazole. Oleskan krim tersebut satu kali sehari sebelum tidur selama 10–14 hari. Bisa juga 2 kali sehari selama 7 hari.

Efek Samping Penggunaan Miconazole

Pemakaian miconazole jarang menimbulkan efek samping. Namun, beberapa yang mengalaminya melaporkan gejala-gejala di bawah ini:

  • Iritasi
  • Kulit melepuh
  • Hipopigmentasi
  • Kulit terasa panas atau perih
  • Biduran
  • Kulit bengkak
  • Dermatitis kontak
  • Kulit mengelupas

Apabila digunakan pada mulut, risiko efek sampingnya dapat berupa:

  • Perubahan rasa di lidah
  • Mulut kering
  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Nyeri ulu hati

Sementara itu, efek samping pemakaian miconazole di bagian vagina, meliputi:

  • Sensasi terbakar pada vagina
  • Rasa gatal
  • Iritasi pada vagina dan kulit di sekitar vagina
  • Buang air kecil lebih banyak dari biasanya
  • Muntah dan diare

Selain mengonsumsi miconazole, jaga kesehatan tubuh dengan rutin minum vitamin. Segera cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc sekarang juga. Jangan tunggu sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
U.S. National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Miconazole Vaginal.
U.S. National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Miconazole Topical.
U.S. National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Miconazole Buccal.