Mitos dan Fakta Tentang Kehamilan Geriatri

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mitos dan Fakta Tentang Kehamilan Geriatri

Halodoc, Jakarta - Sadar atau tidak, kini tren usia pernikahan di kalangan wanita semakin mundur. Maksudnya, akibat dibukanya kesempatan yang sama dalam pendidikan dan karier, tidak sedikit wanita yang berfokus mengejar karier ketimbang menikah. Hasilnya, banyak wanita yang baru menikah menginjak usia di atas 30 tahun. Ini sebetulnya bukan masalah, tetapi penting untuk diketahui bahwa semakin tua seorang wanita hamil maka semakin tinggi juga risikonya. Kondisi kehamilan di usia yang tidak lagi muda ini lebih dikenal dengan kehamilan geriatri.

Mungkin sudah banyak tokoh selebriti yang mengalami kondisi ini dan mereka tetap memiliki bayi yang sehat. Namun, penting untuk memahami beberapa fakta-faktanya terkait kehamilan geriatri.

Baca juga: Terapkan Langkah Diet Ini Agar Bisa Cepat Hamil 

Kehamilan Geriatri Picu Banyak Risiko Kesehatan

Ini merupakan fakta yang ada benarnya. Ketika menginjak usia 30 atau 35 tahun lebih, kamu mungkin mulai merasakan beberapa gejala penyakit. Mulai dari diabetes gestasional (diabetes selama kehamilan), tekanan darah tinggi, adalah jenis gangguan kesehatan yang mungkin terjadi pada usia tersebut. Pada kasus diabetes, kontrol ketat gula darah melalui diet dan aktivitas fisik sangat penting. Terkadang obat-obatan juga dibutuhkan. 

Jika tidak diobati, diabetes gestasional dapat menyebabkan bayi tumbuh lebih besar dari rata-rata - yang meningkatkan risiko cedera selama persalinan.  Diabetes gestasional bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Sementara untuk kasus hipertensi, ibu hamil wajib rutin memeriksakannya ke ahli kebidanan untuk mencegah komplikasi.

Lebih Sulit untuk Hamil

Ini juga merupakan hal yang patut dipertimbangkan jika seorang wanita ingin menunda kehamilannya hingga usia 30 tahunan. Pasalnya, seorang wanita dilahirkan dengan jumlah telur terbatas. Saat ia mencapai usia pertengahan hingga akhir 30-an, sel telur mengalami penurunan kuantitas dan kualitas. Selain itu, sel telur wanita yang lebih tua juga tidak mudah dibuahi sebagaimana sel telur wanita yang lebih muda.

Jika kamu berusia lebih dari 35 tahun dan belum bisa hamil selama enam bulan, pertimbangkan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendiskusikan dengan dokter terkait kondisi yang kamu alami. Buat janji dengan dokter kandungan pun kini lebih mudah dilakukan melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Diabetes Gestasional Dapat Terkena Eklampsia? 

Lebih Mungkin Alami Kehamilan Kembar

Kemungkinan memiliki anak kembar juga meningkat seiring bertambahnya usia. Ini karena perubahan hormon yang dapat menyebabkan pelepasan banyak sel telur pada saat yang bersamaan. Penggunaan teknologi reproduksi berbantuan seperti fertilisasi in vitro - juga dapat berperan dalam menyebabkan alami kehamilan kembar.

Kehamilan Geriatri Mungkin Membutuhkan Bedah Caesar

Ibu yang lebih tua memiliki risiko komplikasi kehamilan dan persalinan yang lebih tinggi, sehingga bedah Caesar adalah langkah tepat untuk mencegah hal tersebut. Contoh komplikasi yang sering dialami kehamilan geriatri adalah kondisi ketika plasenta memblokir serviks (plasenta previa).

Risiko Keguguran Lebih Tinggi

Keguguran dan kelahiran dalam kondisi bayi sudah meninggal akan meningkat seiring bertambahnya usia wanita, mungkin karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya atau kelainan kromosom janin. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan kualitas telur yang dikombinasikan dengan peningkatan risiko kondisi medis kronis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, dapat meningkatkan risiko keguguran.

Penting untuk menanyakan bidan atau dokter tentang kondisi bayi di dalam kandungan selama minggu-minggu terakhir kehamilan. Sementara itu, penelitian lebih lanjut juga masih diperlukan, karena beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa usia pria pada saat pembuahan juga dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak.

Baca juga: Berkenalan Lebih Dekat dengan Program Kehamilan 

Langkah Saat Saat Alami Kehamilan Geriatri

Meskipun banyak sekali risikonya, bukan berarti anak tidak bisa lahir sehat. Salah satu contoh wanita yang alami kehamilan geriatri adalah Meghan Markle, dan ia pun melahirkan anaknya, Archie, dengan kondisi sehat melalui persalinan normal. Nah, supaya ibu dan bayi selalu sehat, terapkanlah beberapa gaya hidup sehat berikut selama hamil:

  • Diskusikan dengan dokter jika berencana meski usia sudah menginjak 35 tahun ke atas;
  • Jika sudah berhasil hamil, pastikan rutin untuk memeriksakan diri ke dokter;
  • Konsumsi makanan sehat yang aman untuk ibu dan bayi dalam kandungan;
  • Tambah berat badan dengan cara yang sehat;
  • Tetap aktif berolahraga;
  • Hindari hal-hal yang menyebabkan risiko seperti alkohol, rokok, dan semacamnya;

Selain itu, tidak ada salahnya untuk mengetahui tentang pengujian prenatal untuk kelainan kromosom pada bayi, jika diperlukan, lakukanlah pemeriksaan tersebut.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Pregnancy after 35: Healthy moms, healthy babies.
Web MD. Diakses pada 2019. Pregnancy after 35.