Nyeri Saat Buang Air Kecil, Tanda Alami Infeksi Saluran Kemih?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Nyeri Saat Buang Air Kecil, Tanda Alami Infeksi Saluran Kemih?

Halodoc, Jakarta - Buang air kecil seharusnya terasa melegakan, karena akhirnya kita melepaskan apa yang sempat ditahan untuk keluar. Namun, bagaimana jika buang air kecil itu malah terasa nyeri dan menyakitkan? Tentu saja bisa jadi ada gangguan kesehatan yang sedang dialami. Salah satu gangguan kesehatan yang menyebabkan nyeri saat berkemih adalah infeksi saluran kemih.

Seperti namanya, infeksi saluran kemih adalah kondisi ketika saluran atau organ-organ yang termasuk dalam sistem kemih (seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra), mengalami infeksi. Namun, kebanyakan kasus infeksi kandung kemih terjadi pada kandung kemih dan uretra.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa perjalanan urine sebelum dikeluarkan dari tubuh bermula pada ginjal. Dalam organ ini, zat sisa dalam darah disaring dan dikeluarkan dalam bentuk urine. Kemudian, urine dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju kandung kemih. Setelah ditampung dalam kandung kemih, urine kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui saluran yang bernama uretra, hingga bermuara ke lubang kencing.

Baca juga: Alat Kontrasepsi Dapat Sebabkan infeksi saluran Kemih, Benarkah?

Berdasarkan lokasi atau bagian yang mengalami infeksi, ada 2 jenis infeksi saluran kemih, yaitu infeksi saluran kemih atas dan infeksi saluran kemih bawah. Infeksi saluran kemih atas adalah infeksi yang terjadi pada bagian atas kandung kemih, yaitu ginjal dan ureter. Sementara infeksi saluran kemih bawah adalah infeksi yang terjadi pada bagian bawah, yaitu kandung kemih dan uretra.

Jika ditanya tingkatan bahayanya, infeksi saluran kemih atas lebih berbahaya dan dapat memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Kondisi ini bisa mengakibatkan tekanan darah turun hingga syok, bahkan kematian.

Sementara itu pada tahap awal, gejala yang umum dialami pengidap infeksi saluran kemih adalah:

  • Demam.

  • Sakit di perut dan panggul.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Muncul darah dalam urine.

Disebabkan oleh Bakteri

Umumnya, infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri jenis Escherichia coli (E. coli), yang ditemukan pada usus. Ketika bakteri E. coli terdapat pada kulit atau dekat anus, bakteri ini dapat masuk ke saluran kencing dan menginfeksi. Risiko infeksi saluran kemih lebih tinggi pada wanita, karena saluran kencing dan anusnya terletak berdekatan.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih dapat Sebabkan Orchitis

Cara bakteri menginfeksi juga bisa karena cara lain. Seperti melalui kateter yang digunakan pada terapi medis, bakteri bisa saja masuk ke saluran kencing. Selain itu, hubungan intim yang kurang sehat, dan infeksi dari area lain ke ginjal juga bisa menyebabkan kondisi ini. Meski umumnya tidak menular, infeksi saluran kemih dapat menimbulkan rasa tidak nyaman saat buang air kecil dan berhubungan intim.

Berbagai Faktor Lain yang Menyebabkan Nyeri Saat Buang Air Kecil

Sebenarnya infeksi saluran kemih merupakan salah satu, atau bisa dibilang hal umum, yang dapat menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil. Sebab, ada berbagai faktor lain yang dapat membuat berkemih terasa nyeri, lho. Apa sajakah itu?

1. Kurang Minum

Tidak hanya dehidrasi, kurang minum juga bisa menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil. Kondisi ini populer juga dengan sebutan ‘anyang-anyangan’. Tanda lain dari kurang minum yang dapat terlihat adalah urine yang berwarna pekat dan cenderung gelap saat berkemih.

2. Sering Menahan Buang Air Kecil

Kamu sering menahan buang air kecil? Sebaiknya mulai jauhi kebiasaan buruk ini, deh. Sebab, kebiasaan ini bisa memicu terjadinya penumpukan urine pada ginjal dan kandung kemih, sehingga rasa sakit pun muncul saat buang air kecil.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Menahan Kencing saat Mudik

3. Sering Melakukan Aktivitas yang Membuat Area Genital Bergesek pada Benda Keras

Aktivitas tertentu yang membuat area genital sering bergesek pada benda keras juga dapat memicu rasa nyeri saat buang air kecil. Misalnya, sering bersepeda dengan sadel yang keras. Pergesekan ini bisa menyebabkan luka pada area luar genital, sehingga menyebabkan rasa nyeri saat berkemih. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita.

Itulah sedikit penjelasan tentang penyebab nyeri saat buang air kecil. Jika kamu mengalami tanda-tanda yang telah dipaparkan tadi, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!