Morning Sickness Bermanfaat untuk Janin, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Morning Sickness Bermanfaat untuk Janin, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Morning sickness kerap menjadi salah satu yang paling dihindari saat kehamilan, tapi ternyata menurut penelitian National Institute of Child Health and Development,  morning sickness dapat menjadi tanda kehamilan yang sehat.

Dalam penelitian tersebut, para ibu hamil yang mengalami morning sickness, memiliki risiko 50–75 persen lebih rendah untuk mengalami keguguran, ketimbang yang tidak pernah atau jarang mengalaminya.

Penjelasannya adalah mual dan muntah mendorong wanita hamil untuk mengubah kebiasaan makan mereka, yang dapat berdampak pada kehamilan lebih sehat. Ini juga merujuk pada kalau seorang wanita hamil memiliki plasenta yang kuat.

Sejatinya ketika plasenta sepenuhnya terbentuk, ia mengambil alih peran produksi hormon untuk janin yang sedang berkembang, karena itu kadar hormon dalam tubuh wanita turun. Kadar hormon yang lebih rendah inilah dapat menyebabkan mual di pagi hari.

Baca juga: Mual Saat Hamil? Atasi dengan Cara Ini!

Walaupun penelitian menunjukkan demikian, kehamilan merupakan pengalaman personal yang setiap individu berbeda problemnya. Jadi, bukan berarti karena seorang wanita hamil tidak memiliki gejala morning sickness maka pertanda tidak sehat.

Menyadari kalau morning sickness adalah suatu kondisi yang biasa, ada baiknya ibu hamil mengetahui tips untuk mengatasi sensasi mual yang tidak menyenangkan tersebut. Berikut caranya:

  • Makanlah dalam porsi kecil sesering mungkin

  • Minum cairan 30 menit  sebelum atau sesudah makan, tapi tidak saat makan

  • Minumlah sedikit cairan di siang hari untuk menghindari dehidrasi

  • Makanlah biskuit soda 15 menit sebelum bangun di pagi hari

  • Minta orang lain untuk memasak, jangan lupa untuk membuka jendela, menyalakan kipas angin jika baunya mengganggu

  • Beristirahat banyak dan tidur siang hari

  • Hindari tempat yang hangat karena perasaan panas akan menambah sensasi mual

  • Menghirup lemon atau jahe, minum limun, ataupun makan semangka untuk meredakan mual

  • Olahraga

  • Jangan berbaring setelah makan

  • Jangan melewatkan waktu makan

Walaupun morning sickenss adalah situasi yang umum, tapi ibu perlu ke rumah sakit bila terjadi hal-hal berikut ini:

  • Mual pagi berlanjut hingga bulan ke 4 kehamilan

  • Kehilangan berat badan yang signifikan

  • Muntah berwarna coklat atau ada darah di dalamnya

  • Muntah lebih dari 3 kali sehari dan tidak bisa menahan makanan atau cairan yang baru saja masuk

  • Jantung berdetak lebih cepat dari biasanya

  • Merasa lelah atau bingung

  • Volume urine yang jauh lebih sedikit dari biasanya atau bahkan tidak ada urine sama sekali

Seseorang bisa saja mengalami morning sickness yang parah kalau ini merupakan kehamilan pertamanya atau hamil kembar. Hamil dengan lebih dari satu bayi dapat meningkatkan risiko morning sickness, karena ibu hamil memiliki plasenta yang besar dan peningkatan hormon kehamilan, seperti estrogen atau human chorionic gonadotropin (HCG).

Baca juga: Tidak Mual dan Muntah saat Hamil, Normalkah?

Memiliki riwayat keluarga yang juga mengalami mual-mual dan muntah hebat saat kehamilan juga memperbesar seseorang juga mendapatkan hal yang sama. Demikian juga mabuk perjalanan, migrain, dan kelebihan berat badan.

Biasanya morning sickness yang parah membutuhkan obat-obatan tertentu untuk meredakan mual dan muntah. Bahkan, bila diperlukan termasuk perawatan di rumah sakit dengan cairan intravena. Cairan infus masuk melalui jarum ke pembuluh darah dan membantu ibu tetap terhidrasi dan dapat memberi nutrisi yang biasanya diperoleh dari makanan.

Untuk informasi lebih jelas mengenai morning sickness, bisa melakukan pemeriksaan langsung dan memilih dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!