20 November 2018

Minuman Energi Sebaiknya Dihindari Pengidap Fenilketonuria

Minuman Energi Sebaiknya Dihindari Pengidap Fenilketonuria

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi minuman energi sering dijadikan andalan di tengah aktivitas harian yang padat. Sebab, jenis minuman yang satu ini diyakini dapat membantu meningkatkan serta membangkitkan tenaga dan semangat. Namun hati-hati, mengonsumsi minuman energi juga ada takarannya.

Jenis minuman yang banyak beredar di pasaran ini sering dikaitkan dengan berbagai penyakit, karena memiliki kandungan yang disebut dapat mengganggu kesehatan. Secara umum, minuman berenergi merupakan jenis minuman non-alkohol yang mengandung asam amino taurine, kafein, dan bahan tambahan lainnya. Salah satu orang yang disarankan untuk menghindari konsumsi minuman energi adalah pengidap fenilketonuria. Apa alasannya?

Fenilketonuria alias phenylketonuria (PKU) adalah sebuah kondisi yang biasanya sudah ada sejak lahir. Penyakit ini terjadi karena adanya kelainan genetika yang bersifat langka. Orang yang mengalami gangguan ini biasanya memiliki masalah dalam mengurai asam amino fenilalanin di dalam tubuh. Zat tersebut merupakan salah satu bahan baku untuk pembentukan protein dalam tubuh.

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk hidup nyaman dengan fenilketonuria, salah satunya adalah menerapkan pola makan tertentu. Pasalnya, pengidap penyakit ini harus bisa mengendalikan kadar fenilketonuria dalam tubuh, sehingga tidak menimbulkan gejala serta komplikasi yang bisa berdampak buruk.

Pengidap penyakit ini disarankan untuk menjauhi jenis makanan yang kaya akan protein, seperti telur, susu, ikan, dan semua jenis daging. Tak hanya itu, makanan yang mengandung pemanis buatan, seperti permen karet dan minuman berkarbonasi juga harus dihindari karena dapat berubah menjadi fenilalanin di dalam tubuh.

Pada beberapa produk minuman energi yang dijual di pasaran bisa jadi ada kandungan soda alias karbonasi. Dengan demikian, pengidap fenilketonuria tidak disarankan untuk mengonsumsinya. Meski tidak mengandung soda, tapi zat lain yang ada dalam minuman energi juga harus selalu diperhatikan dan dibatasi jumlah konsumsinya.

Alasan Minuman Energi Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Berlebihan

Mengonsumsi minuman energi melebihi batas toleransi bisa memicu berbagai gangguan kesehatan. Sebagian besar minuman energi yang dijual di pasaran mengandung kafein, yakni zat yang berperan sebagai stimulan atau perangsang sistem saraf. Setelah dikonsumsi, kandungan itu kemudian akan membuat tubuh menjadi lebih bertenaga. Namun hati-hati, berlebihan dalam mengonsumsi minuman ini malah bisa membahayakan tubuh.

Kelebihan dosis kafein bisa membuat seseorang mengalami ketergantungan di mana saat asupan kafein dihentikan maka bisa muncul gejala, seperti sakit kepala, resah, sulit berkonsentrasi, dan suasana hati selalu berubah. Tak hanya itu, gejala lain juga mungkin muncul, seperti diare, demam, kesulitan bernapas, hingga detak jantung yang tidak beraturan.

Selain tinggi kandungan kafein, minuman energi juga mengandung kadar gula yang berlebihan. Mengonsumsi terlalu banyak minuman yang tinggi kandungan gula bisa mengundang berbagai gangguan kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, obesitas, kolesterol tinggi, dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah alias kardiovaskular.

Daripada tergantung minuman energi, ada baiknya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan cara alami. Mulai dari menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, dan mengonsumsi suplemen khusus. Pada pengidap fenilketonuria, disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam amino. Tujuannya untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan tubuh.

Kalau kehabisan suplemen atau obat lain, beli di aplikasi Halodoc saja! Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam dan gratis ongkos kirim. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Baca juga: