Pacar Senang Menggombal Seperti Dilan, Tanda-Tanda Psycho?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pacar Senang Menggombal Seperti Dilan, Tanda-Tanda Psycho?

Halodoc, Jakarta – Ternyata hubungan tidak sehat dalam berpacaran bukan hanya ditunjukan lewat sikap posesif. Terlalu sering mengucapkan kata-kata manis alias menggombal seperti Dilan, juga bisa jadi tanda-tanda psycho. Dilan adalah karakter dalam film Dilan 1990 dan Dilan 1991—yang akan tayang 28 Februari.

Dalam film yang juga diangkat dari novel karya Pidi Baiq tersebut, Dilan digambarkan sebagai siswa SMA yang senang mengutarakan rayuan lebay ke pacarnya Milea. Contoh rayuannya yang paling memorable adalah, “Rindu itu berat, biar aku saja yang menanggungnya.”

Orang yang Senang Menggombal, Psycho?

Menurut Seth Meyer Psy.D, psikolog dari Los Angeles County Department of Mental Health School Threat Assessment Team, mengatakan salah satu tanda psikopat ataupun psycho adalah memiliki mulut manis alias menggombal untuk mempermainkan emosi lawan bicaranya.

Semua ini dilakukan untuk meningkatkan ego dan menunjukkan kekuasaan pada lawan bicaranya. Seseorang yang psycho dan senang menggombal kerap menjadikan orang-orang yang kesepian sebagai sasarannya. Mereka yang kesepian cenderung cepat percaya dengan kata-kata manis karena butuh sandaran.

Baca juga: Psikopat adalah Salah Satu Penyakit Mental?

Menggombal tidak menjadi satu-satunya tanda seseorang psycho. Ada beberapa tanda lain yang mengiringi, seperti:

1. Charming

Selain bermulut “manis” mereka yang tergolong psycho sangat charming hebat dalam membuat obrolan ringan dan sepertinya selalu tahu hal yang benar untuk dikatakan. Mereka menggunakan pujian untuk mendapatkan kepercayaan. Dan biasanya meninggalkan kesan positif terhadap lawan bicaranya.

Mereka dikenal karena kecerdasannya yang cerdik dan cerita yang memikat. Kisah-kisah tentang petualangan mereka mencengangkan, namun bisa dipercaya. Dan mereka selalu menggambarkan diri mereka dengan cara yang positif.

Baca juga: Pengaruh Mimpi Buruk Terhadap Kondisi Psikologis

2. Kurang Empati

Psikopat tidak peduli dengan orang lain, termasuk keluarga mereka. Ketika mereka menyakiti orang lain, mereka tidak mengalami kesulitan apa pun. Mereka merasa mati rasa terhadap rasa sakit orang lain.

Sehingga, mereka dapat mengatakan dan melakukan hal-hal yang cukup merusak orang lain tanpa mengedipkan mata. Jika seseorang berani mendekati mereka untuk membahas lukanya, seorang psikopat tidak mungkin menerima tanggung jawab apa pun yang dapat membuat reaksi mereka sangat berbahaya.

3. Memangsa Emosi Orang Lain

Psikopat memahami emosi orang lain pada tingkat intelektual, dan mereka menggunakan pemahaman itu untuk keuntungan pribadi. Mereka menggunakan perjalanan rasa bersalah dan sanjungan untuk memanipulasi orang lain agar melakukan hal-hal yang biasanya tidak ia lakukan.

4. Memiliki Percaya Diri yang Muluk

Sama seperti narsis, psikopat berpikir aturan yang biasa tidak berlaku untuk mereka. Inilah yang menyebabkan banyak psikopat melakukan kejahatan tanpa takut tertangkap. Mereka berpikir lebih pintar daripada orang lain dan menganggap bisa lolos dengan apa pun yang diinginkannya.

Baca juga: 4 Tanda Kamu sedang Pacaran dengan Seorang Psikopat

Sebenarnya, menggombal ataupun merayu adalah sesuatu yang biasa dalam penjajakan hubungan ataupun sekadar lucu-lucuan saja. Tapi, kalau tidak diwujudkan dalam perbuatan ataupun pembuktian sama saja dengan omong kosong dan bermulut besar.  

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai tanda-tanda psycho ataupun psikologi hubungan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.