Parasetamol Infus, Apa Perbedaannya dengan yang Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Parasetamol Infus, Apa Perbedaannya dengan yang Biasa?

Halodoc, Jakarta - Banyak obat yang dijual bebas untuk mengatasi sakit kepala dan demam. Umumnya, obat tersebut mengandung parasetamol yang dapat mengatasi rasa sakit akibat gangguan-gangguan tersebut. Walau begitu, kamu tidak boleh mengonsumsi obat ini secara berlebihan, ya.

Ketika seseorang tidak dapat mengonsumsi obat parasetamol secara oral, parasetamol mungkin akan diberikan secara infus. Pemberian obat dengan cara tersebut umumnya hanya akan diberikan di rumah sakit. Lalu, apa bedanya parasetamol biasa dengan parasetamol infus? Berikut pembahasannya!

Baca juga: Ketergantungan Paracetamol Jangka Panjang, Adakah Bahayanya untuk Kesehatan?

Beda Parasetamol Biasa dengan Parasetamol Infus

Parasetamol adalah sebuah obat untuk meredakan gangguan di tubuh seseorang dengan cara mengurangi produksi zat penyebab peradangan yang disebut dengan prostaglandin. Dengan menurunnya kadar tersebut di dalam tubuh, maka perasaan nyeri serta demam akan menurun.

Walau begitu, untuk ibu yang sedang hamil atau menyusui, konsumsi parasetamol harus dibatasi. Sebelum mengonsumsi obat tersebut, ada baiknya kamu berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter. Selain itu, kamu juga sangat tidak dianjurkan mengonsumsi parasetamol bersamaan dengan alkohol.

Walau begitu, seseorang mungkin akan diberikan parasetamol melalui infus. Beberapa cara pemberian parasetamol infus adalah melalui intravena. Umumnya, pemberian infus ini dilakukan ketika orang tersebut kesulitan untuk menelan tablet. 

Parasetamol melalui infus ini juga akan langsung memberi dampak pada tubuh, sehingga efektif untuk meredakan nyeri. Kandungan tersebut akan langsung bercampur dengan darah dan memberikan dampak kurang lebih 10 menit setelahnya. Sedangkan pada seseorang yang mengonsumsinya secara oral akan merasakan efeknya setelah 30 menit.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal obat parasetamol, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone kamu! Pada aplikasi ini, kamu juga dapat membeli obat tanpa harus keluar rumah dengan fitur yang ada di dalamnya.

Baca juga: Parasetamol Infus dan Oral, Lebih Efektif Mana?

Efek Samping Setelah Mengonsumsi Parasetamol

Meski efektif untuk mengatasi beberapa gangguan yang menyerang tubuh kamu, ternyata obat ini juga dapat menyebabkan efek samping pada beberapa orang. Beberapa gejala yang membuat kamu harus menghentikan konsumsi obat tersebut secepatnya, yaitu:

  • Mual, sakit perut pada bagian atas, serta gatal-gatal.

  • Kulit dan mata menjadi berwarna kuning.

  • dan urin yang keluar berwarna gelap.

Kamu juga mungkin mengalami alergi disebabkan oleh konsumsi parasetamol. Gejala alergi dari mengonsumsi obat ini umumnya mirip dengan alergi lainnya. Jika kamu mengalaminya, ada baiknya untuk memeriksakan apakah hal tersebut akan membahayakan tubuh kamu atau tidak.

Baca juga: Mengalami Ketergantungan Obat? Begini Cara Mengatasinya

Dosis yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

Dosis obat parasetamol harus disesuaikan dengan usia dan kondisi seseorang yang mengidapnya. Pada orang yang telah dewasa, konsumsi obat dengan kandungan 325-650 miligram dapat dikonsumsi tiap 4 hingga 6 jam. Hal tersebut umumnya untuk meredakan demam. Jika kamu ingin mengonsumsinya lebih, coba untuk berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu.

Anak di bawah 2 bulan sangat jarang diberikan obat ini, karena harus sesuai anjuran dokter. Pada anak berusia 2 bulan hingga 12 tahun, pemberian parasetamol dengan kandungan 10-15 mg/kgBB tiap 4 hingga 6 jam sekali. Meski begitu, sangat penting untuk mengonsumsinya tetap dengan anjuran dari dokter.

Referensi:
Drugs.com .Diakses pada 2019.PARACETAMOL 10MG/ML SOLUTION FOR INFUSION
NCBI.Diakses pada 2019.Intravenous versus Oral Acetaminophen for Pain: Systematic Review of Current Evidence to Support Clinical Decision-Making