Orangtua Depresi Bisa Pengaruhi Psikologis Anak

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Baru-baru ini tersiar kabar bahwa artis dan penyanyi Gisella Anastasia mengalami depresi akibat pemberitaan yang ditujukan kepadanya. Pemberitaan negatif mengenai ibu dari Gempita ini diakui menjadi faktor yang membuat Gisel depresi, apalagi jika pemberitaan itu tidak benar dan memojokkan dirinya. Sebagai ibu, depresi yang dialami oleh Gisella ini sebenarnya dapat berdampak pada anaknya. 

Banyak penelitian yang mendokumentasikan bahwa anak-anak dari orangtua yang depresi memiliki risiko tinggi untuk mengalami depresi juga. Umumnya, ibu yang mengalami depresi akan mengalami kesulitan membangun ikatan dengan bayi atau anaknya. Mereka menjadi kurang peka terhadap kebutuhan anak dan kurang konsisten terkait tanggapan mereka terhadap perilaku anak. Akhirnya, anak tampak tidak bahagia dan terisolasi dari anak-anak lainnya. Anak menjadi sulit untuk dihibur, terlihat lesu, dan sulit untuk diberi makan atau ditidurkan. 

Dampak Depresi Orangtua pada Anak

Ini menjadi tantangan luar biasa bagi ibu yang depresi untuk menyediakan berbagai hal yang paling dibutuhkan anak-anak, mulai dari kasing sayang, kegembiraan, dan penetapan batas yang konsisten. Tidak heran, ibu yang depresi secara klinis akan kritis terhadap diri sendiri dan ragu-ragu. Sehingga dalam setiap pilihan, mulai dari apa yang akan dibuat untuk makan malam sampai bagaimana pakaian bayi yang hangat, bisa tampak luar biasa. 

Baca juga: Ini Penjelasan Mengapa Ibu Rumah Tangga Lebih Rentan Mengalami Depresi

Namun, gejala depresi ringan sebenarnya juga sudah bisa memengaruhi anak-anak. Si Kecil yang ibunya mengalami depresi kronis tingkat rendah yang dikenal sebagai dysthymia berisiko hanya karena lamanya gangguan ini dialami sang ibu. Dampak dari depresi sang ibu berbeda tergantung pada berapa usia anak, apa kebutuhan anak, dan tantangannya pada usia itu. 

1. Risiko Pada Bayi

Ikatan akan sangat sulit dibangun untuk ibu dengan depresi. Mereka cenderung tidak bermain dengan bayinya, melakukan kontak mata, atau berbicara dengan suara yang menarik. Akibatnya, bayi bisa menjadi cemas dan takut. Bayi mungkin akan merengek dan berhenti bereaksi terhadap orang lain. Bayi yang disusui ibu yang mengalami depresi selama lebih dari dua bulan mengalami kenaikan berat badan lebih lambat dibandingkan bayi yang ibunya tidak mengalami depresi. Karena jika ibu mencintai bayinya, artinya ibu juga memiliki rasa kewajiban untuk merawat bayinya. Namun, jika ibu tidak memiliki banyak perasaan untuknya, maka bayi pun akan merasakannya. 

Baca juga: Apakah Anak Ibu Mengalami Depresi? Bantu Kondisinya dengan Tips Berikut

2. Balita dan Anak-Anak Prasekolah

Otak anak dibentuk oleh interaksi yang dimilikinya dengan orang dewasa yang dekat dengannya. Dibutuhkan banyak energi dan kecerdikan untuk merawat anak seusia ini. Namun, ibu yang depresi cenderung merasa mudah tersinggung dan mudah frustasi. Akibatnya, anak-anak mereka mengalami kesulitan mengatur suasana hati mereka sendiri, bekerja sama dengan permintaan, dan menguasai keterampilan pemecahan masalah. Anak berusia tiga tahun dengan ibu yang depresi juga cenderung lebih memiliki kinerja yang buruk pada ukuran keterampilan bahasa dan kesiapan sekolah dibandingkan anak-anak dengan ibu yang tidak mengalami depresi. 

4. Anak-anak Usia Sekolah

Anak-anak seusia ini sering dipaksa menjadi orang dewasa, mengambil alih tugas-tugas seperti merawat adiknya atau membuatkan makanan, karena ibu mereka terlalu tertekan untuk berfungsi. Anak-anak mungkin tampak sangat dewasa di permukaan, tapi sebenarnya bisa sangat rentan. Anak dapat mengidapnya di sekolah karena ibu mereka cenderung memotivasi mereka secara akademis atau membantu mereka mengkoordinasikan rencana sosial. Ibu yang depresi cenderung lebih kritis dan akibatnya anak-anak di usia ini sering memiliki citra diri yang lebih negatif. Mereka juga lebih cenderung memiliki masalah perilaku di sekolah.

Baca juga: Anak Juga Bisa Depresi pada Anak

Lindungi Anak-Anak dari Depresi

Dengan dukungan yang tepat, ibu yang depresi masih bisa menjadi orang tua yang luar biasa. Ibu perlu mendapatkan dukungan, bila perlu juga mendapatkan bantuan profesional untuk mencari pengobatan. Andalkan pasangan, ketika ayah terlibat aktif, itu bisa mengurangi risiko anak mengembangkan depresi dirinya. Diskusikan pula dengan anak-anak, karena anak sering kali tidak dilibatkan dalam diskusi tentang depresi, tetapi mereka dipaksa untuk hidup melalui semua gangguan yang disebabkan oleh ibunya. Berapapun usia anak kamu, beri tahu dia bahwa ia harus merasa bebas untuk bertanya. 

Referensi:

Parents. Diakses pada 2019. How Depression Affects You Family

Psych Central. Diakses pada 2019. Depressed Parents and the Effects on Their Children