Hipertensi

Apa Itu Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)?

Darah tinggi terjadi jika tekanan darah lebih dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, yaitu kondisi ketika jantung kamu dalam keadaan rileks  sambil mengisi ulang bilik - biliknya dengan darah. Tekanan darah sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas yang sedang dilakukan jantung (misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal atau sedang istirahat) dan daya tahan pembuluh darahnya.


Penyebab Darah Tinggi

Penyebab darah tinggi yang tidak jelas disebut hipertensi primer. HIpertensi primer ini dipercaya adalah bawaan lahir dan hanya bisa dikontrol dan tidak bisa disembuhkan secara penuh. Namun, tekanan darah tinggi juga bisa disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk. Misalnya, kebiasaan merokok. Satu batang rokok akan menaikan tekanan darah sistolik sebanyak 4 mmHG. Nikotin dalam produk tembakau memacu sistem saraf untuk melepaskan zat kimia yang dapat menyempitkan pembuluh darah dan memicu tekanan darah lebih tinggi dari biasanya. Kebiasaan lain adalah terlalu banyak memakan makanan yang asin. Makanan yang mengandung natrium (seperti makanan olahan, makanan kalengan, dan fast food), serta makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan akan meningkatkan kolesterol dan tekanan darah.


Tekanan darah tinggi juga bisa muncul sebagai efek samping obat gagal ginjal dan perawatan penyakit jantung. Kondisi ini disebut hipertensi sekunder. Pil KB atau obat flu bisa juga jadi penyebab naiknya tekanan darah hingga akhirnya hipertensi. Wanita hamil atau yang menggunakan terapi pengganti hormon mungkin juga berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi sekunder akibat konsumsi obat mungkin bisa normal kembali setelah berhenti minum obat. Namun dalam beberapa kasus, tekanan darah masih meningkat selama beberapa minggu setelah menghentikan penggunaan obat. Kamu harus bertanya pada dokter jika tekanan darah abnormal terus terjadi.


Obat Darah Tinggi

Hipertensi adalah kondisi permanen di mana tekanan darah terus menerus tinggi atau lebih dari 140/90 mmHg.  Banyak orang tidak tahu mereka memiliki darah tinggi, karena hipertensi tidak bisa dirasakan. Hipertensi bisa muncul tanpa gejala fisik, tapi merusak secara tak terasa pada pembuluh darah. Ini terjadi karena sebenarnya hipertensi bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, tapi sindrom kumpulan gejala penyakit. Darah tinggi seringkali disebabkan oleh penyakit lain, seperti penyakit jantung atau penyakit ginjal. Jika tekanan darah tinggi kamu dikarenakan oleh penyakit lain yang mendasarinya, hipertensi bisa disembuhkan dengan cara mengobati akar penyebabnya. Adapun beberapa obat hipertensi yang sering diresepkan dokter adalah:


Diuretik, seperti chlorothiazide, chlorthalidone, hydrochlorothiazide/HCT, indapamide, metolazone, bumetanide, furosemide, torsemide, amilorid, dan triamterene. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, seperti captopril, enalapril, lisinopril, benazepril hydrochloride, perindopril, ramipril, quinapril hydrochloride, dan trandolapril. Beta-blocker, seperti atenolol, propranolol, metoprolol, nadolol, betaxolol, acebutolol, bisoprolol, esmolol, nebivolol, dan sotalol. Penghambat saluran kalsium, seperti amlodipine, clevidipine, diltiazem, felodipine, isradipine, nicardipine, nifedipine, nimodipine, dan nisoldipine. Alpha-blocker, seperti doxazosin, terazosin hydrochloride, dan prazosin hydrochloride. Vasodilator, seperti hydralazine dan minoxidil. Central-acting agents, seperti clonidine, guanfacine, dan methyldopa.


Temukan obat hipertensi yang dibutuhkan dan pilih produk mana saja yang ingin dibeli lewat aplikasi Halodoc. Kamu tidak perlu ragu membeli obat hipertensi di Halodoc karena ada banyak produk berkualitas (terdaftar BPOM) yang bisa dibeli. Proses pembayaran hingga pengiriman juga mudah dilakukan, sehingga produk terjamin aman sampai tujuan.