16 July 2018

Ini Perbedaan Diare dan Muntaber

Perbedaan diare dan muntaber, diare, muntaber, penyebab diare dan muntaber, mencegah diare dan muntaber

Halodoc, Jakarta - Mengonsumsi makanan secara sembarangan tanpa memperhatikan kebersihannya dapat menyebabkan sakit perut. Pastinya, sakit perut bisa membuat tidak nyaman karena harus bolak-balik ke toilet. Lebih parahnya lagi, kebiasaan mengonsumsi makanan secara sembarangan dapat menyebabkan kamu terkena diare atau muntaber.

Sebenarnya, apakah diare dan muntaber berbeda? Mengingat keduanya membuat pengidapnya harus bolak-balik ke toilet, mungkinkah kedua penyakit ini sama? Berikut penjelasan mengenai perbedaan diare dan muntaber.

Baca juga: Begini Mengatasi Diare Pada Anak. Jangan Sampai Salah, Ya!

Apa itu Diare dan Muntaber?

Diare merupakan sebuah kondisi ketika pengidapnya melakukan buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Selain itu, diare juga ditandai dengan kondisi feses yang lebih encer dari biasanya. Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kasus tertentu bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.

Berdasarkan riset oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada 2007, diare merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian di semua umur, yaitu di posisi ke-13. Sedangkan, berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki posisi ke-3 setelah pneumonia dan TBC. Selain itu, balita merupakan golongan usia yang sering mengalami diare.

Umumnya, diare diakibatkan oleh konsumsi makanan dan minuman yang telah terjangkiti bakteri, virus, atau parasit. Meskipun penyakit ini dianggap umum terjadi, tapi penyakit ini bisa membuat pengidapnya mengalami dehidrasi. Maka dari itu, ketika penyakit ini menjangkiti seseorang, kamu harus segera mengatasinya.

Muntaber merupakan kondisi ketika saluran pencernaan mengalami peradangan, khususnya lambung, usus besar, dan usus kecil. Berbeda dengan diare yang hanya menyebabkan pengidapnya sering BAB, muntaber dapat membuat pengidapnya mengalami diare, kram perut, mual dan muntah. Dalam beberapa kondisi, muntaber juga disertai dengan demam, sakit kepala, kembung, dan kelelahan.

Sama halnya dengan diare, muntaber juga biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kondisi tertentu dapat berlangsung selama seminggu. Begitu pun dengan pengidapnya, muntaber juga bisa diidap oleh orang dari berbagai umur. Muntaber pun harus segera ditangani, karena dapat menyebabkan pengidapnya mengalami dehidrasi.

Baca juga: 7 Cara Tepat Menghentikan Diare

Penyebab Diare dan Muntaber

Diare bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, parasit, dan virus, seperti norovirus dan rotavirus. Selain itu, diare juga bisa dipicu oleh beberapa hal. Di antaranya adalah intoleransi terhadap makanan, alergi makanan, efek samping obat, gelisa, konsumsi kopi dan alkohol secara berlebihan, serta penyakit usus.

Perbedaan diare dan muntaber lainnya adalah muntaber seringnya disebabkan oleh virus, bukan oleh parasit dan bakteri. Sama halnya dengan diare, muntaber juga disebabkan oleh norovirus yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan.

Pencegahan dan Pengobatan

Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, sebaiknya biasakan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bersih. Sebab, kedua penyakit ini terjadi karena konsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Maka dari itu, pastikan kebersihan makanan yang akan konsumsi.

Selain memastikan kebersihan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi, sebaiknya kamu juga menjaga kebersihan dengan cara selalu mencuci tangan sebelum menyiapkan dan menyantap makanan. Jangan lupa juga untuk selalu menyiapkan bahan-bahan makanan segar untuk disantap. Pastikan juga untuk memisahkan antara makanan yang mentah dengan yang matang.

Jika kamu terkena kedua penyakit ini, kamu bisa melakukan pengobatan di rumah. Di antaranya adalah dengan mengonsumsi makanan kaya akan potasium, sodium, dan serat. Selain itu, hindari konsumsi makanan terlalu manis, gorengan, kafein, dan produk susu. Apabila kondisi sudah semakin parah, ada baiknya segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari saat Diare

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kesehatan? Kamu bisa menghubungi dokter tepercaya melalui aplikasi Halodoc. Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu juga dapat bertanya pada dokter mengenai perbedaan diare dan muntaber melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan suplemen di Halodoc tanpa perlu keluar rumah. Pesanan akan sampai dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!