Muncul Jerawat saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Muncul Jerawat saat Hamil, Ini Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Jerawat adalah masalah kulit yang bisa datang kapan saja. Masalah kulit yang satu ini kerap diperoleh wanita menjelang siklus menstruasi. Selain menjelang menstruasi, jerawat ternyata bisa muncul selama kehamilan. Beberapa wanita bahkan mendapatkan jerawat yang lebih banyak daripada biasanya. Penyebab munculnya jerawat saat hamil disebabkan meningkatnya kadar hormon pada trimester pertama. Hormon ini dapat meningkatkan produksi minyak alami kulit. 

Baca Juga: 6 Perubahan Fisik Saat Hamil yang Bikin Wanita jadi Tidak Pede

Kondisi ini tentu membuat beberapa ibu menjadi bingung sekaligus khawatir. Pasalnya, selama kehamilan ibu tidak boleh menggunakan obat jerawat secara sembarangan. Oleh sebab itu, mengatasi jerawat saat hamil bisa jadi sulit. Jika ibu tidak pintar untuk memilih obat, bisa-bisa kandungan dalam obat jerawat bisa menimbulkan risiko cacat lahir

Cara Mengatasi Jerawat Saat Hamil

Jangan khawatir, masih banyak cara lain yang bisa dicoba untuk mengatasi jerawat, di antaranya:

  • Rutin membersihkan wajah. Cuci wajah yang berjerawat dengan pembersih yang lembut setidaknya dua kali sehari. Hindari menggunakan alat-alat kecantikan lain untuk membersihkan wajah dan gunakan tangan untuk mencuci wajah dengan lembut menggunakan air hangat. Mencuci dan menggosok secara berlebihan bisa mengiritasi kulit, jadi pastikan ibu mengusap wajah secara lembut.

  • Hindari produk tertentu. Produk seperti lulur wajah, astringent, dan masker cenderung berisiko membuat iritasi kulit, sehingga dapat memperburuk jerawat. 

  • Bersihkan rambut secara rutin. Jika ibu cenderung mengembangkan jerawat di sekitar garis rambut, cobalah rutin keramas setiap hari.

  • Jangan menyentuh jerawat. Menyentuh bahkan sampai memencet-mencet jerawat justru dapat menyebabkan infeksi atau jaringan parut.

  • Hindari iritasi. Jangan gunakan kosmetik berminyak, tabir surya, produk penata rambut atau penyembuh jerawat. Gunakan produk yang berbasis air atau noncomedogenic untuk meminimalisir timbulnya jerawat.

Baca Juga: 8 Tips Bagi Ibu Hamil untuk Merawat Kecantikan

Sebenarnya, tersedia sejumlah obat yang digunakan untuk mengobati jerawat saat kehamilan. Namun, perlu diketahui bahwa bat apa pun yang diterapkan pada kulit atau ditelan selama kehamilan dapat masuk ke aliran darah dan mempengaruhi janin. Sementara sebagian besar bahan dalam perawatan jerawat topikal yang dijual bebas belum diteliti keamanannya untuk ibu hamil. Oleh sebab itu, sebagian besar obat jerawat tidak aman digunakan karena dapat menimbulkan risiko bagi bayi yang sedang berkembang.

Umumnya, perawatan kulit yang mengandung erythromycin dan clindamycin masih dianggap aman. Keamanan menggunakan benzoil peroksida untuk mengobati jerawat kehamilan belum ditetapkan. Perawatan ini hanya boleh digunakan jika jelas dibutuhkan. Obat jerawat yang diketahui menyebabkan cacat lahir dan wajib dihindari, contohnya isotretinoin oral dan retinoid topikal harus dihindari selama kehamilan.

Baca Juga: Perawatan Kecantikan yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Jika ibu khawatir tentang jerawat pada kehamilan, berkonsultasilah dengan dokter kulit atau penyedia layanan kesehatan. Bersama dokter ibu dapat menimbang manfaat dan risiko berbagai pilihan perawatan. Kini berdiskusi langsung dengan dokter tidak perlu langsung datang ke rumah sakit. Lewat Halodoc, ibu bisa menanyakan segala informasi kesehatan yang dibutuhkan dengan dokter yang terpercaya kapan saja dan di mana saja.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. What's the best way to treat pregnancy acne?.
WebMD. Diakses pada 2019. Acne During Pregnancy.