Muntaber Akibat Virus dan Bakteri, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
muntaber karena, gastroenteritis, keracunan makanan

Halodoc, Jakarta - Muntaber akibat keracunan makanan bisa terjadi karena adanya infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh makanan dan minuman yang mengandung bakteri atau virus. Kebanyakan kondisi muntaber adalah kasus akut. Artinya, kondisi ini hanya berlangsung sementara, dapat sembuh sendiri, dan jarang menyebabkan komplikasi. Namun, ada perbedaan muntaber yang terjadi diakibatkan virus atau bakteri. Berikut penjelasannya.

Muntaber Akibat Infeksi Virus

Virus merupakan mikroba dengan ukurang yang sangat kecil. Virus hidup dan berkembang biak dengan cara menempel pada sel inangnya. Saat virus masuk ke dalam tubuh, mereka akan menyerang sel-sel di tubuh inangnya, menguasai sel-sel tersebut, dan terus berkembang biak di dalam sel.

Baca juga: Ini Perbedaan Diare dan Muntaber

Virus dapat merusak, membunuh, dan mengubah sel dalam tubuh, misalnya di dalam hati, darah, atau saluran pernapasan. Virus juga dapat memicu terjadinya suatu penyakit. Selain muntaber, penyakit yang disebabkan virus diantaranya adalah flu, herpes, dan cacar air, atau penyakit serius seperti hepatitis B, C, HIV/AIDS, dan Ebola.

Mengobati muntaber yang disebabkan oleh virus, mungkin kamu akan membutuhkan obat antivirus. Namun, beberapa penyakit akibat infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga pengobatan hanya bertujuan untuk meringankan gejala. Perlu kamu ingat bahwa obat antibiotik dapat membunuh virus di dalam tubuh.

Perlu juga kamu waspadai bahwa sebagian besar virus menyebabkan penyakit. Virus juga “pemilih”, alias menyerang sel tertentu secara spesifik. Misalnya, virus-virus tertentu menyerang sel pada pankreas, sistem pernapasan, dan darah. Pada kasus tertentu, virus juga dapat menyerang bakteri.

Baca juga: Mirip Gejalanya, Ini Perbedaan Gastroenteritis dan Diare

Muntaber Akibat Infeksi Bakteri

Bakteri merupakan mikroorganisme yang dapat hidup di berbagai jenis lingkungan, termasuk di dalam tubuh manusia. Bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia disebut bakteri patogen. Infeksi bakteri patogen dapat menyebabkan sejumlah penyakit seperti tuberkulosis, radang tenggorokan, atau infeksi saluran kemih.

Berbeda dengan virus, tidak semua bakteri itu berbahaya, karena ada beberapa jenis bakteri yang secara normal memang hidup di dalam tubuh manusia dan berperan untuk melindungi tubuh dari bakteri patogen. Bakteri ini disebut flora normal.

Perbedaan infeksi virus dan bakteri yang terpenting adalah pada pengobatannya. Pengobatan dengan antibiotik diberikan untuk infeksi bakteri, tetapi tidak tepat untuk infeksi virus. Antibiotik dapat menghambat proses perkembangan dan metabolisme bakteri di dalam tubuh manusia.

Walaupun begitu, penggunaan antibiotik tidak selamanya efektif untuk membunuh bakteri, karena bakteri memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat cepat. Penggunaan antibiotik secara tidak tepat justru akan membuat bakteri menjadi kebal atau resisten terhadap antibiotik tersebut. Apabila hal ini terjadi, obat antibiotik menjadi tidak efektif lagi untuk membunuh bakteri. Maka itu, penggunaan antibiotik sebaiknya sesuai dengan rekomendasi dokter.

Baca juga: Kenali Rotavirus Penyebab Diare Bagi Anak-Anak

Kurang dari 1 persen jenis bakteri dapat menyebabkan penyakit. Kebanyakan bakteri justru bermanfaat, seperti membantu untuk mencerna makanan, melawan mikroba lain yang menyebabkan penyakit, melawan sel kanker, dan menyediakan nutrisi-nutrisi yang bermanfaat. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri antara lain:

  • Sakit tenggorokan.

  • Tuberkulosis.

  • Infeksi saluran kencing.

  • Difteri

Untuk itu, jika kamu mengalami muntaber, kamu perlu mengetahui apakah diakibatkan oleh virus atau bakteri. Kamu dapat menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.