• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta Bumil Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih

Mitos atau Fakta Bumil Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Saat hamil, kemungkinan untuk terkena infeksi saluran kemih (ISK) menjadi lebih besar. Ini karena pada dasarnya semua perubahan yang berkaitan dengan kehamilan dapat meningkatkan risiko bakteri masuk ke dalam saluran kemih dan menyebabkan infeksi. Terlebih saat hamil, rahim yang semakin membesar akan memberi tekanan pada kandung kemih. 

Hal itu dapat menyebabkan ibu hamil sulit mengeluarkan seluruh urine dan membuat sisa urine menjadi sumber infeksi. Selain itu, hormon kehamilan seperti progesteron juga menyebabkan uretra kehilangan sebagian kekuatannya, sehingga membuat ibu hamil lebih sulit mengosongkan kandung kemih. Berhubungan intim selama hamil juga berisiko menyebabkan ISK, karena bakteri di dekat vagina bisa terdorong ke dalam uretra.

Baca juga: Alat Kontrasepsi Dapat Sebabkan infeksi saluran Kemih, Benarkah?

Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil Dapat Berulang

Infeksi saluran kemih cenderung terjadi secara berulang selama kehamilan. Apalagi, wanita yang pernah mengidap ISK sebelumnya akan lebih rentan mengalami masalah yang sama selama kehamilan. Berikut beberapa gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil:

  • Sensasi terbakar ketika buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
  • Hasrat ingin buang air kecil meningkat, tetapi urine yang dikeluarkan hanya sedikit.
  • Urine berwarna gelap, berdarah atau berbau busuk.
  • Demam ringan.
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman pada perut bagian bawah.
  • Anyang-anyangan.
  • Sakit punggung.

Ketika ibu merasakan gejala infeksi saluran kemih itu, sebaiknya segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya dengan dokter lewat chat, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini bertujuan agar infeksi saluran kemih pada ibu hamil bisa segera mendapat penanganan, dan menghindari risiko komplikasi serius pada kehamilan.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih dapat Sebabkan Orchitis

Bagaimana Mengobati Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil?

Sejatinya, infeksi apa pun yang terjadi selama kehamilan, termasuk infeksi saluran kemih, bisa sangat berbahaya bagi ibu hamil maupun janin. ISK dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, preeklampsia, dan terhambatnya pertumbuhan janin dalam kandungan. Bahkan jika tidak diobati, ISK dapat mendatangkan masalah setelah melahirkan.

Selain itu, infeksi pada saluran kemih juga dapat menjalar ke ginjal atau disebut dengan pielonefritis, yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin. Untuk mengobati ISK yang terjadi pada ibu hamil, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik. Biasanya antibiotik akan dianjurkan untuk dikonsumsi selama 3-7 hari, atau tergantung anjuran dokter.

Selain mengonsumsi antibiotik dan obat-obatan lain dari dokter, ibu hamil juga dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasi infeksi saluran kemih, yaitu: 

  • Banyak minum air putih. Ini dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dan menghilangkan bakteri dari tubuh.
  • Hindari makanan dan minuman manis, seperti soda, permen, dan camilan yang banyak mengandung gula. Jika ibu mengidap diabetes gestasional, banyaknya gula dalam urine bisa menjadi tempat yang sempurna bagi bakteri untuk tumbuh.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Menahan Kencing saat Mudik

Jika infeksi telah berkembang mencapai ginjal, dokter akan menyarankan ibu hamil untuk melakukan rawat inap di rumah sakit dan memberi antibiotik melalui IV (intravena). Jika ditangani dengan tepat dan cepat, infeksi saluran kemih pada ibu hamil sebenarnya bisa sembuh dan tidak membahayakan kehamilan. Untuk mencegah infeksi saluran kemih berulang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu rutin buang air kecil terutama sebelum dan sesudah berhubungan intim dan hindari menggunakan sabun berbahan kimia yang keras terutama pada area genital.



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Treat a UTI.
WebMD. Diakses pada 2020. Pregnancy Urinary Travt Infection.
Very Well Family. Diakses pada 2020. Urinary Tract Infection during Pregnancy.