• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Inilah Perbedaan Diare dan Muntaber

Inilah Perbedaan Diare dan Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Mengonsumsi makanan secara sembarangan tanpa memperhatikan kebersihannya dapat menyebabkan sakit perut. Pastinya, sakit perut bisa membuat tidak nyaman karena harus bolak-balik ke toilet. Lebih parahnya lagi, kebiasaan mengonsumsi makanan secara sembarangan dapat menyebabkan kamu terkena diare atau muntaber.

Sebenarnya, apakah diare dan muntaber berbeda? Mengingat keduanya membuat pengidapnya harus bolak-balik ke toilet, mungkinkah kedua penyakit ini sama? Berikut penjelasan mengenai perbedaan diare dan muntaber.

Baca juga: Begini Mengatasi Diare Pada Anak. Jangan Sampai Salah, Ya!

Apa itu Diare dan Muntaber?

Diare adalah kondisi ketika pengidapnya melakukan buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Selain itu, diare ditandai dengan kondisi feses yang lebih encer dari biasanya. Penyakit ini biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kasus tertentu bisa berlangsung hingga berminggu-minggu.

Berdasarkan riset oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada 2007, diare merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kematian di semua umur, yaitu di posisi ke-13. Sedangkan, berdasarkan kategori penyakit menular, diare menduduki posisi ke-3 setelah pneumonia dan TBC. Selain itu, balita merupakan golongan usia yang sering mengalami diare.

Umumnya, diare diakibatkan oleh konsumsi makanan dan minuman yang telah terjangkiti bakteri, virus, atau parasit. Meskipun penyakit ini dianggap umum terjadi, tapi penyakit ini bisa membuat pengidapnya mengalami dehidrasi. Ketika penyakit ini menjangkiti seseorang, kamu harus segera mengatasinya.

Sedangkan muntaber, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, merupakan infeksi usus. Berbeda dengan diare yang hanya menyebabkan pengidapnya sering BAB, muntaber dapat membuat pengidapnya mengalami diare, kram perut, mual dan muntah.

Sama halnya dengan diare, muntaber biasanya berlangsung selama beberapa hari dan dalam kondisi tertentu dapat berlangsung selama seminggu. Begitu pun dengan pengidapnya, muntaber bisa diidap oleh orang dari berbagai umur. Muntaber harus segera ditangani, karena menyebabkan pengidapnya mengalami dehidrasi.

Jika kamu mengalami muntaber yang tidak kunjung sembuh, segera ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kini kamu bisa membuat janji secara online lewat aplikasi Halodoc. Jadi, tidak perlu lama-lama mengantre lagi.

Baca juga: 7 Cara Tepat Menghentikan Diare

Penyebab Diare dan Muntaber Berbeda

Diare bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, parasit, dan virus, seperti norovirus dan rotavirus. Selain itu, diare bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti terkontaminasinya parasit penyebab diare pada makanan atau minuman, penggunaan obat-obatan seperti antibiotik, intoleransi atau adanya alergi pada makanan tertentu, adanya penyakit yang mengganggu bagian pencernaan, atau masalah pada bagian usus besar.

Perbedaan diare dan muntaber lainnya adalah muntaber seringnya disebabkan oleh virus, bukan oleh parasit dan bakteri. Menurut National Library of Medicine, ada beberapa virus yang menyebabkan seseorang alami muntaber, seperti rotavirus, norovirus, astrovirus, dan enteric adenovirus.

Ada beberapa penyebaran virus muntaber yang perlu diketahui untuk pencegahan, seperti pengonsumsian makanan atau air yang terkontaminasi salah satu jenis virus, kontak langsung dengan pengidap muntaber dan melalui benda-benda yang terpapar oleh virus penyebab muntaber.

Langkah Pencegahan Diare dan Muntaber

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), untuk mencegah penyebaran penyakit ini, sebaiknya biasakan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bersih. Kedua penyakit ini terjadi karena konsumsi makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Maka dari itu, pastikan kebersihan makanan yang dikonsumsi.

Selain memastikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, sebaiknya kamu juga menjaga kebersihan dengan cara selalu mencuci tangan sebelum menyiapkan dan menyantap makanan. Jangan lupa juga untuk selalu menyiapkan bahan-bahan makanan segar untuk disantap. Pastikan juga untuk memisahkan antara makanan yang mentah dengan yang matang.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari saat Diare

Jika kamu terkena kedua penyakit ini, kamu bisa melakukan pengobatan di rumah. Di antaranya dengan mengonsumsi makanan kaya potasium, sodium, dan serat. Hindari konsumsi makanan terlalu manis, gorengan, kafein, dan produk susu.

Apabila kondisi sudah semakin parah, segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nah, kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan suplemen di Halodoc tanpa perlu keluar rumah. Pesanan akan sampai dalam waktu satu jam. Mudah, kan?

Referensi:
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Diakses pada 2019. Viral Gastroenteritis
National Library of Medicine. Diakses pada 2019. Viral Gastroenteritis
National Library of Medicine. Diakses pada 2019. Diarrhea
World Health Organization. Diakses pada 2019. Diarrhoeal Disease