• Home
  • /
  • Parafimosis Sebabkan Nyeri Pinggang saat Berhubungan Intim

Parafimosis Sebabkan Nyeri Pinggang saat Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Parafimosis Sebabkan Nyeri Pinggang saat Berhubungan Intim

Halodoc, Jakarta – Nyeri pinggang saat berhubungan intim bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari posisi yang salah, kelelahan, hingga kondisi medis tertentu. Salah satu kondisi yang bisa memicu terjadinya nyeri punggung adalah parafimosis. Kondisi ini hanya menyerang pria yang tidak disunat. Selain menyakitkan, munculnya parafimosis saat berhubungan intim bisa sangat mengganggu. 

Parafimosis merupakan kelainan pada Mr. P dan hanya terjadi pada pria yang tidak disunat. Kondisi ini menyebabkan kulit kulup yang ditarik ke belakang tidak lagi bisa kembali ke posisi semula. Parafimosis bisa menimbulkan rasa sakit dan bengkak pada ujung Mr.P dan membuat tidak nyaman saat berhubungan intim. Kelainan ini bisa menyerang di segala usia, tetapi sering terjadi pada anak-anak dan lansia. 

Baca juga: Aktivitas Seksual Sebabkan Parafimosis, Benarkah?

Mengenal Lebih Jauh Parafimosis 

Nyeri saat melakukan hubungan intim sebenarnya adalah hal yang wajar dan bisa saja terjadi. Sensasi nyeri bisa muncul di mana saja, termasuk pada pinggang. Salah satu penyebab muncul nyeri pinggang saat berhubungan intim adalah parafimosis, yaitu kulit kulup yang ditarik ke belakang tidak bisa kembali ke posisi semula. 

Ada berbagai aktivitas yang bisa menyebabkan kulit kulup mengalami hal ini, di antaranya hubungan intim, saat membersihkan Mr. P, pemasangan kateter, hingga saat sedang buang air kecil. Sebenarnya, kondisi ini tergolong jarang terjadi. Parafimosis hanya menyerang pria yang tidak disunat, mengalami infeksi pada area kelamin, sering menarik kulit kulup, serta melakukan tindik pada Mr. P. 

Kondisi ini ditandai dengan gejala khas berupa rasa nyeri dan bengkak pada bagian ujung Mr. P. Parafimosis juga menyebabkan terhambatnya aliran darah ke Mr. P, sehingga bagian tersebut akan mengalami perubahan warna menjadi biru keunguan atau merah. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. 

Baca juga: Kenali 5 Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Parafimosis

Parafimosis yang tidak ditangani segera bisa memicu komplikasi yang bersifat fatal dan membahayakan. Komplikasi terjadi akibat terganggunya aliran darah dan oksigen ke area Mr. P. Komplikasi yang bisa terjadi, di antaranya kerusakan jaringan pada ujung Mr.P, infeksi pada penis, hingga kematian jaringan dan yang paling parah bisa menyebabkan kepala Mr. P putus. 

Kondisi ini bisa dicegah dengan sunat. Selain itu, sebaiknya hindari terlalu menarik kulit kulup terutama pada anak-anak. Menjaga kebersihan Mr.P juga bisa menjadi cara untuk mencegah parafimosis menyerang. Jangan menarik atau membuka kulit kulup pada anak atau balita, meski dengan alasan untuk membersihkan. 

Alih-alih memaksa membuka kulit kulup, membersihkan penis bisa dilakukan dengan cara lain yang sebenarnya cukup mudah. Untuk membersihkannya, cobalah untuk rutin membasuh penis dengan kain lembut yang sebelumnya sudah direndam di air hangat. Selain itu, kamu juga bisa mencoba menggunakan sabun yang berbahan lembut. 

Kondisi ini tidak hanya mengganggu pria, tetapi juga bisa memengaruhi kehidupan seksual dengan pasangan. Seringnya, parafimosis berujung pada penurunan gairah seksual, baik pada pria maupun wanita. Selain itu, rasa nyeri yang muncul pun bisa membuat pria tidak maksimal dalam hubungan intim. Jika parafimosis sudah memicu gejala yang parah, termasuk nyeri pinggang, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. 

Baca juga: Ini Bedanya Fimosis dan Parafimosis yang Perlu Diketahui

Cari tahu lebih lanjut seputar parafimosis dan apa saja penyebab nyeri punggung saat berhubungan intim dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
ACOG. Diakses pada 2020. When Sex Is Painful.
NHS. Diakses pada 2020. Tight foreskin (phimosis and paraphimosis).
Healthline. Diakses pada 2020. Paraphimosis.