Diabetes Gestasional Dapat Terkena Eklampsia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Diabetes Gestasional Dapat Terkena Eklampsia?

Halodoc, Jakarta - Kehamilan adalah momen yang sakral bagi sebagian orang, sehingga harus benar-benar dijaga. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjaganya adalah selalu mengonsumsi makanan yang sehat. Walau begitu, ternyata seorang ibu hamil mungkin saja mengalami gangguan, salah satunya adalah diabetes gestasional.

Penyakit ini sama seperti diabetes pada umumnya. Seorang wanita yang mengidap gangguan ini akan mengalami gula darah tinggi, sehingga kesehatan janinnya mungkin terpengaruh. Selain itu, diabetes gestasional juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti eklampsia. Berikut pembahasan mengenai hal tersebut!

Baca juga: Ibu Hamil Pengidap Diabetes Rentan Alami Polihidramnion

Diabetes Gestasional Dapat Sebabkan Eklampsia

Diabetes gestasional, preeklampsia, dan eklampsia adalah kondisi yang terjadi hanya selama atau setelah kehamilan terjadi. Penyakit diabetes tersebut membuat tubuh kamu kesulitan mengolah gula selama kehamilan, sehingga menyebabkan bayi lahir besar. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah preeklampsia yang dapat berkembang menjadi eklampsia.

Gangguan diabetes tersebut dapat menyebabkan ibu hamil mengalami preeklampsia yang dapat berkembang menjadi eklampsia adalah karena memicu tekanan darah tinggi. Ketika tekanan darah itu terlalu tinggi dan tidak diatasi, maka risiko mengalami preeklampsia sangat tinggi yang dapat menyebabkan gangguan serius.

Seorang wanita yang mengidap diabetes gestasional dapat menyebabkan bayi lahir lebih awal. Selain itu, komplikasi lainnya yang dapat terjadi adalah kejang atau stroke, karena terdapat pembekuan darah di otak pada wanita selama persalinan terjadi. Memang, diabetes sangat berhubungan dengan tekanan darah tinggi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan diabetes gestasional, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk menjawab. Kamu hanya perlu untuk download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!

Baca juga: 5 Tips untuk Ibu Hamil yang Terkena Diabetes

Penyebab Diabetes Gestasional Terjadi

Disebutkan bahwa belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seorang ibu hamil dapat mengalami diabetes gestasional. Salah satu kemungkinan yang dapat menyebabkan hal tersebut adalah asupan makanan. Kamu juga harus tahu cara kehamilan memengaruhi pemrosesan glukosa pada tubuh.

Tubuh kamu akan mencerna makanan untuk menghasilkan glukosa yang masuk ke aliran darah. Setelah itu, pankreas kamu akan bekerja untuk menghasilkan insulin. Hal tersebut berguna untuk membantu glukosa bergerak dari aliran darah ke sel-sel tubuh agar dapat digunakan sebagai energi.

Selama kehamilan terjadi, plasenta yang berfungsi menghubungkan bayi dengan suplai darah dari sang ibu akan menghasilkan hormon yang tinggi. Hampir semua hormon tersebut dapat merusak kerja insulin pada tubuh, sehingga meningkatkan gula darah. Peningkatan gula darah setelah makan adalah hal yang normal.

Saat bayi tumbuh, plasenta akan menghasilkan lebih banyak hormon penangkal insulin. Hal tersebut dapat meningkatkan gula darah yang memengaruhi pertumbuhan dan keselamatan bayi. Diabetes gestasional umumnya berkembang pada paruh terakhir dari kehamilan, yaitu sejak awal minggu ke-20.

Baca juga: 4 Risiko Diabetes Pada Wanita Hamil

Komplikasi yang Dapat Terjadi Pada Bayi

Jika ibu hamil mengidap diabetes gestasional, bayi kamu mungkin berisiko lebih tinggi terhadap beberapa komplikasi, seperti:

  • Berat Lahir Berlebih

Glukosa yang berlebihan pada aliran darah di sekitar plasenta dapat memicu pankreas bayi untuk menghasilkan insulin lebih. Hal ini menyebabkan bayi tumbuh terlalu besar. Hal tersebut dapat menyebabkan dirinya terjepit di jalan lahir atau mengalami cedera saat lahir. Umumnya, hal ini menyebabkan wanita melahirkan dengan operasi Caesar.

  • Lahir Prematur

Gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko terhadap persalinan dini dan melahirkan bayi jauh sebelum tanggal kelahiran yang ditentukan. Selain itu, dokter mungkin merekomendasikan persalinan dini karena bayinya yang terlalu besar.

Referensi:
CDC.gov .Diakses pada 2019.Gestational Diabetes and Pregnancy
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Gestational diabetes